Jelang Idulfitri, Korem 011/Lilawangsa Salurkan 2 Ton Zakat untuk Warga Lhokseumawe
LHOKSEUMAWE Menjelang akhir Ramadan 1447 Hijriah, pengurus Amil Zakat Masjid AlFitrah Korem 011/Lilawangsa menyalurkan zakat fitrah dan
NASIONAL
MEDAN (BITV) – WhatsApp, platform perpesanan populer milik Meta, resmi meluncurkan fitur terbarunya bertajuk "Bantuan Penulisan", yang menggunakan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) untuk membantu pengguna dalam menyusun pesan.
Fitur ini dihadirkan sebagai solusi cerdas yang mendukung kenyamanan sekaligus menjaga privasi pengguna tetap aman.
Dalam keterangan resminya, WhatsApp menjelaskan bahwa Bantuan Penulisan memungkinkan pengguna untuk memparafrase, memperbaiki, serta menyesuaikan nada dan gaya bahasa dalam pesan mereka.
Pengguna dapat memilih untuk mengubah pesan menjadi lebih profesional, santai, lucu, hingga suportif sesuai konteks yang diinginkan.
"Ini adalah fitur AI terbaru kami yang didukung oleh Pemrosesan Pribadi yang menjaga pesan Anda tetap sepenuhnya pribadi," tulis WhatsApp melalui situs resminya, dikutip Kamis (28/8/2025).
Meski melibatkan teknologi AI, WhatsApp menegaskan bahwa fitur ini tidak membuka akses bagi pengembang untuk membaca isi percakapan.
Semua proses pemrosesan dilakukan secara pribadi dan terenkripsi, sehingga keamanan dan kerahasiaan pesan pengguna tetap menjadi prioritas utama.
Dengan hadirnya fitur ini, pengguna tidak perlu lagi bergantung pada aplikasi pihak ketiga untuk menyusun atau memperbaiki pesan.
Segala proses kini bisa dilakukan langsung di dalam aplikasi WhatsApp, mempercepat respon dan mempermudah komunikasi sehari-hari.
WhatsApp juga menyertakan beberapa contoh praktis dari penggunaan fitur AI ini.
Misalnya, kalimat "Jangan tinggalkan kaos kaki kotor di sofa" dapat diubah menjadi versi yang lebih lucu atau halus dengan bantuan saran dari AI, sehingga komunikasi terasa lebih menyenangkan namun tetap efektif.
Fitur Bantuan Penulisan saat ini sedang diluncurkan dalam bahasa Inggris, dimulai dari Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya.
WhatsApp menyatakan bahwa peluncuran di negara dan bahasa lain, termasuk Indonesia, direncanakan pada akhir tahun ini.
"Kami berharap dapat menyediakannya dalam bahasa dan negara lain akhir tahun ini," tulis pihak WhatsApp.
Peluncuran fitur ini mencerminkan langkah WhatsApp dalam merespons kebutuhan komunikasi yang lebih personal dan ekspresif.
Tanpa harus meninggalkan platform, pengguna kini bisa menyesuaikan nada komunikasi sesuai situasi, baik untuk urusan pribadi, profesional, maupun sosial.
Fitur ini sekaligus memperkuat posisi WhatsApp sebagai platform yang tidak hanya mengedepankan kecepatan dan kenyamanan, namun juga privasi, kreativitas, dan inklusivitas.*
(vo/a008)
LHOKSEUMAWE Menjelang akhir Ramadan 1447 Hijriah, pengurus Amil Zakat Masjid AlFitrah Korem 011/Lilawangsa menyalurkan zakat fitrah dan
NASIONAL
DENPASAR Sebanyak 52 personel gabungan dari Kepolisian Daerah Bali dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan malam takbiran di Masjid Ukh
NASIONAL
DENPASAR Kepolisian Daerah Bali mengerahkan puluhan personel dalam rangka pengamanan malam takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H
NASIONAL
DENPASAR Kepolisian Daerah Bali mengerahkan puluhan personel untuk mengamankan pelaksanaan malam takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Kepolisian Resor Padangsidimpuan melalui Satuan Intelkam melakukan pemantauan intensif terhadap harga dan ketersediaan b
EKONOMI
JAKARTA Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh menanggapi wacana pemerintah mengenai penerapan kebijakan work
NASIONAL
JAKARTA Facebook, yang kini berada di bawah payung Meta, meluncurkan program baru bernama Creator Fast Track yang menawarkan bayaran hingg
SAINS DAN TEKNOLOGI
WASHINGTON D.C. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi pada Kamis (19/3/2026) bahwa dirinya telah memperingatkan Perda
INTERNASIONAL
ACEH BESAR Tiga doa Malaikat Jibril yang diaminkan oleh Nabi Muhammad SAW menjadi renungan mendalam bagi umat Islam di penghujung bulan Ra
AGAMA
OlehMarsudin Nainggolan.ADA satu jenis hukuman yang tidak pernah dijatuhkan di ruang sidang, tetapi dampaknya bisa jauh lebih panjang dari
OPINI