Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Imam Fauzan A. Uskara membantah tudingan adanya pemecatan massal ratusan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Ia menyebut informasi yang disampaikan Sekretaris Jenderal GPK Thobahul Aftoni sebagai narasi yang tidak sesuai fakta dan berpotensi memicu kegaduhan internal partai.
Fauzan menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan sikap resmi GPK yang selama ini, menurut dia, tetap mendukung kepengurusan PPP yang sah sesuai keputusan pemerintah.
Baca Juga:
"Apa yang disampaikan saudara Toni adalah narasi provokatif di tengah dinamika internal. Pernyataan tersebut sama sekali tidak mewakili sikap GPK," kata Fauzan kepada wartawan, Minggu (19/4/2026).
Ia menegaskan, proses konsolidasi internal PPP saat ini masih berjalan, mulai dari Musyawarah Wilayah (Muswil) hingga Musyawarah Cabang (Muscab).
Menurutnya, struktur organisasi partai di berbagai daerah tetap solid.
Fauzan juga membantah adanya kebijakan pemecatan massal seperti yang ditudingkan. Ia menyebut langkah DPP PPP lebih pada penataan organisasi sesuai mekanisme internal partai.
Menurut dia, penunjukan pelaksana tugas (Plt) di sejumlah daerah dilakukan karena kepengurusan sebelumnya tidak menjalankan kewajiban organisasi, termasuk tidak melaksanakan Muswil sesuai aturan partai.
Sementara itu, pergantian kepengurusan di tingkat DPC, kata Fauzan, lebih banyak disebabkan oleh berakhirnya masa berlaku surat keputusan (SK), bukan pemecatan.
"Banyak kepengurusan yang masa SK-nya habis dan diperpanjang dengan komposisi yang sama. Jadi bukan diberhentikan, melainkan perpanjangan masa tugas," ujarnya.
Ia mencontohkan di Jawa Timur, dari 38 DPC, sebanyak 26 DPC mengalami perpanjangan SK dengan struktur yang sama seperti sebelumnya.
Fauzan mengimbau seluruh kader PPP untuk menahan diri dan tidak memperkeruh situasi dengan pernyataan yang dapat memecah soliditas partai.
Ia menekankan pentingnya konsolidasi menjelang agenda politik ke depan, termasuk verifikasi Pemilu 2029.
"Yang lebih penting saat ini adalah memperkuat konsolidasi hingga ke akar rumput," kata dia.*
(sn/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.