JAKARTA — Masalah rem blong masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan fatal di jalan raya Indonesia.
Kondisi ini menjadi momok menakutkan bagi pengendara, terutama saat melintasi jalur menurun atau ketika berkendara dengan kecepatan tinggi.
Perwakilan Bendix Indonesia, Rahmat Dwinata, menyebut bahwa salah satu penyebab umum rem blong adalah kampas rem yang terlalu panas karena penggunaan terus-menerus tanpa jeda.
"Rem blong terjadi karena kampas rem itu bisa jadi panas, akibat terus-menerus digunakan tanpa jeda," kata Rahmat , Selasa (29/7/2025).
Rem blong merupakan kondisi di mana sistem pengereman kendaraan gagal berfungsi sebagaimana mestinya. Dalam situasi ini, pengemudi tidak dapat mengendalikan kecepatan kendaraan secara efektif, sehingga sangat rentan menimbulkan kecelakaan, khususnya di jalanan menurun, bergelombang, atau padat kendaraan.
Komponen rem yang rusak atau aus, seperti kampas habis, cakram retak, hingga selang rem bocor, membuat sistem pengereman tidak optimal.
Kehabisan Minyak Rem
Minyak rem sangat penting dalam proses pengereman. Jika volumenya habis atau bocor, tekanan dari pedal tidak akan sampai ke roda.
Overheat pada Sistem Rem
Penggunaan rem yang terus-menerus saat menuruni bukit tanpa henti bisa memicu panas berlebih, menyebabkan efektivitas rem menurun drastis bahkan gagal total.
Faktor Manusia Sama Pentingnya
Tak hanya masalah teknis, kesalahan perilaku pengemudi juga sering kali menjadi pemicu rem blong. Salah satu kebiasaan berbahaya adalah mematikan mesin di jalan menurun untuk menghemat bahan bakar. Padahal, ini bisa menyebabkan rem angin kehilangan tekanan dan akhirnya gagal bekerja.
Selain itu, minimnya pemeriksaan rutin terhadap sistem rem sebelum berkendara membuat potensi rem blong semakin besar.
Pesan untuk Pengendara: Jangan Abaikan Sistem Rem
Masalah rem bukanlah hal sepele. Kombinasi antara kerusakan teknis dan kelalaian manusia bisa berujung pada tragedi. Maka dari itu, penting bagi pengendara untuk:
Melakukan pemeriksaan rutin sistem pengereman, termasuk kampas dan minyak rem.
Menghindari pengereman terus-menerus di jalan menurun — gunakan teknik engine brake.
Tidak mengabaikan gejala seperti bunyi aneh, pedal rem terasa dalam, atau getaran saat pengereman.
Dengan langkah preventif yang tepat, risiko rem blong bisa diminimalisir, dan keselamatan berkendara lebih terjamin.*