Prakiraan Cuaca Aceh Sabtu 22 Agustus 2026: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
BANDA ACEH Cuaca di sejumlah wilayah Aceh pada Sabtu, 22 Agustus 2026, diprakirakan bervariasi mulai dari cerah, cerah berawan, berawan
NASIONAL
JAKARTA – Polemik mengenai keterlibatan Didit Hediprasetyo Foundation (DHF) sebagai sponsor penyelenggaraan ARTJOG terus menuai perhatian. Direktur Eksekutif Indonesian Initiative for Strategic and Policy Studies (INISIATOR), Yakub F. Ismail, menilai publik perlu membedakan secara tegas antara dukungan pendanaan terhadap kegiatan seni dengan dugaan intervensi terhadap kebebasan berekspresi.
Yakub mengatakan, pandangan yang mengaitkan keterlibatan DHF dengan posisi Didit Hediprasetyo sebagai putra Presiden Prabowo Subianto merupakan hal yang dapat dipahami sebagai bagian dari dinamika publik. Namun, menurutnya, menyimpulkan bahwa kehadiran yayasan tersebut merupakan bentuk intervensi kekuasaan terhadap ruang seni merupakan penilaian yang terlalu dini.
"Menurut saya, kita perlu membedakan secara tegas antara dukungan dari sebuah yayasan dengan upaya untuk mengintervensi karya seni. Menarik kesimpulan adanya upaya intervensi kekuasaan melalui kehadiran DHF adalah sesuatu yang terburu-buru," kata Yakub di Jakarta, Senin (6/7).Baca Juga:
Ia menilai keterlibatan DHF seharusnya dipandang sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan ekosistem seni, bukan representasi kepentingan politik. Yakub juga mengingatkan bahwa Didit Hediprasetyo telah lama dikenal sebagai desainer dan pelaku industri kreatif dengan rekam jejak di bidang seni dan desain, jauh sebelum Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Menurut Yakub, dukungan terhadap penyelenggaraan festival seni merupakan praktik yang lazim di berbagai negara. Pendanaan dapat berasal dari yayasan, lembaga filantropi, maupun sektor swasta selama tidak disertai upaya mengendalikan isi maupun arah kebebasan berkarya para seniman.
Ia menegaskan bahwa keberadaan sponsor tidak serta-merta menghilangkan independensi dunia seni. Yang lebih penting, kata dia, adalah menjaga batas yang jelas antara dukungan pendanaan dengan intervensi terhadap kemerdekaan berekspresi.
"Hal yang perlu dilakukan adalah menjaga batas yang tegas antara dukungan pendanaan dan intervensi kemerdekaan berkarya atau berekspresi," ujarnya.
Yakub menambahkan, ruang seni harus tetap menjadi ruang yang netral dan bebas dari kepentingan politik maupun simbolik. Menurutnya, keberlanjutan ekosistem seni tidak hanya membutuhkan dukungan pendanaan, tetapi juga komitmen semua pihak untuk menjaga independensi dan kebebasan berekspresi.
"Ekosistem seni memerlukan dukungan yang luas. Namun, dukungan tersebut harus mampu membatasi diri agar ruang seni tetap netral dan merdeka. Itulah hakikat kesenian yang harus kita jaga bersama," tutupnya.* (dh)
BANDA ACEH Cuaca di sejumlah wilayah Aceh pada Sabtu, 22 Agustus 2026, diprakirakan bervariasi mulai dari cerah, cerah berawan, berawan
NASIONAL
MEDAN Cuaca di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Sabtu, 22 Agustus 2026, diprakirakan didominasi hujan ringan. Beberapa daerah lainny
NASIONAL
JAKARTA Cuaca di seluruh wilayah DKI Jakarta pada Sabtu, 22 Agustus 2026, diprakirakan cerah. Suhu udara berada di kisaran 2635 derajat
NASIONAL
BANDUNG Cuaca di sejumlah wilayah Jawa Barat pada Sabtu, 22 Agustus 2026, diprakirakan didominasi kondisi cerah. Sejumlah daerah lainnya
NASIONAL
YOGYAKARTA Cuaca di sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu, 22 Agustus 2026, diprakirakan didominasi kondisi cerah
NASIONAL
DENPASAR Cuaca di sejumlah wilayah Bali pada Sabtu, 22 Agustus 2026, diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan. Jembrana diprediksi
NASIONAL
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
PEMATANGSIANTAR Seorang pengemudi mobil, Sapriadi (47), diamuk warga setelah diduga meninggalkan lokasi kecelakaan lalu lintas di Kota P
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Video Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, yang terlihat emosional saat berdebat dengan petugas Badan Nasional P
PERISTIWA
SURABAYA Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengancam akan mengumumkan nama partai politi
POLITIK