Prabowo Incar Keuntungan Danantara Jadi Cadangan APBN, Skemanya Masih Digodok
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto berencana mengalihkan sebagian keuntungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) u
PEMERINTAHAN
MEDAN (BITV) – WhatsApp, platform perpesanan populer milik Meta, resmi meluncurkan fitur terbarunya bertajuk "Bantuan Penulisan", yang menggunakan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) untuk membantu pengguna dalam menyusun pesan.
Fitur ini dihadirkan sebagai solusi cerdas yang mendukung kenyamanan sekaligus menjaga privasi pengguna tetap aman.
Dalam keterangan resminya, WhatsApp menjelaskan bahwa Bantuan Penulisan memungkinkan pengguna untuk memparafrase, memperbaiki, serta menyesuaikan nada dan gaya bahasa dalam pesan mereka.
Pengguna dapat memilih untuk mengubah pesan menjadi lebih profesional, santai, lucu, hingga suportif sesuai konteks yang diinginkan.
"Ini adalah fitur AI terbaru kami yang didukung oleh Pemrosesan Pribadi yang menjaga pesan Anda tetap sepenuhnya pribadi," tulis WhatsApp melalui situs resminya, dikutip Kamis (28/8/2025).
Meski melibatkan teknologi AI, WhatsApp menegaskan bahwa fitur ini tidak membuka akses bagi pengembang untuk membaca isi percakapan.
Semua proses pemrosesan dilakukan secara pribadi dan terenkripsi, sehingga keamanan dan kerahasiaan pesan pengguna tetap menjadi prioritas utama.
Dengan hadirnya fitur ini, pengguna tidak perlu lagi bergantung pada aplikasi pihak ketiga untuk menyusun atau memperbaiki pesan.
Segala proses kini bisa dilakukan langsung di dalam aplikasi WhatsApp, mempercepat respon dan mempermudah komunikasi sehari-hari.
WhatsApp juga menyertakan beberapa contoh praktis dari penggunaan fitur AI ini.
Misalnya, kalimat "Jangan tinggalkan kaos kaki kotor di sofa" dapat diubah menjadi versi yang lebih lucu atau halus dengan bantuan saran dari AI, sehingga komunikasi terasa lebih menyenangkan namun tetap efektif.
Fitur Bantuan Penulisan saat ini sedang diluncurkan dalam bahasa Inggris, dimulai dari Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya.
WhatsApp menyatakan bahwa peluncuran di negara dan bahasa lain, termasuk Indonesia, direncanakan pada akhir tahun ini.
"Kami berharap dapat menyediakannya dalam bahasa dan negara lain akhir tahun ini," tulis pihak WhatsApp.
Peluncuran fitur ini mencerminkan langkah WhatsApp dalam merespons kebutuhan komunikasi yang lebih personal dan ekspresif.
Tanpa harus meninggalkan platform, pengguna kini bisa menyesuaikan nada komunikasi sesuai situasi, baik untuk urusan pribadi, profesional, maupun sosial.
Fitur ini sekaligus memperkuat posisi WhatsApp sebagai platform yang tidak hanya mengedepankan kecepatan dan kenyamanan, namun juga privasi, kreativitas, dan inklusivitas.*
(vo/a008)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto berencana mengalihkan sebagian keuntungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) u
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid angkat bicara soal isu reshuffle kabinet se
POLITIK
JAKARTA Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap sekitar 300 ribu pecandu narkoba di Indonesia telah terdeteksi. Menurutn
NASIONAL
JAKARTA Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menjadikan kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gra
NASIONAL
BATU BARA Warga Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, mengeluhkan kondisi pasokan listrik yang dinilai semakin m
PERISTIWA
BANDA ACEH Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Banda Aceh Dr Sutio Jumagi Akhirno bertemu Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan di Mapolda Aceh,
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumatera Utara Poppy Marulita Hutagalung dimutasi dari jabatannya menjadi kepala bidang. Poppy ki
PEMERINTAHAN
MEDAN Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumatera Utara menempatkan khusus (patsus) Brigadir I setelah mantan istrinya, WLG, dit
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite untuk p
EKONOMI
JAKARTA Tim kuasa hukum mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menduga perkara dugaan korupsi pengelolaan kuota haji berpotensi menutupi
HUKUM DAN KRIMINAL