Ia menilai, pendekatan kreatif dalam mengemas ilmu astronomi akan mendorong rasa ingin tahu generasi muda dan memperkuat fondasi pendidikan sains nasional.
"Ke depannya, perluasan kolaborasi, aktivitas luar jaringan (luring), serta keterlibatan komunitas akan menjadi kunci untuk menjaga momentum ini. Astronomi seharusnya tidak hanya menjadi rasa penasaran, tetapi bagian penting dari budaya dan edukasi publik," kata Farahhati.
Melalui kegiatan seperti 100 Jam Astronomi, BRIN dan IAU berharap lebih banyak masyarakat, terutama generasi muda, dapat mengenal dan mencintai sains langit sebagai bagian dari kehidupan dan masa depan bangsa.*