BREAKING NEWS
Minggu, 08 Maret 2026

Tak Bisa Disuap, AI Diella Jadi Menteri Pengadaan Publik Albania?

- Minggu, 14 September 2025 09:46 WIB
Tak Bisa Disuap, AI Diella Jadi Menteri Pengadaan Publik Albania?
ilustrasi (foto: sisi)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Tirana, Albania – Sebuah gebrakan revolusioner dilakukan oleh Perdana Menteri Albania, Edi Rama, dengan menunjuk Diella, seorang menteri baru yang bukan manusia, melainkan sebuah Artificial Intelligence (AI). Diella kini memegang kendali penuh atas semua pengadaan publik di Albania.

Nama Diella, yang berarti "Matahari" dalam bahasa Albania, adalah simbol harapan baru untuk transparansi dan keadilan dalam sistem tender negara yang selama ini dinodai oleh korupsi.

"Diella adalah anggota kabinet pertama yang tidak hadir secara fisik, tapi ia diciptakan oleh AI. Ia akan membuat Albania menjadi negara dengan tender yang 100 persen bebas korupsi," ujar Rama, dikutip dari Reuters, Minggu (14/9/2025).

Baca Juga:
AI Jadi Menteri, Bukan Sekadar Asisten

Berbeda dari AI pada umumnya yang hanya berperan sebagai asisten administratif, Diella ditugaskan langsung untuk mengelola kontrak dan tender publik antara pemerintah dan perusahaan swasta. Ini mencakup proyek-proyek besar infrastruktur, layanan publik, hingga pengadaan logistik.

Platform e-Albania, tempat Diella beroperasi, telah diperkenalkan lebih dulu sebagai portal digital nasional. Kini, kehadiran Diella sebagai bagian dari kabinet membawa sistem itu naik ke level yang lebih tinggi.

Mengapa Diella? Korupsi Jadi Masalah Kronis

Penunjukan Diella adalah respons terhadap tingginya tingkat korupsi dalam sistem pengadaan di Albania. Kontrak pemerintah selama ini disebut-sebut sebagai pintu masuk praktik cuci uang dari perdagangan gelap seperti narkoba dan senjata.

"Dengan Diella, tak ada lagi godaan suap, tak ada tekanan politik, tak ada intervensi manusia. Ia hanya mematuhi algoritma transparansi dan integritas," ujar Rama.

Masih Ada Tanda Tanya

Meski begitu, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab:

Apakah Diella akan diawasi oleh manusia?

Bagaimana mekanisme koreksi jika terjadi kesalahan dalam sistem AI?

Siapa yang mengatur algoritma Diella?

Para pengamat menyebut bahwa meski inisiatif ini patut diapresiasi, tanpa pengawasan yang transparan, AI juga bisa menjadi alat manipulasi baru jika disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.

Ambisi Menuju Uni Eropa 2030

Langkah digitalisasi ekstrem ini juga dilihat sebagai bagian dari strategi Albania untuk mempercepat aksesi ke Uni Eropa pada tahun 2030. Namun, sejumlah analis politik menyebut target ini terlalu ambisius, mengingat masih banyak tantangan dalam hal supremasi hukum dan hak asasi manusia di negara tersebut.

Visual dan Layanan Diella

Secara tampilan, Diella digambarkan sebagai sosok perempuan yang mengenakan busana tradisional Albania. Ia melayani masyarakat lewat suara digital, memberi cap, serta stempel elektronik untuk mempercepat birokrasi yang selama ini lambat dan penuh celah.

Langkah Albania bisa jadi menjadi benchmark dunia dalam penggunaan AI dalam tata kelola pemerintahan. Namun, waktu yang akan membuktikan apakah Diella benar-benar akan "membakar" korupsi, atau hanya menjadi simbol digital belaka.*

(kp/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gubernur Bobby Nasution & Erick Thohir Tendang Bola Buka Pegadaian Championship 2025/2026 di Sumut
Ferry Irwandi Nyatakan Persoalan dengan TNI Telah Selesai: "Sudah Tidak Ada Proses Hukum"
Peluncuran iPhone Air di China Tertunda Akibat Kendala Regulasi eSIM
Dilanda Cemburu, Pria Beristri Siram Kekasih Gelap dan Anaknya dengan Air Keras di Padangsidimpuan
Mediasi Gagal, Sidang Cerai Dahlia Poland dan Fandy Christian Lanjut ke Pokok Perkara
Kerangka Manusia Ditemukan dalam Pohon Aren di Sergai, 8 Saksi Telah Diperiksa
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru