Menurut Mahardhika, pilihan politiknya ini merupakan bentuk pelaksanaan amanah ganda: pesan dari almarhumah ibunya, Rachmawati Soekarnoputri, serta kepercayaan yang diberikan langsung oleh Prabowo.
Dalam keterangan pada Senin (9/2/2026), Mahardhika menyatakan bahwa Partai Gerindra sejalan dengan darah ideologinya.
"Gerindra mampu merepresentasikan nilai-nilai ajaran Bung Karno secara jernih tanpa dikotomi atau upaya mengadu domba antar tokoh bangsa," ujarnya.
Mahardhika juga menyoroti narasi politik lama yang mencoba membangkitkan pertentangan antara kubu Pro-Soekarno dan Pro-Suharto.
Menurutnya, pengkotakan semacam itu sudah tidak relevan dan justru merugikan bangsa. Ia menekankan pentingnya pendekatan politik yang merangkul semua pihak demi persatuan nasional.
Sebagai generasi penerus trah Soekarno, Mahardhika memilih jalur politik moderat dengan fokus pada penyatuan bangsa.
Dengan memegang teguh komitmen bersama Partai Gerindra yang kini berusia 18 tahun, ia berharap dapat menghadirkan wajah politik yang matang dan konstruktif, sambil tetap menjalankan warisan ideologi Bung Karno.
"Menjaga nilai-nilai Bung Karno di masa kini harus dilakukan dengan merangkul semua pihak demi kemajuan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo," pungkasnya.* (dh)
Editor
: Nurul
Cucu Bung Karno Tegaskan Kesetiaan pada Partai Gerindra, Nilai-Nilai Sang Kakek Jadi Panduan Politik