BREAKING NEWS
Jumat, 09 Oktober 2026

Budi Arie Bela Gibran di Tengah Wacana Pemakzulan: Jangan Sekali-Sekali Lawan Anak Muda!

Raman Krisna - Jumat, 09 Oktober 2026 14:58 WIB
Budi Arie Bela Gibran di Tengah Wacana Pemakzulan: Jangan Sekali-Sekali Lawan Anak Muda!
Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi (saat itu) di Kementerian Kominfo pada Rabu (24/7/2024). (foto: Dok. Biro Humas Kementerian Kominfo)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menilai tekanan dan tantangan politik merupakan bagian penting dalam membentuk karakter seorang pemimpin.

Ia menyinggung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kini menjadi sorotan setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan mengenai statusnya sebagai wakil presiden.

Budi Arie menilai usia Gibran yang masih di bawah 40 tahun memberinya kesempatan panjang untuk menjalani proses politik dan mengembangkan kepemimpinan.

Baca Juga:

Menurut dia, tantangan yang dihadapi anak muda justru dapat menjadi bagian dari proses pendewasaan.

"Saya selalu bilang, wanti-wanti ke temen saya. Lu jangan ngelawan anak muda. Jangan sekali-sekali lu lawan anak muda. Kenapa? Kita makin menua, dia makin bersinar," kata Budi Arie kepada wartawan, Jumat (9/10/2026).

Ia berpandangan, seorang pemimpin perlu melewati berbagai tekanan agar memiliki mental yang kuat ketika menghadapi persaingan politik.

Menurut dia, proses yang berat dapat membentuk ketangguhan seseorang dalam memperjuangkan tujuan.

"Kalau pemimpin nggak digodok, bukan pemimpin, biar aja. Semua yang prosesnya keras, pasti jadi petarung sejati," tegasnya.

Untuk memperkuat pandangannya, Budi Arie mencontohkan perjalanan politik Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai kegigihan Prabowo yang berulang kali mengikuti pemilihan presiden sebelum akhirnya terpilih pada 2024 merupakan contoh sikap pantang menyerah.

"Kenapa saya kagum sama Pak Prabowo? Berapa kali dia maju? 5 kali, dan dia nggak mau nyerah," tuturnya.

Budi Arie mengatakan, kegigihan tersebut menjadi salah satu alasan dirinya mendukung Prabowo dalam Pilpres 2024.

Ia juga menekankan bahwa waktu dan proses dapat mendewasakan seseorang ketika menghadapi kegagalan maupun tekanan.

"Loh bayangin kalah bertanding, kalah, maju terus. Dan saya yakin kok, biar aja semua kan waktu mendewasakan kita. Begitu, proses. Proses tidak pernah mengkhianati hasilnya," pungkasnya yang langsung disambut riuh tepuk tangan peserta diskusi.


Pernyataan Budi Arie disampaikan ketika Gibran menghadapi sorotan setelah putusan MK terkait gugatan mengenai persyaratan pencalonannya sebagai wakil presiden.

Polemik tersebut turut memunculkan perdebatan politik mengenai langkah yang dapat ditempuh sejumlah pihak setelah putusan pengadilan.

Dalam pernyataannya, Budi Arie lebih menekankan pentingnya proses, ketahanan mental, dan kegigihan dalam perjalanan seorang pemimpin.

Ia memandang tekanan politik bukan semata-mata hambatan, melainkan juga bagian dari proses pembentukan karakter.

Meski demikian, pandangan Budi Arie mengenai ketangguhan Gibran merupakan penilaian politiknya.

Hal itu perlu dibedakan dari persoalan hukum yang menjadi pokok gugatan di MK.*(kp/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wacana Pemakzulan Gibran, Bobby Nasution Ingatkan: Pikirkan Masyarakat yang Masih Kesulitan
Jokowi Gabung PSI, Akankah Bobby Nasution Tinggalkan Gerindra?
Mahfud MD Buka Suara soal Nasib Gibran Usai Putusan MK: Bola Itu Tergantung Politik
Polemik Ijazah Gibran Masuk DPR: PKB Usul Pansus, Golkar Pilih Panggil KPU-Bawaslu
Pernyataan Jokowi Berubah soal Prabowo-Gibran Dua Periode, Ini Respons Golkar
Teka-teki Rumah Politik Gibran
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru