Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Menanggapi laporan tersebut, Andy Stone, juru bicara Meta, membantah tudingan bahwa perusahaan sengaja mengambil keuntungan dari iklan penipuan.
Ia menyebut data dalam dokumen bocor itu merupakan "perkiraan kasar yang terlalu luas cakupannya."
Stone menegaskan bahwa sebagian besar iklan yang termasuk dalam hitungan tersebut adalah iklan sah, dan analisis internal itu digunakan untuk mengevaluasi efektivitas investasi keamanan, bukan untuk menilai ketergantungan perusahaan terhadap iklan scam.
Meta juga mengklaim telah menghapus lebih dari 134 juta iklan penipuan sepanjang 2025 dan menargetkan penurunan 50 persen iklan scam di sejumlah wilayah pada tahun mendatang.
Perusahaan menyebut laporan pengguna terkait iklan bermasalah telah turun 58 persen secara global dalam 18 bulan terakhir.
Meski demikian, laporan bocor ini kembali menyoroti dilema besar dalam bisnis media sosial modern: antara pertumbuhan pendapatan dan tanggung jawab etika terhadap pengguna.*
(k/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.