Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa BBM subsidi tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang berhak, seperti petani, nelayan, dan angkutan umum.
Bambang Haryadi, Ketua DPP Partai Gerindra, mengungkapkan bahwa masyarakat bisa melaporkan penyelewengan ini dengan cara merekam aktivitas yang mencurigakan.
"Silakan rekam aktivitas yang diduga penyelewenganBBM subsidi, lalu serahkan bukti rekaman tersebut kepada pengurus Gerindra setempat atau anggota fraksi Gerindra di tingkat kabupaten atau kota," ujar Bambang saat diwawancarai pada Sabtu (14/03/2026).
Bambang juga mengingatkan agar masyarakat tidak takut untuk melaporkan praktik penyelewengan yang dilakukan oleh oknum-oknum nakal, baik itu yang terlibat dengan pihak SPBU atau penadah BBM subsidi.
Menurutnya, penyelewengan ini sangat merugikan masyarakat yang membutuhkan, terutama para nelayan dan petani yang sering kali kekurangan pasokan solar bersubsidi.
"Bagi mereka yang melihat atau memiliki bukti penyelewengan, jangan ragu untuk melaporkan kepada kami. Ini adalah upaya kita untuk memastikan bahwa BBM subsidi sampai ke tangan yang tepat," tegas Bambang.
Dalam penjelasannya, Bambang mengungkapkan modus-modus penyelewengan yang sering terjadi. Salah satunya adalah pemindahan BBM subsidi dari tangki SPBU ke kendaraan lain di malam hari, terutama di daerah perkebunan dan pertambangan.
"Saat pagi hari, SPBU mengisi BBM subsidi, tapi beberapa jam kemudian sudah tutup dengan alasan solar habis. Jika Anda melihat mobil masuk di malam hari, itu bisa jadi tanda ada pemindahan BBM subsidi," jelas Bambang.
Politikus asal Jember, Jawa Timur ini juga menekankan bahwa selisih harga yang cukup besar antara BBM subsidi dan BBM industri menjadi salah satu alasan utama terjadinya penyelewengan ini.
"Jangan sampai solar yang seharusnya dinikmati masyarakat kecil, seperti nelayan dan petani, malah dicuri oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," tambahnya.
Bambang juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan teknologi dengan melaporkan temuan penyelewengan melalui video dan menyebarluaskannya di media sosial.
"Jika perlu, laporkan kepada saya dan viralkan. Jangan takut terkena UU ITE selama itu untuk tujuan yang baik, yakni mengungkap kejahatan," ujarnya.
Gerindra berharap melalui program ini, penyelewenganBBM subsidi dapat dikurangi, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.*
(d/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
Hadiah Rp 10 Juta dari Gerindra Bagi Pengungkap Kasus Penyelewengan BBM Subsidi