Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Syafruddin kemudian meminta perhatian aparat diarahkan pada awal Desember 2026. Ia menyebut sejumlah tanggal historis pada periode tersebut berpotensi kembali menjadi momentum penyampaian narasi politik terkait Aceh maupun Papua.
"Radar deteksi dini intelijen sudah mulai bekerja sebelum Desember. Hal ini penting untuk mencegah potensi mobilisasi massa secara luas, mengingat momentum tersebut bertepatan dengan peringatan HUT GAM di Aceh dan HUT OPM di Papua," ujarnya.
Menurut dia, langkah antisipasi dapat dilakukan melalui pemetaan aktor dan jaringan, pemantauan mobilisasi massa, pengamatan terhadap perkembangan narasi di ruang digital serta penguatan koordinasi antarinstansi.
"Ancaman aksi seperti yang terjadi pada 15 Agustus 2026 masih berpotensi muncul kembali. Desember harus dipandang sebagai momentum yang perlu diantisipasi sejak jauh hari," katanya.
Meski demikian, Syafruddin menekankan penguatan fungsi intelijen tidak semata-mata dilakukan melalui pendekatan keamanan. Pencegahan, kata dia, tetap harus dilaksanakan secara profesional, terukur, sesuai hukum serta mengedepankan komunikasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
"Intelijen yang kuat bukan yang baru bergerak setelah masalah terjadi, tetapi yang mampu membaca tanda-tanda awal sehingga persoalan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi eskalasi," pungkasnya.* (dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.