Walk Out dari Rapat, Bobby Nasution Kecewa Anggaran Bencana untuk Sumut Hanya Dapat Rp2,11 T
MEDAN Sebuah video yang memperlihatkan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, meninggalkan rapat virtual bersama sejumlah pejabat peme
PEMERINTAHAN
MEDAN – Aksi warganet (netizen) yang "merujak" anggota Fraksi PAN DPR RI Dr Saleh Partaonan Daulay di postingan akun facebook "Sumut Indah", yang kecewa dengan kinerjanya, tampaknya bukan tanpa alasan.
Sebagai sebuah media, bitvonline.com pun pernah tidak direspon saat mau wawancara kasus yang memang menjadi bidang tugas Saleh Daulay sendiri.
Sayangnya, Saleh Daulay tidak merespon saat diakses melalui pesan WhatsApps ke nomor 0813 8699 xxxx pada 12 Juni 2025. Padahal, nomor ini diketahui milik Saleh Partaonan Daulay, Ketua Komisi VI DPR RI.
Nomor itu sendiri, diperoleh dari seorang teman dekat Saleh Partaonan Daulay yang berdomisili di Medan. Aplikasi Getcontact pun memberitahu bahwa nomor tersebut atas nama Saleh Daulay Pan.
Wawancara Soal Agunan Tambahan KUR
bitvonline.com sendiri, ingin meminta tanggapan Saleh Daulay terkait tindakan Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Sumut yang masih mensyaratkan agunan tambahan dalam pengucuran Kredit Usah Rakyat (KUR) di bawah Rp 100 juta.
Persoalan kredit KUR terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara)—termasuk BRI—memang merupakan bidang tugas Saleh Partaonan Daulay.
Bahkan, pada 18 Maret 2025, sebagai Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Daulay memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan bank-bank pemerintah.
Saat itu, dibahas kebijakan jahat bank-bank pemerintah yang mensyaratkan agunan tambahan dalam pemberian KUR di bawah Rp 100 juta. Padahal, ketentuan dan peraturan melarang perbankan mensyaratkan agunan tambahan itu.
Demi mendapatkan kredit KUR untuk pengembangan usaha, para pelaku usaha terpaksa memenuhi persyaratan tersebut. Pada umumnya, pelaku usaha memberikan sertipikat tanah sebagai agunan tambahan.
Inilah yang membuat Saleh Daulay "tampak" begitu sangat marah pada saat RDP. Bahkan, ekspresi Saleh Daulay "terlihat" begitu sangat emosional akibat kebijakan nakal para perbankan itu.
Tidak Direspon
Berdasarkan itulah, bitvonline.com ingin mewawancarai Saleh Daulay terkait kondisi yang terjadi di Sumut. Sebagai pembuka komunikasi, bitvonline.com mengirimkan pesan WhatsApss yang menjelaskan bahwa BRI di Sumut masih mensyaratkan agunan tambahan dalam KUR di bawah Rp 100 juta.
Namun, hal tersebut tidak mendapat respon dan tanggapan hingga hari ini, Senin, 2 Maret 2026. Padahal, pesan yang dikimkan sudah bertanda ceklis dua. Bahkan, dilihat dari vitur "info" WhattsApps, pesan yang dikimkan sudah berwarna biru pertanda sudah dibaca.
MEDAN Sebuah video yang memperlihatkan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, meninggalkan rapat virtual bersama sejumlah pejabat peme
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Ikatan Cendekiawan Muslim seIndonesia (ICMI) Wilayah Aceh mengutuk keras eskalasi serangan militer yang dilakukan Amerika Se
NASIONAL
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan penghasutan, Delpedro Marhaen, menegaskan dalam pleidoinya bahwa demonstrasi besarbesaran yang terjadi pa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketegangan di Timur Tengah kian memanas setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran, yang memicu penutu
EKONOMI
BINJAI Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK LMND) Binjai menggelar aksi sosia
NASIONAL
BATU BARA Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam memastikan akses transportasi masyarakat berjalan lancar, Bupati Ba
PEMERINTAHAN
MEDAN Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si.,menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama ASAHANKAMPUNGku Community Medan d
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Presiden (Wapres) ke6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia pada pagi ini, Senin (2/3/2026), di RSPAD Gatot S
NASIONAL
JAKARTA Bursa calon Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) kembali menghangat. Di tengah sejumlah nama perwira tinggi bintang tiga yang masuk
SOSOK
DELI SERDANG Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara memperkuat konsolidasi internal dan memperluas basis dukungan politik menjelang
POLITIK