BREAKING NEWS
Sabtu, 08 Agustus 2026

Pendekar Prabowo: Ketika Kerja Nyata Bersuara Lebih Nyaring

- Sabtu, 25 April 2026 07:45 WIB
Pendekar Prabowo: Ketika Kerja Nyata Bersuara Lebih Nyaring
Presiden Prabowo Subianto. (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Kita perlu mendorong lebih banyak kisah tentang para pekerja sunyi ini untuk muncul ke permukaan. Hal ini krusial untuk mengimbangi narasi misinformasi yang kerap disebar demi kepentingan politik sempit.

Memang, di awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, masih ada pekerjaan rumah di sana-sini.

Namun, objektivitas menuntut kita untuk melihat prestasi besar yang sedang dicetak, khususnya dalam mengubah haluan dari pertumbuhan ekonomi yang semu (artificial economic growth) menuju pertumbuhan yang fundamental.

Sebagai contoh nyata, mari lihat sepak terjang Menteri Pertanian Amran Sulaiman, sang arsitek swasembada pangan.

Ia menjadi sejarah tersendiri karena di tengah dunia yang dihantui krisis dan ancaman kelaparan, Indonesia perlahan namun pasti mampu membangun ketahanan pangannya.

Ini bukan sekadar klaim, melainkan kerja teknis mencetak sawah baru, memperbaiki tata niaga pupuk, hingga optimalisasi irigasi.

Ada pula sosok Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang secara konsisten membuktikan bahwa dirinya adalah tipe pemimpin yang lebih banyak bekerja ketimbang bersuara.

Peningkatan citra dan kinerja Polri dapat dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat luas.

Tanpa banyak drama di depan kamera, Listyo Sigit melakukan bersih-bersih internal secara tegas tanpa pandang bulu, mendorong digitalisasi layanan kepolisian (seperti tilang elektronik/ETLE) yang meminimalkan pungli, serta mengedepankan keadilan restoratif (restorative justice) yang benar-benar menyentuh rasa keadilan masyarakat di akar rumput.

Ia menjadikan Polri sebagai shock absorber di tengah gejolak sosial, bukan pembuat riuh.

Pun halnya dengan Dony Oskaria, Kepala Badan Pelaksana (BP) BUMN. Ia adalah contoh sempurna dari penerapan The Art of Silence dalam manajemen korporasi.

Sebagai arsitek transformasi BUMN, ia melakukan konsolidasi masif yang memangkas jumlah entitas BUMN dari 1.077 perusahaan yang tumpang tindih, menjadi hanya 257 perusahaan yang fokus dan berdaya saing.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KUR Mandiri 2026 Tawarkan Pinjaman hingga Rp100 Juta, Ini Syarat dan Cara Pengajuannya
Penyerapan Pupuk Subsidi di Sumatera Tembus 683 Ribu Ton hingga April 2026
Forkopimda Asahan–Tanjung Balai Perkuat Sinergi dalam Silaturahmi di Makodim 0208
Bobby Nasution Gandeng YCKI Dorong Ekonomi Hijau dan Biru di Sumut, Fokus Keberlanjutan Lingkungan
Purbaya Tegaskan Rencana Pajak Jalan Tol dan Orang Kaya (HWI) Belum Akan Diterapkan dalam Waktu Dekat
IHSG Melemah, Purbaya Tetap Pede Tembus 10.000 Tahun Ini
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Menyelamatkan Fiskal Daerah

Menyelamatkan Fiskal Daerah

Oleh Yakub F. IsmailKIAMAT fiskal sedang membayangi sejumlah daerah yang kini tengah menderita teakanan keuangan.Alarm tersebut sekaligus m

OPINI