BREAKING NEWS
Minggu, 26 April 2026

Isu Degradasi Reformasi Menguat, Saharuddin Berpeluang Terpilih Aklamasi di Kongres V GERBRAK

Muhammad Taufik - Sabtu, 25 April 2026 17:29 WIB
Isu Degradasi Reformasi Menguat, Saharuddin Berpeluang Terpilih Aklamasi di Kongres V GERBRAK
GERBRAK mengangkat tema tajam sebagai wujud refleksi bersama, yaitu "Meninjau Ulang 28 Tahun Reformasi: Indonesia Mengalami Kemunduran". (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menjelang penyelenggaraan Kongres V, Gerakan Rakyat Berantas Korupsi (GERBRAK) mengangkat tema tajam sebagai wujud refleksi bersama, yaitu "Meninjau Ulang 28 Tahun Reformasi: Indonesia Mengalami Kemunduran".

Tema ini menjadi dasar penilaian organisasi terhadap perjalanan bangsa yang dinilai belum menghadirkan perubahan berarti, terutama dalam tiga pilar utama: pemberantasan korupsi, penegakan hukum, dan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Hampir tiga dekade setelah dimulainya perubahan sistem kenegaraan, GERBRAK menilai justru terjadi pelemahan semangat perbaikan di sejumlah sektor kunci.

Semangat pemberantasan korupsi yang menjadi ruh utama perjuangan Reformasi dinilai semakin luntur. Kondisi inilah yang mendorong organisasi untuk memperkuat komitmennya melalui forum tertinggi tersebut.

Selain membahas evaluasi kebangsaan, persiapan Kongres V juga diwarnai dinamika penentuan kepemimpinan baru. Nama Saharuddin kembali mengemuka sebagai figur terkuat untuk kembali memegang jabatan Koordinator Nasional (Koornas).

Baca Juga:

Usulan dukungan ini pertama kali disampaikan secara resmi oleh Irpan (Koordinator Daerah GERBRAK DKI Jakarta) dan Muhajirin Ringo-Ringo (Koordinator Daerah GERBRAK Riau).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan pembentukan Panitia Penyelenggara yang berlangsung pada 20 April 2026 di Hotel Sofyan, Jalan Cut Mutia Nomor 9, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Kedua tokoh organisasi tersebut menegaskan bahwa dukungan ini bukanlah sekadar pendapat pribadi, melainkan aspirasi kolektif kader dari berbagai daerah.

"Ini bukan sekadar wacana belaka. Sebagian besar daerah menginginkan Bung Saharuddin melanjutkan perjuangan. Kami hanya menjadi penghubung suara mereka," ungkap Irpan dan Muhajirin.

Semangat serupa disampaikan oleh M. Amin, Koordinator GERBRAK Kepulauan Bangka Belitung. Ia menyatakan bahwa dukungan terhadap Saharuddin telah menyebar luas ke 25 provinsi di seluruh Indonesia. Berdasarkan arus dukungan yang masif tersebut, peluang Saharuddin terpilih secara aklamasi pada Kongres V dinilai sangat besar.

"Melihat dukungan yang terus mengalir dari Sabang sampai Merauke, besar kemungkinan Kongres nanti menetapkan Bung Saharuddin sebagai pemimpin secara aklamasi. Ini wujud kepercayaan kader," tegas M. Amin.

Sepanjang masa kepemimpinannya, Saharuddin dikenal sebagai tokoh gerakan yang konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat. Ia kerap menggerakkan aksi massa dan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan pemberantasan korupsi, khususnya di wilayah Sumatera Utara. Di bawah pimpinannya, GERBRAK hadir sebagai garda terdepan pengawas kebijakan negara.


Berbagai bentuk perjuangan dilakukan organisasi ini, mulai dari penyampaian aspirasi di mimbar rakyat hingga aksi unjuk rasa. Seluruh langkah tersebut kerap digelar bertepatan dengan momen penting, salah satunya Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia setiap tanggal 9 Desember. Gerakan ini bertujuan agar kasus-kasus korupsi yang belum selesai mendapat perhatian serius dari pengambil kebijakan.

Selain melakukan aksi lapangan, Saharuddin dan jajarannya secara tegas mendesak Aparat Penegak Hukum – mulai dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hingga Kejaksaan Agung – bekerja lebih profesional dan adil.

Isu strategis yang terus didesak penuntasannya meliputi pengelolaan tambang nikel serta hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Sumatera Utara.

Kritikan tajam juga kerap dilontarkan Saharuddin terhadap kebijakan nasional pemberantasan korupsi. Ia mempertanyakan kesungguhan pemerintah dalam melaksanakan janji-janji perbaikan, apakah telah berjalan nyata atau hanya sekadar tulisan dalam dokumen kebijakan semata.

GERBRAK berpandangan bahwa pengawasan aktif dari rakyat merupakan kunci utama untuk menekan penyalahgunaan kekuasaan. Oleh karena itu, organisasi ini terus mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Menguatnya kepercayaan terhadap Saharuddin dinilai sebagai keinginan bersama akan kesinambungan perjuangan. Kesepakatan untuk mengangkatnya secara aklamasi dianggap cerminan persatuan organisasi.

Meski demikian, sejumlah elemen berharap agar penyelenggaraan Kongres V tetap mengedepankan prinsip musyawarah untuk mufakat dan nilai-nilai demokrasi.

Kongres V GERBRAK diharapkan tidak hanya menjadi ajang pemilihan pemimpin, tetapi juga penegas peran organisasi sebagai kekuatan moral bangsa.

Dengan semangat memperbaiki arah perjalanan Reformasi, forum ini ditargetkan melahirkan langkah nyata demi terwujudnya Indonesia yang bersih, jujur, dan berkeadilan.mk_03*

(dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Forkopimda Asahan–Tanjung Balai Perkuat Sinergi di Makodim 0208/Asahan, Momentum HUT Penuh Keakraban
KPK Serahkan Tiga Rekomendasi Tata Kelola Partai Politik ke Presiden dan DPR RI
PTUN Tolak Gugatan Koalisi Sipil, Fadli Zon: Tak Ada Pemerkosaan Massal 1998
Pendekar Prabowo: Ketika Kerja Nyata Bersuara Lebih Nyaring
Hebat! RI Peringkat Dua Negara Paling Tangguh Hadapi Guncangan Energi Dunia
Puan Maharani Soroti Lonjakan Harga Energi dan Sembako, Nilai Bebani Daya Beli Masyarakat Kecil
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru