Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta kepolisian menindaklanjuti informasi palsu atau hoaks yang beredar di media sosial terkait kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia.
Sahroni menilai sejumlah konten yang beredar berpotensi membentuk persepsi keliru mengenai agenda Presiden Prabowo selama berada di Rusia.
Menurut dia, penyebaran hoaks juga dapat mengganggu kualitas diskusi publik dan demokrasi.
Baca Juga:
Politikus Partai NasDem itu meminta aparat penegak hukum lebih aktif memantau konten di media sosial yang diduga mengandung informasi palsu.
Menurut Sahroni, tindakan tegas diperlukan agar penyebaran informasi menyesatkan tidak terus berulang.
"Karena ruang informasi kita sudah terlalu sering ditimpa kritik tipe hoaks semacam ini. Saya rasa pihak berwajib, yaitu kepolisian, harus mulai fokus menyisir hal-hal seperti ini yang terjadi di media sosial, jangan dibiarkan dan ditoleransi. Sedikit banyak harus diberi efek jera," kata Sahroni yang dijuluki Crazy Rich Tanjung Priok, kepada wartawan, Minggu (6/9/2026).
Hoaks merupakan informasi yang sengaja dibuat atau disebarkan seolah-olah benar, padahal tidak sesuai dengan fakta.
Sahroni mengatakan konten semacam itu dapat membuat masyarakat kesulitan membedakan kritik yang berbasis fakta dengan informasi palsu.
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Vladivostok, Rusia, untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) atau Forum Ekonomi Kawasan Timur 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi sejumlah pejabat, yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Prabowo tiba di Bandara Internasional Vladivostok (Knevichi) pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 10.20 waktu setempat.
Presiden kemudian kembali ke Indonesia pada Jumat (4/9/2026) dini hari.
Eastern Economic Forum 2026 berlangsung pada 1-4 September di Vladivostok, kota pelabuhan di Rusia bagian timur yang berada di tepi Samudra Pasifik.
Forum tersebut bertujuan mendorong pengembangan ekonomi kawasan Timur Jauh Rusia sekaligus memperluas kerja sama ekonomi di kawasan Asia Pasifik.
Para peserta EEF dapat bertemu dengan mitra, investor, regulator, serta membuka akses terhadap pasar baru.
Forum ini mempertemukan perwakilan pemerintah, perusahaan, dan pakar dari Rusia serta negara lain untuk membahas berbagai peluang kerja sama dan proyek baru.
Pada 2026, sejumlah isu yang menjadi fokus EEF antara lain kerja sama internasional, pengembangan teknologi, peningkatan kualitas hidup, investasi, serta pembangunan infrastruktur.
EEF diselenggarakan oleh Roscongress Foundation, lembaga nonkeuangan yang berorientasi sosial dan didirikan berdasarkan keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Forum ini digelar setiap tahun sejak 2015, kecuali pada 2020 karena pandemi.
Universitas Federal Timur Jauh di Vladivostok menjadi lokasi penyelenggaraan EEF.
Sahroni menyayangkan munculnya sejumlah misinformasi yang dinilai dapat membangun persepsi negatif terhadap agenda kenegaraan Presiden Prabowo di Rusia.
Menurut dia, penyebaran hoaks tidak hanya berpotensi menyesatkan publik, tetapi juga dapat memicu konflik dan mengganggu kualitas demokrasi.
"Hoaks-hoaks seperti ini berbahaya dan mengadu domba, dan justru akan sangat mengaburkan iklim demokrasi di Indonesia. Jadi akan sangat mengaburkan mana kritik yang bagus, dan yang mana yang hoaks dan ujaran kebencian. Jadi nanti begitu ada yang kritik bagus malah ujung-ujungnya dikira ujaran kebencian," ucap Sahroni.
Salah satu video yang beredar di media sosial menarasikan seolah-olah Presiden Rusia Vladimir Putin tidak mengindahkan salaman Presiden Prabowo.
Video lainnya memuat narasi bahwa Menteri Luar Negeri Sugiono tertidur saat menghadiri EEF ke-11.
Namun, tudingan terhadap Sugiono tersebut tidak didukung oleh rekaman video secara utuh.
Dalam video yang lebih lengkap, Sugiono terlihat sedang membuka dan membaca buku catatan kecil bersampul merah, bukan tertidur seperti narasi yang beredar.
Sahroni meminta kepolisian tidak membiarkan penyebaran konten semacam itu terus berlangsung.
Menurut dia, tindakan terhadap pembuat maupun penyebar hoaks diperlukan agar ruang informasi publik tidak semakin dipenuhi informasi yang menyesatkan.
Dia berharap penanganan hoaks oleh aparat dapat sekaligus menjaga ruang demokrasi.
Dengan begitu, masyarakat tetap dapat menyampaikan kritik secara sehat tanpa tercampur dengan informasi palsu maupun ujaran kebencian.
Prabowo tercatat telah dua kali berkunjung ke Rusia sepanjang 2026.
Kunjungan pertama dilakukan pada April 2026. Saat itu, Prabowo mengunjungi Istana Kremlin dan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin.
Menurut keterangan Kantor Staf Kepresidenan, kedua kepala negara membahas berbagai isu strategis serta peluang peningkatan kerja sama bilateral di sejumlah bidang.
Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan pertemuan terbatas dalam format tête-à-tête.
Indonesia dan Rusia telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1950.
Kedua negara terus memelihara hubungan berdasarkan prinsip saling menghormati dan kepentingan bersama.
"Bagi Indonesia, Rusia merupakan mitra penting dan strategis yang memiliki arti signifikan baik secara geopolitik maupun geoekonomi. Sementara itu, Indonesia merupakan salah satu mitra utama Rusia di kawasan Asia Pasifik, khususnya di lingkup ASEAN," demikian keterangan laman Kementerian Sekretariat Negara.
"Pertemuan di Kremlin ini tidak hanya mempererat hubungan bilateral, tetapi juga menegaskan peran aktif Indonesia dan Rusia dalam menjaga stabilitas serta mendorong kemakmuran kawasan dan dunia."* (tm/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.