Aceh Utara Semarakkan HUT Ke-81 RI, Kodim Gelar Lomba Hias Gampong Berhadiah Rp100 Juta
ACEH UTARA Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026, Komando Distrik Militer (Kodim) 0103/Aceh U
NASIONAL
JAKARTA – Menjelang penyelenggaraan Kongres V, Gerakan Rakyat Berantas Korupsi (GERBRAK) mengangkat tema tajam sebagai wujud refleksi bersama, yaitu "Meninjau Ulang 28 Tahun Reformasi: Indonesia Mengalami Kemunduran".
Tema ini menjadi dasar penilaian organisasi terhadap perjalanan bangsa yang dinilai belum menghadirkan perubahan berarti, terutama dalam tiga pilar utama: pemberantasan korupsi, penegakan hukum, dan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Hampir tiga dekade setelah dimulainya perubahan sistem kenegaraan, GERBRAK menilai justru terjadi pelemahan semangat perbaikan di sejumlah sektor kunci.
Baca Juga:
Usulan dukungan ini pertama kali disampaikan secara resmi oleh Irpan (Koordinator Daerah GERBRAK DKI Jakarta) dan Muhajirin Ringo-Ringo (Koordinator Daerah GERBRAK Riau).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan pembentukan Panitia Penyelenggara yang berlangsung pada 20 April 2026 di Hotel Sofyan, Jalan Cut Mutia Nomor 9, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.
Kedua tokoh organisasi tersebut menegaskan bahwa dukungan ini bukanlah sekadar pendapat pribadi, melainkan aspirasi kolektif kader dari berbagai daerah.
"Ini bukan sekadar wacana belaka. Sebagian besar daerah menginginkan Bung Saharuddin melanjutkan perjuangan. Kami hanya menjadi penghubung suara mereka," ungkap Irpan dan Muhajirin.
Semangat serupa disampaikan oleh M. Amin, Koordinator GERBRAK Kepulauan Bangka Belitung. Ia menyatakan bahwa dukungan terhadap Saharuddin telah menyebar luas ke 25 provinsi di seluruh Indonesia. Berdasarkan arus dukungan yang masif tersebut, peluang Saharuddin terpilih secara aklamasi pada Kongres V dinilai sangat besar.
"Melihat dukungan yang terus mengalir dari Sabang sampai Merauke, besar kemungkinan Kongres nanti menetapkan Bung Saharuddin sebagai pemimpin secara aklamasi. Ini wujud kepercayaan kader," tegas M. Amin.
Sepanjang masa kepemimpinannya, Saharuddin dikenal sebagai tokoh gerakan yang konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat. Ia kerap menggerakkan aksi massa dan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan pemberantasan korupsi, khususnya di wilayah Sumatera Utara. Di bawah pimpinannya, GERBRAK hadir sebagai garda terdepan pengawas kebijakan negara.
Berbagai bentuk perjuangan dilakukan organisasi ini, mulai dari penyampaian aspirasi di mimbar rakyat hingga aksi unjuk rasa. Seluruh langkah tersebut kerap digelar bertepatan dengan momen penting, salah satunya Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia setiap tanggal 9 Desember. Gerakan ini bertujuan agar kasus-kasus korupsi yang belum selesai mendapat perhatian serius dari pengambil kebijakan.
Selain melakukan aksi lapangan, Saharuddin dan jajarannya secara tegas mendesak Aparat Penegak Hukum – mulai dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hingga Kejaksaan Agung – bekerja lebih profesional dan adil.
Isu strategis yang terus didesak penuntasannya meliputi pengelolaan tambang nikel serta hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Sumatera Utara.
Kritikan tajam juga kerap dilontarkan Saharuddin terhadap kebijakan nasional pemberantasan korupsi. Ia mempertanyakan kesungguhan pemerintah dalam melaksanakan janji-janji perbaikan, apakah telah berjalan nyata atau hanya sekadar tulisan dalam dokumen kebijakan semata.
GERBRAK berpandangan bahwa pengawasan aktif dari rakyat merupakan kunci utama untuk menekan penyalahgunaan kekuasaan. Oleh karena itu, organisasi ini terus mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Menguatnya kepercayaan terhadap Saharuddin dinilai sebagai keinginan bersama akan kesinambungan perjuangan. Kesepakatan untuk mengangkatnya secara aklamasi dianggap cerminan persatuan organisasi.
Meski demikian, sejumlah elemen berharap agar penyelenggaraan Kongres V tetap mengedepankan prinsip musyawarah untuk mufakat dan nilai-nilai demokrasi.
Kongres V GERBRAK diharapkan tidak hanya menjadi ajang pemilihan pemimpin, tetapi juga penegas peran organisasi sebagai kekuatan moral bangsa.
Dengan semangat memperbaiki arah perjalanan Reformasi, forum ini ditargetkan melahirkan langkah nyata demi terwujudnya Indonesia yang bersih, jujur, dan berkeadilan.mk_03*
(dh)
ACEH UTARA Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026, Komando Distrik Militer (Kodim) 0103/Aceh U
NASIONAL
LHOKSEUMAWE Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran memberikan arahan tegas kepada seluruh prajurit dan Aparatur Sipi
NASIONAL
BANDUNG Panitia Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat Tahun 2026 mulai mematangkan berbagai persi
NASIONAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., melakukan pertemuan dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap alasan melakukan penggeledahan terhadap rumah mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan proses impor minyak dari Rusia tahap pertama telah ter
EKONOMI
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan elpiji subs
EKONOMI
MELAWI Tayangan tidak pantas yang muncul di videotron kawasan Bundaran Nanga Pinoh atau Bundaran Naruto, Kabupaten Melawi, Kalimantan Ba
PERISTIWA
BANDUNG Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan bahwa aksi begal merupakan tindak kriminal yang harus ditindak secara
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Ketua DPRD Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Juprizal, untuk diperiksa seb
HUKUM DAN KRIMINAL