BREAKING NEWS
Selasa, 13 Januari 2026

Luhut Binsar Pandjaitan Jengkel Dituduh Punya Saham TPL dan Perusahaan Nikel Morowali: “Mana? Tunjukkan!”

Adelia Syafitri - Senin, 12 Januari 2026 21:23 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan Jengkel Dituduh Punya Saham TPL dan Perusahaan Nikel Morowali: “Mana? Tunjukkan!”
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi keras tuduhan yang menyebut dirinya sebagai pemegang saham PT Toba Pulp Lestari (TPL) dan sejumlah perusahaan nikel di Morowali.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @luhut.pandjaitan, Senin (12/1/2026), Luhut menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar sama sekali.

"Kalau ada orang nuduh saya punya saham, saham mana? Tunjukin. Saya tidak pernah punya saham," tegas Luhut, dengan nada yang memperlihatkan kemarahan sekaligus keberatan terhadap tuduhan yang menurutnya menyangkut harga diri dan martabat pribadi.

Baca Juga:

Luhut menjelaskan bahwa dirinya justru menolak operasional TPL yang dinilai merusak lingkungan.

Ia juga membantah memiliki saham di perusahaan-perusahaan nikel di Morowali, meskipun banyak pihak menudingnya karena perannya mendorong hilirisasi industri nikel di wilayah tersebut.

"Saya juga nggak punya saham di Morowali yang dituduh-tuduhkan itu. Saya punya saham katanya di sana? Tidak punya. Tunjukin! Bawa kemari," kata mantan Menko Marves itu.

Lebih lanjut, Luhut menegaskan satu-satunya perusahaan yang memang merupakan afiliasi pribadinya adalah Toba Sejahtera (bagian dari PT TBS Energi Utama), yang ia dirikan sebelum menjadi pejabat negara.

Di perusahaan tersebut, Luhut memiliki IUP batubara di Kutai Kertanegara yang diperolehnya pada 2003-2004.

Pernyataan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap PT TPL yang dianggap berkontribusi memperparah dampak bencana alam di Sumatera Utara.

Luhut menekankan sikap transparan dan keberpihakannya terhadap pelestarian lingkungan serta menjauhkan diri dari kepemilikan saham di perusahaan yang disebut merusak alam.

Dengan tegas, Luhut meminta masyarakat dan media berhati-hati dalam menuduh pejabat publik terkait kepemilikan saham, karena dapat menimbulkan fitnah dan mengganggu reputasi.*

(d/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Stabilitas Anggaran Kemenag Jadi Sorotan Menag Nasaruddin Umar di Tengah Krisis Internasional
Presiden Prabowo Resmikan Peluncuran 166 Sekolah Rakyat, Medan Tuntungan Jadi Salah Satu Lokasi Prioritas
Bahlil Ungkap Rencana Setop Impor Avtur 2027, Ini Strateginya
Prabowo Bongkar Permainan Tidak Sehat di Pertamina, Segelintir Pihak Raup Untung Rakyat Rugi
Kunjungan Perdana Presiden Prabowo ke Ibu Kota Nusantara
Prabowo Semprot Bos BUMN Rugi: “Nggak Tahu Malu, Ndableg!”
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru