300 Pramuka Siaga Ramaikan “Pesta Siaga” di Raman Utara, Belajar Keterampilan Hidup Secara Langsung
LAMPUNG TIMUR Sebanyak 300 Pramuka Siaga dari berbagai Gugus Depan seKecamatan Raman Utara mengikuti kegiatan Pesta Siaga di SDN 1 Rama
NASIONAL
JAKARTA — Masalah rem blong masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan fatal di jalan raya Indonesia.
Kondisi ini menjadi momok menakutkan bagi pengendara, terutama saat melintasi jalur menurun atau ketika berkendara dengan kecepatan tinggi.
Perwakilan Bendix Indonesia, Rahmat Dwinata, menyebut bahwa salah satu penyebab umum rem blong adalah kampas rem yang terlalu panas karena penggunaan terus-menerus tanpa jeda.
"Rem blong terjadi karena kampas rem itu bisa jadi panas, akibat terus-menerus digunakan tanpa jeda," kata Rahmat , Selasa (29/7/2025).
Apa Itu Rem Blong dan Mengapa Sangat Berbahaya?
Rem blong merupakan kondisi di mana sistem pengereman kendaraan gagal berfungsi sebagaimana mestinya. Dalam situasi ini, pengemudi tidak dapat mengendalikan kecepatan kendaraan secara efektif, sehingga sangat rentan menimbulkan kecelakaan, khususnya di jalanan menurun, bergelombang, atau padat kendaraan.
Penyebab Umum Terjadinya Rem Blong
Kegagalan Mekanis
Komponen rem yang rusak atau aus, seperti kampas habis, cakram retak, hingga selang rem bocor, membuat sistem pengereman tidak optimal.
Kehabisan Minyak Rem
Minyak rem sangat penting dalam proses pengereman. Jika volumenya habis atau bocor, tekanan dari pedal tidak akan sampai ke roda.
Overheat pada Sistem Rem
Penggunaan rem yang terus-menerus saat menuruni bukit tanpa henti bisa memicu panas berlebih, menyebabkan efektivitas rem menurun drastis bahkan gagal total.
Faktor Manusia Sama Pentingnya
Tak hanya masalah teknis, kesalahan perilaku pengemudi juga sering kali menjadi pemicu rem blong. Salah satu kebiasaan berbahaya adalah mematikan mesin di jalan menurun untuk menghemat bahan bakar. Padahal, ini bisa menyebabkan rem angin kehilangan tekanan dan akhirnya gagal bekerja.
Selain itu, minimnya pemeriksaan rutin terhadap sistem rem sebelum berkendara membuat potensi rem blong semakin besar.
Pesan untuk Pengendara: Jangan Abaikan Sistem Rem
Masalah rem bukanlah hal sepele. Kombinasi antara kerusakan teknis dan kelalaian manusia bisa berujung pada tragedi. Maka dari itu, penting bagi pengendara untuk:
Melakukan pemeriksaan rutin sistem pengereman, termasuk kampas dan minyak rem.
Menghindari pengereman terus-menerus di jalan menurun — gunakan teknik engine brake.
Tidak mengabaikan gejala seperti bunyi aneh, pedal rem terasa dalam, atau getaran saat pengereman.
Dengan langkah preventif yang tepat, risiko rem blong bisa diminimalisir, dan keselamatan berkendara lebih terjamin.*
(bs/j006)
LAMPUNG TIMUR Sebanyak 300 Pramuka Siaga dari berbagai Gugus Depan seKecamatan Raman Utara mengikuti kegiatan Pesta Siaga di SDN 1 Rama
NASIONAL
PRINGSEWU Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sekaligus memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke80 Pers
KESEHATAN
PRINGSEWU Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka Sukoharjo menggelar Ramadhan Scouting Competition (RSC) 2026 di Lapangan Dirgahayu, Pekon Su
NASIONAL
PALEMBANG Ballroom Hotel Excelton malam itu dipenuhi kehangatan dan semangat kekeluargaan. Bukan sekadar pertemuan alumni, tapi ruang te
NASIONAL
PUNCAK JAYA Personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menggelar kegiatan pembinaan bagi generasi muda di wilayah pegunun
NASIONAL
TANGGAMUS Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tanggamus dit
PERISTIWA
PESAWARAN Bupati Pesawaran, Nanda Indira B, meninjau langsung lokasi terdampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Tegineneng, Sen
PERISTIWA
TANGGAMUS Aditya, remaja berusia 13 tahun warga Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, dilaporkan tenggelam d
PERISTIWA
PRINGSEWU Aksi pencurian sapi yang diduga dilakukan secara terorganisir di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, berakhir dramatis.
HUKUM DAN KRIMINAL
TANGGAMUS Aksi percobaan pencurian dengan pemberatan di Pekon Way Gelang, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, berakhir deng
HUKUM DAN KRIMINAL