Kejagung Ungkap Alasan Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Ini Pertimbangannya
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap alasan di balik keputusan menahan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus)
HUKUM DAN KRIMINAL
bitvonline.com- Sebuah video mengejutkan yang menampilkan robot humanoid kehilangan kendali dan "mengamuk" saat pengujian di sebuah pabrik di China viral di internet dan memicu perdebatan publik soal potensi risiko teknologi kecerdasan buatan (AI).
Dalam video yang diunggah oleh akun X milik NEXTA TV, terlihat robot Unitree H1 tengah menjalani uji coba sambil tergantung pada derek konstruksi. Namun, situasi tiba-tiba berubah kacau saat robot tersebut melakukan gerakan tak terkendali — mengepakkan lengan dan kaki dengan liar, hingga menyebabkan dudukannya terseret dan peralatan elektronik berjatuhan.
Seorang pekerja terlihat sigap mencoba menstabilkan robot yang berperilaku aneh tersebut, namun gerakan tak terkontrol terus berlangsung.
"Beginilah penampakan pemberontakan mesin," tulis akun tersebut dalam keterangan videonya.
Video berdurasi singkat ini telah ditonton ratusan ribu kali dan memicu reaksi beragam dari warganet. Sebagian menyuarakan kekhawatiran terhadap kemungkinan "pemberontakan AI" di masa depan, sementara yang lain menjelaskan bahwa insiden itu murni akibat kegagalan teknis.
"Jelas tidak seimbang, lalu mencoba menggunakan algoritma untuk menyeimbangkan kembali. Tapi karena algoritmanya belum disetel, robot malah makin kacau," tulis salah satu pengguna.
Tak sedikit pula yang mengaitkan peristiwa ini dengan meningkatnya kemampuan robot humanoid yang kini semakin menyerupai manusia. Bahkan, pada April lalu, publik juga dihebohkan dengan video robot humanoid yang mengikuti lomba lari half-marathon melawan manusia di Beijing, menunjukkan kemampuan fisik dan kecerdasan mesin yang makin berkembang.
Fenomena ini membuat diskusi tentang etika dan keamanan AI kembali mencuat. Banyak yang mendesak agar pengembangan AI dan robotika dilakukan dengan pengawasan ketat dan regulasi yang matang.*
(km/j006)
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap alasan di balik keputusan menahan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus)
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang guru sekolah dasar (SD), Ika Indah Sari (38), kembali mendatangi Markas Polda Sumatera Utara dengan membawa dua orang saks
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Tim gabungan Polda Sumatera Utara dan Polrestabes Medan hingga Sabtu (25/7/2026) masih menyelidiki penyebab pasti ledakan hebat ya
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas menjelaskan alasan pemerintah melakukan penyesuaian tarif layanan kewarganegaraan me
NASIONAL
JAKARTA Penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantas
NASIONAL
BANDA ACEH Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh menggelar pelatihan Training of Trainer (ToT) Satu Data Muhammadiyah (SatuMu) sebaga
PENDIDIKAN
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan selama periode 2024 Juli 2026 dengan kinerja positif. Indeks ditutup me
EKONOMI
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Febri Diansyah, mengungkapkan rangkaian pr
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum Don Ritto, Handika Honggowongso, menilai Kejaksaan Agung (Kejagung) terlalu cepat menghubungkan temuan uang dan emas s
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan mengunjungi stan Bhayangkari Daerah Aceh dalam ajang Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara (KB
EKONOMI