DPR Minta Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Tak Sekadar Jemput Bola, Harus Berbasis Perlindungan Anak
JAKARTA DPR RI mendorong proses rekrutmen siswa Sekolah Rakyat tidak hanya dilakukan dengan metode jemput bola, tetapi juga harus berbas
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Menjelang penyelenggaraan Kongres V, Gerakan Rakyat Berantas Korupsi (GERBRAK) mengangkat tema tajam sebagai wujud refleksi bersama, yaitu "Meninjau Ulang 28 Tahun Reformasi: Indonesia Mengalami Kemunduran".
Tema ini menjadi dasar penilaian organisasi terhadap perjalanan bangsa yang dinilai belum menghadirkan perubahan berarti, terutama dalam tiga pilar utama: pemberantasan korupsi, penegakan hukum, dan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Hampir tiga dekade setelah dimulainya perubahan sistem kenegaraan, GERBRAK menilai justru terjadi pelemahan semangat perbaikan di sejumlah sektor kunci.
Baca Juga:
Usulan dukungan ini pertama kali disampaikan secara resmi oleh Irpan (Koordinator Daerah GERBRAK DKI Jakarta) dan Muhajirin Ringo-Ringo (Koordinator Daerah GERBRAK Riau).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan pembentukan Panitia Penyelenggara yang berlangsung pada 20 April 2026 di Hotel Sofyan, Jalan Cut Mutia Nomor 9, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.
Kedua tokoh organisasi tersebut menegaskan bahwa dukungan ini bukanlah sekadar pendapat pribadi, melainkan aspirasi kolektif kader dari berbagai daerah.
"Ini bukan sekadar wacana belaka. Sebagian besar daerah menginginkan Bung Saharuddin melanjutkan perjuangan. Kami hanya menjadi penghubung suara mereka," ungkap Irpan dan Muhajirin.
Semangat serupa disampaikan oleh M. Amin, Koordinator GERBRAK Kepulauan Bangka Belitung. Ia menyatakan bahwa dukungan terhadap Saharuddin telah menyebar luas ke 25 provinsi di seluruh Indonesia. Berdasarkan arus dukungan yang masif tersebut, peluang Saharuddin terpilih secara aklamasi pada Kongres V dinilai sangat besar.
"Melihat dukungan yang terus mengalir dari Sabang sampai Merauke, besar kemungkinan Kongres nanti menetapkan Bung Saharuddin sebagai pemimpin secara aklamasi. Ini wujud kepercayaan kader," tegas M. Amin.
Sepanjang masa kepemimpinannya, Saharuddin dikenal sebagai tokoh gerakan yang konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat. Ia kerap menggerakkan aksi massa dan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan pemberantasan korupsi, khususnya di wilayah Sumatera Utara. Di bawah pimpinannya, GERBRAK hadir sebagai garda terdepan pengawas kebijakan negara.
Berbagai bentuk perjuangan dilakukan organisasi ini, mulai dari penyampaian aspirasi di mimbar rakyat hingga aksi unjuk rasa. Seluruh langkah tersebut kerap digelar bertepatan dengan momen penting, salah satunya Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia setiap tanggal 9 Desember. Gerakan ini bertujuan agar kasus-kasus korupsi yang belum selesai mendapat perhatian serius dari pengambil kebijakan.
Selain melakukan aksi lapangan, Saharuddin dan jajarannya secara tegas mendesak Aparat Penegak Hukum – mulai dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hingga Kejaksaan Agung – bekerja lebih profesional dan adil.
Isu strategis yang terus didesak penuntasannya meliputi pengelolaan tambang nikel serta hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Sumatera Utara.
Kritikan tajam juga kerap dilontarkan Saharuddin terhadap kebijakan nasional pemberantasan korupsi. Ia mempertanyakan kesungguhan pemerintah dalam melaksanakan janji-janji perbaikan, apakah telah berjalan nyata atau hanya sekadar tulisan dalam dokumen kebijakan semata.
GERBRAK berpandangan bahwa pengawasan aktif dari rakyat merupakan kunci utama untuk menekan penyalahgunaan kekuasaan. Oleh karena itu, organisasi ini terus mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Menguatnya kepercayaan terhadap Saharuddin dinilai sebagai keinginan bersama akan kesinambungan perjuangan. Kesepakatan untuk mengangkatnya secara aklamasi dianggap cerminan persatuan organisasi.
Meski demikian, sejumlah elemen berharap agar penyelenggaraan Kongres V tetap mengedepankan prinsip musyawarah untuk mufakat dan nilai-nilai demokrasi.
Kongres V GERBRAK diharapkan tidak hanya menjadi ajang pemilihan pemimpin, tetapi juga penegas peran organisasi sebagai kekuatan moral bangsa.
Dengan semangat memperbaiki arah perjalanan Reformasi, forum ini ditargetkan melahirkan langkah nyata demi terwujudnya Indonesia yang bersih, jujur, dan berkeadilan.mk_03*
(dh)
JAKARTA DPR RI mendorong proses rekrutmen siswa Sekolah Rakyat tidak hanya dilakukan dengan metode jemput bola, tetapi juga harus berbas
PEMERINTAHAN
JAKARTA Harga sejumlah bahan pangan di tingkat pedagang eceran terpantau bergerak beragam pada Minggu (26/4/2026), dengan telur ayam ras
EKONOMI
JAKARTA Badan Pangan Nasional (Badan Pangan Nasional) meminta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lebih ketat dan te
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan kualitas rumput Stadion Utama Sumut akan membaik sebelum pelaksanaan Piala AFF U19
OLAHRAGA
JAKARTA Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sebanyak 845 sanksi kepada 494 perusahaan tercatat (emiten) sepanjang tiga bulan pertama
EKONOMI
JAKARTA Kode redeem Free Fire (FF) terbaru kembali dirilis hari ini, Minggu (26/4/2026). Deretan kode ini menjadi salah satu bentuk apre
SAINS DAN TEKNOLOGI
ASTANA Utusan Khusus Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB untuk Air, Retno Marsudi, bertemu langsung dengan Presiden Kazakhstan KassymJomar
INTERNASIONAL
JAKARTA Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli membahas rencana penambahan kuota Progr
NASIONAL
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini, Minggu (26/4/2026), terpantau tidak mengalami peruba
EKONOMI
ISTANBUL Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan melakukan perundingan dalam kondisi tekanan, ancaman, maupun b
INTERNASIONAL