BREAKING NEWS
Senin, 23 Maret 2026

Menuju Era ‘Kesadaran Buatan’: Anak Digital Native Jadi Generasi Planetarian

T.Jamaluddin - Minggu, 23 November 2025 09:32 WIB
Menuju Era ‘Kesadaran Buatan’: Anak Digital Native Jadi Generasi Planetarian
Prof. Dr. Kamaruzzaman. M.Sh Akademisi dan Praktisi Dakwah Di sampaikan pada : pengajian rutin Ahad subuh, 23 Nopember 2025. (Foto: Ist/ BTIV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH - Generasi yang lahir setelah 2015 diprediksi menjadi tonggak peradaban baru, di mana manusia dan teknologi tidak hanya berinteraksi secara fungsional, tetapi juga emosional.

Fenomena ini, yang disebut "Artificial Consciousness" atau kesadaran buatan, membuka babak baru dalam hubungan manusia dengan dunia digital.

Prof. Dr. Kamaruzzaman, akademisi dan praktisi dakwah, menekankan bahwa anak-anak digital ini bukan sekadar digital native, melainkan benar-benar terhubung dengan pikiran dan perasaan melalui algoritma yang tertanam dalam gaya hidup mereka.

Baca Juga:

Menurutnya, hal ini bahkan memunculkan gejala "agama baru", yaitu keyakinan dan makna hidup yang dibentuk melalui data dan jaringan digital, bukan hanya ritual tradisional.

"Agama kini mulai dilihat sebagai jaringan, koneksi, dan integrasi digital, bukan sekadar simbol formal," ujar Prof. Kamaruzzaman dalam pengajian rutin Ahad subuh, 23 November 2025.

Pergeseran Fase Manusia

Prof. Kamaruzzaman memetakan fase-fase transformasi manusia:

Era Tradisional: Agama menjadi pusat kehidupan.

Era Modern: Agama mulai ditinggalkan, dianggap kuno.

Era Post-Modern: Kembali ke agama dalam format yang disesuaikan dengan teknologi, misalnya sekolah berbasis IT atau santri hafidz Qur'an digital.

Era Planetarian (Global-Connected Human): Anak-anak membangun identitas melalui ruang maya, imajinasi dan emosi mereka terekam dalam dunia digital.

Menurutnya, fase ini juga memengaruhi pola konflik dan interaksi manusia dengan bumi, yang terus bergeser menuju fase tiga.

Pada fase ini, manusia bahkan mulai menjajaki kemungkinan hidup di luar bumi, seperti Mars, sebagai bagian dari visi jangka panjang negara dan perusahaan teknologi.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kemkomdigi Siap Kejar Target RPJMN Pasca Pembentukan Struktur Organisasi Baru
Kunci Sukses Korea Selatan: Indonesia Diminta Fokus pada Kualitas SDM dan Teknologi
Pemerintahan Gusnar-Idah di Gorontalo Terapkan Kebijakan Empat Hari Kerja untuk ASN
BLPT Kemendikdasmen Tekankan Pentingnya Akses Internet Merata Untuk Transformasi Digital Pendidikan
Kementerian Komunikasi dan Digital Apresiasi Kritik Masyarakat Terkait Penataan Organisasi
Perbarindo Sumut Gelar Rakerda Bahas Transformasi Digital dan AI untuk BPR/S
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru