Iskandar Muda Hasibuan: Pilpres 2029 Bukan Sekadar Elektabilitas, tetapi Ujian Kepercayaan Publik
BANDA ACEH Pemilihan Presiden 2029 dinilai tidak cukup dibaca melalui angka elektabilitas dan perubahan dukungan terhadap para tokoh pol
POLITIK
JAKARTA — Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei terbaru mengenai elektabilitas sejumlah tokoh yang berpotensi maju dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2029.
Dalam survei yang dilakukan pada 1–10 Oktober 2026 itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menempati posisi teratas, sedangkan elektabilitas Presiden Prabowo Subianto tercatat menurun dibandingkan survei Februari–Maret 2026.
Berdasarkan simulasi semi terbuka SMRC, Dedi Mulyadi memperoleh elektabilitas sebesar 35,5 persen.Baca Juga:
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di posisi kedua dengan 10,3 persen, disusul Prabowo Subianto dengan 9,8 persen.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada di posisi berikutnya dengan elektabilitas 8,4 persen.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperoleh 5 persen.
Daftar 10 besar dalam survei tersebut juga mencakup Ganjar Pranowo, Agus Harimurti Yudhoyono, Sherly Tjoanda Laos, Mahfud MD, dan Kaesang Pangarep.
Hasil ini menggambarkan pilihan responden dalam simulasi survei, bukan hasil pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 2029.
Pencalonan setiap tokoh nantinya juga bergantung pada dinamika politik dan keputusan partai politik.
SMRC mencatat perubahan elektabilitas yang cukup besar antara Prabowo Subianto dan Dedi Mulyadi dalam rentang survei Februari–Maret hingga Oktober 2026.
Pada survei Februari–Maret 2026, elektabilitas Prabowo tercatat sebesar 33,3 persen.
Angka itu turun menjadi 9,8 persen dalam survei Oktober 2026, atau berkurang 23,5 poin persentase.
Sebaliknya, elektabilitas Dedi Mulyadi meningkat dari 23,3 persen menjadi 35,5 persen dalam periode yang sama.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan 12,2 poin persentase.
Perubahan itu menempatkan Dedi di atas Prabowo dalam simulasi pilihan calon presiden yang dilakukan SMRC.
Namun, angka survei tersebut tidak secara otomatis menentukan siapa yang akan maju sebagai calon presiden pada 2029.
Status politik Dedi juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Ia merupakan kader Partai Gerindra, partai yang juga menjadi kendaraan politik Prabowo.
Karena itu, peluang Dedi untuk maju sebagai calon presiden akan bergantung pada keputusan pencalonan dan dinamika internal partai.
Dalam simulasi dua nama yang mempertemukan Dedi Mulyadi dan Prabowo Subianto, SMRC mencatat Dedi memperoleh dukungan 69,3 persen.
Prabowo memperoleh dukungan 18,8 persen, sedangkan 12 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Hasil tersebut memperlihatkan keunggulan Dedi dalam simulasi berpasangan yang dilakukan pada survei tersebut.
Meski demikian, simulasi ini tidak dapat diperlakukan sebagai prediksi hasil Pilpres 2029 karena komposisi kandidat dan situasi politik masih dapat berubah.
Selain itu, dukungan terhadap seorang tokoh dalam survei tidak selalu berarti tokoh tersebut akan memperoleh tiket pencalonan dari partai politik.
Penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden tetap melalui proses politik sesuai ketentuan yang berlaku.
SMRC merilis hasil survei tersebut pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Pengumpulan data dilakukan pada 1–10 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.213 responden.
Survei menggunakan dua metode pengumpulan data.
Sebanyak 1.013 responden diwawancarai melalui telepon, sedangkan responden lainnya diwawancarai secara tatap muka.
Untuk wawancara melalui telepon, SMRC menggunakan pemilihan responden secara acak dengan metode double sampling.
Adapun wawancara tatap muka menggunakan metode stratified multistage random sampling, yakni pemilihan sampel secara bertahap dengan mempertimbangkan pengelompokan tertentu.
SMRC mencatat margin of error survei sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Margin of error merupakan perkiraan rentang ketidakpastian statistik yang dapat muncul akibat penggunaan sampel.
Karena itu, hasil survei perlu dibaca dengan mempertimbangkan metode penelitian dan kondisi saat data dikumpulkan.
Peta elektabilitas yang disajikan SMRC berbeda dari hasil survei Media Survei Nasional (Median) yang dipublikasikan pada Januari 2026.
Namun, kedua survei tersebut menggunakan pendekatan dan kelompok responden yang berbeda sehingga hasilnya tidak dapat dibandingkan secara langsung.
Dalam survei Median pada 9–13 Januari 2026, Prabowo menempati posisi pertama dengan elektabilitas 27,8 persen.
Anies Baswedan berada di posisi kedua dengan 19,9 persen, sedangkan Dedi Mulyadi memperoleh 17,4 persen.
Survei Median melibatkan 1.000 pengguna aktif media sosial berusia 17–60 tahun ke atas yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi.
Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner di media sosial.
Perbedaan metode dan karakteristik responden penting diperhatikan saat membaca hasil kedua survei.
Survei yang melibatkan pengguna media sosial tidak serta-merta mewakili seluruh pemilih dengan cara yang sama seperti survei nasional yang menggunakan metode pengambilan sampel berbeda.
Dengan masih tersisanya waktu menuju Pilpres 2029, angka elektabilitas para tokoh berpotensi berubah mengikuti perkembangan politik, penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintah, dan keputusan partai dalam menentukan calon yang akan diusung.* (tb/ad)
BANDA ACEH Pemilihan Presiden 2029 dinilai tidak cukup dibaca melalui angka elektabilitas dan perubahan dukungan terhadap para tokoh pol
POLITIK
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta seluruh kepala daerah kabupaten dan kota mempercepat pendataan calon penerima bantu
PEMERINTAHAN
JAKARTA Eks Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) periode 2025/2026 sekaligus mantan Ketua BEM Universi
NASIONAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban serta memperkuat kerukunan antarum
NASIONAL
MEDAN Persaingan mendapatkan pekerjaan di Kota Medan masih menjadi tantangan bagi para pencari kerja pada 2026. Dalam satu kegiatan rekr
NASIONAL
MEDAN Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kota Medan. Volume sampah yang dihasilkan setiap hari diperkirakan
NASIONAL
MEDAN Penanganan kriminalitas di Sumatera Utara sepanjang 2026 mencakup berbagai jenis tindak pidana, mulai dari peredaran narkotika hin
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menempuh upaya hukum kasasi setelah dua kali kalah dalam perkara gugatan pegawai
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presenter Ruben Onsu menceritakan kisah di balik keputusannya mengadopsi seorang bayi lakilaki yang kini diberi nama Thayaka Pu
ENTERTAINMENT
JAKARTA Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menilai kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto selama dua tahu
POLITIK