MEDAN – Saman Kanu, mantan Sekretaris PAC PDIPMedan Polonia, menyoroti ketidakpastian yang mengelilingi kepengurusan DPCPDIPMedan, khususnya setelah pelantikan Boydo Panjaitan dan Fuad Akbar sebagai sekretaris dan bendahara DPCMedan oleh Ketua DPD beberapa waktu lalu.
Menurut Saman, tidak adanya pengesahan SK Kepengurusan DPCPDIPMedan oleh DPP menjadi indikasi bahwa pelantikan tersebut tidak sah dan tidak diakui oleh partai.
"Saya melihat adanya peluang untuk konferensi cabang (Konfercab) ulang, terutama mengingat SK DPC yang tak kunjung turun. Ini menunjukkan bahwa pelantikan Boydo dan Fuad belum sah, dan itu memicu keresahan di kalangan kader," ujar Saman Kanu kepada wartawan di Medan, Selasa (24/3).
Saman juga menyampaikan keprihatinannya terhadap ketidaksolidan di tubuh DPCPDIPMedan yang dinilai tidak menjalankan roda organisasi dengan baik.
Ia menilai bahwa kepemimpinan DPCMedan saat ini lebih berfokus pada pengelolaan organisasi seperti perusahaan pribadi, ketimbang sebagai partai yang mengedepankan kebersamaan dan persatuan kader.
"Ketua terpilih seharusnya lebih mengakomodasi aspirasi kader dan mematuhi petunjuk DPP, salah satunya dengan menerima Robi Barus dan David Roni Ganda Sinaga dalam kepengurusan. Namun, apa yang terjadi adalah mereka sengaja diabaikan, dan ini adalah bentuk pembangkangan terhadap Ketua Umum Ibu Mega," ujar Saman.
Ia menambahkan bahwa ketidakmauan untuk bekerja sama dengan dua kader tersebut justru menciptakan perpecahan di tubuh partai dan merusak keharmonisan yang selama ini menjadi ciri khas PDIP.
Saman Kanu juga menekankan bahwa cara-cara yang digunakan oleh kepengurusan DPCPDIPMedan yang berorientasi pada pengelolaan partai seperti mengelola perusahaan harus dihentikan.
Ia menyarankan agar Konfercab Medan segera dilakukan untuk mengevaluasi kepemimpinan Hasyim sebagai Ketua DPCMedan dan mengembalikan PDIPMedan kepada prinsip-prinsip organisasi partai yang lebih demokratis dan inklusif.
"PDIP adalah partai yang dicintai oleh para kader dan simpatisan. Praktik mengurus DPC seperti PT atau perusahaan pribadi tidak boleh terjadi. Kami ingin agar partai ini kembali pada prinsip kebersamaan dan gotong royong," tambah Saman.
Ia pun mengungkapkan keyakinannya bahwa DPPPDIP kini menyadari adanya ketidakberesan di DPCPDIPMedan, dan itulah mengapa SKDPCMedan belum juga disahkan.
Saman optimistis bahwa setelah libur Idul Fitri, DPP akan segera menggelar Konfercab di Medan, yang juga melibatkan DPCPDIP Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Simalungun.