BREAKING NEWS
Sabtu, 25 April 2026

Pendekar Prabowo: Ketika Kerja Nyata Bersuara Lebih Nyaring

Adam - Sabtu, 25 April 2026 07:45 WIB
Pendekar Prabowo: Ketika Kerja Nyata Bersuara Lebih Nyaring
Presiden Prabowo Subianto. (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh: Adib Miftahul

BENJAMIN Franklin pernah mewariskan sebuah adagium klasik: "Well done is better than well said." Kerja nyata jauh lebih berharga dibandingkan sekadar kata-kata manis.

Namun, apa yang disampaikan oleh salah satu founding father Amerika Serikat itu seolah menjadi paradoks di era kekinian.

Baca Juga:

Benarkah sekadar "kerja nyata" sudah cukup di era digital yang bising ini? Jawabannya bisa sangat relatif, apalagi jika kita menariknya ke dalam lanskap pemerintahan dan kebijakan publik di Indonesia.

Di era media sosial, masyarakat rentan terjebak pada bias heuristik-kecenderungan psikologis yang membuat kita lebih mudah menyerap dan memercayai informasi negatif yang memicu emosi.

Akibatnya, saluran informasi publik lebih sering memberi panggung bagi para aktor penebar sentimen sinis.


Sebaliknya, banyak terobosan positif yang justru sengaja dibiaskan dan diputarbalikkan menjadi misinformasi yang menakutkan.

Ingat kembali masa pandemi Covid-19; vaksin yang secara sains merupakan kunci penyelamat umat manusia, justru dinarasikan sebagai propaganda asing untuk pembunuhan massal.

Atau dalam dunia korporasi negara, ketika ada upaya positif merampingkan anak cucu perusahaan yang merugi demi efisiensi, narasinya malah dipelintir menjadi "negara bangkrut yang mengobral aset."

Begitu brutalnya realitas media sosial saat ini. Banyak pihak yang akhirnya terjangkit sindrom "Not to impact, but to impress"-bekerja bukan untuk memberikan dampak fundamental, melainkan sekadar mencari validasi, panggung, dan metrik popularitas yang artifisial.

Di tengah kebisingan inilah, kita patut memaknai ulang fenomena "diamnya" orang-orang berprestasi. Inilah yang disebut dengan The Art of Silence (Seni Diam).

Diam di sini bukan berarti pasif, melainkan sebuah ruang inkubasi untuk eksekusi strategis. Karena bagaimanapun juga, prinsip sejati dari sebuah kebijakan adalah melahirkan manfaat, bukan sekadar memoles citra.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KUR Mandiri 2026 Tawarkan Pinjaman hingga Rp100 Juta, Ini Syarat dan Cara Pengajuannya
Penyerapan Pupuk Subsidi di Sumatera Tembus 683 Ribu Ton hingga April 2026
Forkopimda Asahan–Tanjung Balai Perkuat Sinergi dalam Silaturahmi di Makodim 0208
Bobby Nasution Gandeng YCKI Dorong Ekonomi Hijau dan Biru di Sumut, Fokus Keberlanjutan Lingkungan
Purbaya Tegaskan Rencana Pajak Jalan Tol dan Orang Kaya (HWI) Belum Akan Diterapkan dalam Waktu Dekat
IHSG Melemah, Purbaya Tetap Pede Tembus 10.000 Tahun Ini
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru