BREAKING NEWS
Minggu, 22 Maret 2026

Chrome Tetap Milik Google! Ini Harga yang Harus Dibayar

- Rabu, 03 September 2025 20:13 WIB
Chrome Tetap Milik Google! Ini Harga yang Harus Dibayar
Ilustrasi. (foto: Bloomberg)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Mehta mewajibkan perusahaan untuk membagikan data pencariannya kepada para pesaing untuk membantu mereka mengembangkan layanan yang kompetitif.

Selain itu, Google juga dilarang membuat perjanjian eksklusif dalam mendistribusikan produk-produk pencarian atau kecerdasan buatan (AI)-nya.

Aturan ini dimaksudkan agar perusahaan-perusahaan lain memiliki peluang yang setara untuk masuk ke pasar.

Wakil Presiden Urusan Regulasi Google, Lee-Anne Mulholland, menyatakan bahwa perusahaan akan meninjau dampak keputusan tersebut, terutama dalam hal perlindungan data pengguna.

"Kami mengapresiasi pengadilan atas pendekatan yang lebih seimbang, namun tetap khawatir bagaimana kewajiban berbagi data ini akan memengaruhi privasi pengguna kami," ujar Mulholland dalam keterangan tertulis.

Di sisi lain, Kepala Divisi Antimonopoli DOJ, Gail Slater, menyambut putusan ini sebagai kemenangan besar bagi konsumen dan prinsip persaingan pasar terbuka.

"Pemerintahan Trump pertama menggugat Google untuk mengakhiri praktik monopoli yang merugikan jutaan orang Amerika. Hari ini, pemerintahan Trump kedua meraih kemenangan dalam menghadirkan solusi yang adil bagi pasar," ujar Slater.

Departemen Kehakiman AS menggugat Google pada 2020 atas tuduhan memonopoli pasar mesin pencari dengan membayar miliaran dolar kepada perusahaan seperti Apple untuk menjadikan Google sebagai mesin pencari default di perangkat mereka.

Kasus ini menjadi salah satu gugatan antimonopoli terbesar terhadap perusahaan teknologi sejak era Microsoft pada awal 2000-an.*

(vo/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru