Wujud Kepedulian Sosial, Lapas Labuhan Ruku Salurkan Bantuan kepada Masyarakat dalam Rangka HBP ke-62
BATU BARA Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan membagikan paket bantuan ke
NASIONAL
JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menepis anggapan yang menyebut fenomena gerhana bulan berkaitan dengan terjadinya gempa bumi.
Penegasan ini disampaikan guna meredam berbagai spekulasi yang muncul menjelang Gerhana Bulan Total yang diprediksi akan terjadi pada 7–8 September 2025.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan bahwa meskipun gaya gravitasi Bulan dan Matahari memang memengaruhi pasang surut air laut serta memberi sedikit tekanan pada kerak bumi (disebut earth tides), pengaruh tersebut tidak cukup signifikan untuk memicu gempa bumi.
"Gaya gravitasi Bulan dan Matahari memang memengaruhi pasang surut laut dan sedikit menekan kerak Bumi, tetapi efek ini sangat kecil dibanding energi yang tersimpan di zona patahan. Tidak ada bukti ilmiah bahwa gerhana bulan memicu gempa bumi," tegas Daryono, Sabtu (6/9/2025).
Penjelasan Ilmiah BMKG tentang Gerhana Bulan
Dilansir dari laman resmi BMKG, gerhana bulan adalah peristiwa ketika cahaya Matahari terhalangi oleh Bumi, sehingga tidak semuanya sampai ke permukaan Bulan. Fenomena ini hanya bisa terjadi saat fase purnama, dan merupakan hasil dari pergerakan dinamis Matahari, Bumi, dan Bulan yang bisa diprediksi secara ilmiah.
Pada Gerhana Bulan Total, posisi Matahari-Bumi-Bulan sejajar dalam satu garis lurus, menyebabkan Bulan masuk ke bayangan inti (umbra) Bumi. Saat puncak gerhana, Bulan akan tampak berwarna merah jika langit cerah.
BMKG menjelaskan, warna merah pada Bulan disebabkan oleh hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi:
"Cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi akan terhambur. Cahaya biru dengan panjang gelombang pendek akan tersebar lebih banyak, sedangkan cahaya merah dengan panjang gelombang lebih panjang akan lolos dan mengenai permukaan Bulan."
Imbauan untuk Masyarakat
Dengan penjelasan ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh isu tidak berdasar yang menyebut gerhana sebagai pertanda bencana, termasuk kiamat atau gempa besar. Warga diharapkan lebih mempercayai informasi dari sumber resmi dan tetap tenang.*
BATU BARA Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan membagikan paket bantuan ke
NASIONAL
BATU BARA Ketua TP PKK Kabupaten Batu Bara yang diwakili Staf Ahli TP PKK, Ny. Leli Syafrizal, menghadiri kegiatan Sepekan Mengejar Imun
KESEHATAN
JAKARTA Harga sejumlah komoditas pangan di tingkat pedagang eceran masih bergerak tinggi pada Sabtu (11/4/2026) pagi. Pusat Informasi Ha
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan pada periode perdagangan 610 April 2026. Bursa Efek Indonesi
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dige
SOSOK
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa belasan pejabat Pemerintah Kabupaten Tulungagung ke Jakarta usai menjalani pemeriksaa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, menantang Menteri Perumahan dan Kaw
PERISTIWA
JAKARTA Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyoroti fenomena yang ia sebut sebagai inflasi pengamat di tengah derasnya arus opini
NASIONAL
MEDAN Di tengah derasnya arus globalisasi dan perubahan sosial yang kian cepat, masyarakat modern dihadapkan pada beragam persoalan, mul
SENI DAN BUDAYA
DELI SERDANG Kawasan wisata Batu Belah di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menjadi salah satu destinasi alam yang mul
PARIWISATA