BKP 2027 Dikebut, Bobby Nasution Minta Kepala Daerah Kepulauan Nias Segera Ajukan Program
GUNUNGSITOLI Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta seluruh kepala daerah di Kepulauan Nias segera mengusulkan pro
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah terkait masalah komunikasi dengan masyarakat yang dianggap tidak efektif.
Menurutnya, meskipun banyak program baik yang dicanangkan oleh pemerintah, cara penyampaian yang tidak tepat membuat banyak kebijakan gagal dipahami atau diterima dengan baik oleh rakyat.
Kritik ini disampaikan oleh Jusuf Kalla saat menerima kunjungan dari para akademisi dan praktisi yang tergabung dalam kelompok Komunikolog Indonesia di kediamannya, pada Sabtu (14/3/2026).Baca Juga:
JK menyoroti adanya kesenjangan dalam komunikasi publik yang mengakibatkan kebijakan pemerintah tidak berjalan sebagaimana mestinya di lapangan.
"Komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat itu tidak nyambung. Sehingga banyak hal yang dilakukan pemerintah tidak berjalan dengan baik," ujarnya, dengan menekankan pentingnya perbaikan dalam aspek komunikasi agar kebijakan pemerintah dapat dipahami dan diterima oleh masyarakat luas.
Kritik Terhadap Komunikasi Internal Kabinet
Tidak hanya soal komunikasi eksternal dengan masyarakat, JK juga mengkritik kekacauan komunikasi di dalam kabinet.
Ia menyebutkan bahwa beberapa menteri seringkali mempertontonkan perbedaan pendapat secara terbuka, bahkan bertengkar di depan umum.
Hal ini, menurutnya, tidak hanya menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat, tetapi juga memperburuk citra pemerintahan.
"Menteri kadang bertengkar di depan umum. Ini menyebabkan sistem komunikasi kita menjadi masalah penting," tegasnya, menyoroti pentingnya keharmonisan internal dalam pemerintahan.
Kritik Sebagai Masukan Konstruktif
Jusuf Kalla menekankan bahwa kritik dari para pakar komunikasi harus dilihat sebagai masukan konstruktif untuk memperbaiki cara pemerintah berkomunikasi dengan rakyat.
Ia menegaskan bahwa tujuan pertemuan dengan para komunikolog bukanlah untuk melawan pemerintah, melainkan untuk membantu pemerintah agar kebijakan dan programnya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
"Pertemuan ini bukan untuk melawan pemerintah, tapi untuk memperbaiki cara pemerintah agar didengar rakyatnya," ujar JK.
Pertemuan dengan Komunikolog Indonesia
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah komunikolog terkemuka hadir, di antaranya Emrus Sihombing, Effendi Gazali, Hasrullah, Iwel Sastra, Usman Abdhali Watik, Nero Adriani, Suko Widodo, Prof. Soraya, Mosidik, Adriano Qalbi, Gun Gun Heryanto, Nani Nurani Muchsin, Jumadal Simamora, dan Marsefio Sevyone.
Mereka menyampaikan pandangan bahwa komunikasi publik yang lemah dapat menghambat efektivitas kebijakan pemerintah.*
(tm/dh)
GUNUNGSITOLI Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta seluruh kepala daerah di Kepulauan Nias segera mengusulkan pro
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Medan tidak sekadar menjadi organisa
PEMERINTAHAN
BENER MERIAH Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Aceh melakukan supervisi kesiapsiagaan Pasukan Pengendali Massa (Dalmas) di Markas Po
NASIONAL
MEDAN Bagi masyarakat yang baru ingin mencoba hobi mendaki gunung, menentukan lokasi pendakian pertama kerap menjadi tantangan. Selain ing
PARIWISATA
NIAS SELATAN Jalan penghubung Kecamatan Sidua&039ori menuju Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, putus total setela
PERISTIWA
TAPANULI SELATAN Anggota Komisi III DPR RI Soedeson Tandra meminta aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman maksimal terhadap MH alias K
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kabar duka datang dari Liga Satu Rugby Jepang atau Japan Rugby League One. Pemain rugby asal Fiji, Saimoni Vunilagi, meninggal d
INTERNASIONAL
DELI SERDANG Sebanyak 28 ton ikan mas milik 14 peternak di Kecamatan STM Hilir dan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, mat
PERISTIWA
JAKARTA Nama Mohammad Noer, mantan Gubernur Jawa Timur periode 19671976, kembali menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto me
SOSOK
MEDAN Pemerintah Kota Medan berkomitmen terus membenahi berbagai sektor pelayanan dasar masyarakat dalam memaknai Kemerdekaan Republik I
PEMERINTAHAN