"Beliau berjasa besar menjaga keutuhan bangsa dan menegakkan pembangunan nasional," ujar salah satu pengurus MUI pusat.Di sisi lain, keluarga Soeharto juga menyambut positif rencana ini.
Cucu Soeharto bahkan menyebut bahwa setiap manusia memiliki kesalahan, namun jasa kakeknya terhadap Indonesia tetap harus dihargai.Langkah Prabowo memberi gelar kepada Soeharto tak sekadar keputusan administratif.
Banyak pengamat menilai ini sebagai politik rekonsiliasi sejarah, atau upaya membangun narasi baru tentang warisan Orde Baru di tengah pemerintahan yang lahir dari koalisi besar nasional.Sebagian pihak membaca keputusan ini sebagai sinyal pemulihan citra masa lalu—sebuah usaha untuk meneguhkan kesinambungan antara ketertiban Orde Baru dan stabilitas nasional yang kini dijanjikan pemerintahan Prabowo.
"Ini bukan sekadar penghargaan, tapi juga upaya membingkai ulang sejarah nasional dari perspektif kekuasaan," kata seorang pengamat politik Universitas Indonesia kepada Tempo.
Deklarasi sepuluh nama pahlawan nasional ini akan diumumkan di Istana Negara pada Senin pagi, 10 November 2025. Selain Soeharto, beberapa nama lain disebut berasal dari kalangan pejuang kemerdekaan dan tokoh pergerakan sosial.
Namun yang paling menarik, Hari Pahlawan tahun ini tampaknya akan menjadi panggung perdebatan besar — antara mereka yang menuntut penghormatan sejarah dan mereka yang menolak glorifikasi terhadap masa lalu yang kontroversial.*