BREAKING NEWS
Selasa, 24 Maret 2026

Presiden Prabowo Merangkul Tokoh Nasional dan Masyarakat dalam Griya di Istana, Peneliti BRIN: Kunci Stabilitas Politik dan Keamanan Negara

Raman Krisna - Selasa, 24 Maret 2026 13:36 WIB
Presiden Prabowo Merangkul Tokoh Nasional dan Masyarakat dalam Griya di Istana, Peneliti BRIN: Kunci Stabilitas Politik dan Keamanan Negara
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Joko Widodo dalam acara griya di Istana Kepresidenan Jakarta pada Sabtu, 21 Maret 2026. (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menggelar acara griya di Istana Kepresidenan Jakarta pada Sabtu, 21 Maret 2026, yang dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, pejabat negara, serta masyarakat umum.

Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan, dengan membangun komunikasi yang lebih terbuka antar pemimpin bangsa.

Peneliti senior dari Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, menilai langkah Presiden Prabowo untuk merangkul berbagai kalangan melalui dialog langsung merupakan tindakan yang sangat positif.

Baca Juga:

Ia berpendapat, acara tersebut tidak hanya sekadar untuk menjaga situasi kondusif tetapi juga sebagai sarana untuk membangun kesepahaman yang lebih mendalam antara pemerintah dan elemen-elemen masyarakat.

"Dengan adanya dialog terbuka tersebut, Presiden dapat menjaga stabilitas politik dan keamanan negara. Hal ini sangat penting untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif," ujar Lili Romli, Selasa (24/3/2026).

Lili menambahkan bahwa meskipun acara griya tersebut telah dilakukan, langkah ini harus dilanjutkan dengan dialog yang berkesinambungan.

Ia menegaskan bahwa komunikasi yang terjalin secara langsung antara Presiden dan tokoh nasional akan menciptakan kesepahaman dan dapat menghasilkan langkah-langkah positif bagi kemajuan bangsa.

"Dialog dua arah yang dibangun melalui pertemuan semacam ini adalah hal yang sangat baik dan harus terus dilakukan. Ini untuk memastikan ada pemahaman yang mendalam antara pemerintah dan seluruh elemen bangsa yang ingin melihat Indonesia maju dan sejahtera," jelas Lili.

Menurut Lili, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi Presiden Prabowo untuk menjelaskan kebijakan-kebijakan yang telah diambil serta yang sedang dijalankan oleh pemerintah.

"Presiden mengundang berbagai tokoh dan elit politik untuk membangun komunikasi langsung, sekaligus menjelaskan berbagai kebijakan yang sedang diterapkan," ujar Lili.

Lili juga mengingatkan bahwa untuk menjaga keberlanjutan komunikasi yang positif, penting bagi Presiden Prabowo untuk menerima dan menindaklanjuti masukan serta saran yang diberikan oleh tokoh-tokoh tersebut.

Jika tidak, maka komunikasi tersebut hanya akan dianggap sebagai formalitas belaka.

"Persoalan akan muncul jika masukan dari berbagai tokoh tersebut diabaikan. Dialog yang ada hanya menjadi prosedur tanpa tindak lanjut, yang tentu saja akan merugikan stabilitas politik di tanah air. Namun, saya yakin Presiden Prabowo akan menerima semua masukan dengan lapang dada," tambahnya.

Acara griya ini berlangsung setelah Presiden Prabowo beramah tamah dengan masyarakat, serta menerima kedatangan sejumlah tokoh besar, termasuk Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), serta Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri.

Dalam pertemuan ini, berbagai isu strategis dan pandangan politik saling dipertukarkan.

Sebelum acara gelar griya tersebut, Presiden Prabowo juga telah mengadakan pertemuan lebih dulu dengan Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, membahas isu-isu penting yang menjadi perhatian nasional.

Dengan langkah-langkah komunikasi yang terbuka dan konstruktif ini, Prabowo Subianto berupaya memperkuat hubungan antar elit politik dan menjaga agar pemerintahan tetap stabil dan fokus pada pembangunan nasional.*


(at/ad)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemerintah Batalkan Pembelajaran Daring, Fokus pada Pembelajaran Luring untuk Cegah Learning Loss
ASN Pemprov Sumut Kembali Bekerja 25 Maret 2026, Terapkan Sistem WFO dan WFH 50:50
Subsatgas Pam Tempat Keramaian Lakukan Patroli Dialogis di Pantai Mertasari, Jaga Kamtibmas Selama Operasi Ketupat Agung 2026
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Dimulai: Ini Daftar Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Terbaru di SPBU
Prabowo Tegaskan Investasi Asing Harus Dukung Hilirisasi Industri Nasional
Iran Tegaskan Kapal Tanpa Afiliasi AS dan Israel Bisa Lewat Selat Hormuz dengan Keamanan Terjamin
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru