Prabowo Usul Pangkas Anggaran TNI-Polri, Ini Respons DPR
JAKARTA Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai efisiensi anggaran pertahanan m
NASIONAL
MEDAN - Fenomena "hari 25 jam di Bumi" kembali ramai dibicarakan di media sosial.
Banyak unggahan viral menampilkan klaim seolah durasi sehari akan segera bertambah satu jam, padahal para ilmuwan menegaskan bahwa perubahan ini terjadi secara perlahan dan tidak berdampak pada kehidupan manusia saat ini.
Rotasi Bumi memang melambat, namun prosesnya berlangsung sangat lambat, dengan laju sekitar 1,7 milidetik per abad.Baca Juga:
Berdasarkan penelitian, satu hari di Bumi baru akan mencapai 25 jam sekitar 200 juta tahun mendatang, jauh dari jangkauan kehidupan manusia modern.
Ada beberapa faktor utama yang membuat Bumi berputar lebih lambat:
- Gaya pasang surut Bulan: Tarikan gravitasi Bulan terhadap lautan menimbulkan gesekan yang perlahan memperlambat rotasi Bumi.
- Pergerakan inti dan mantel: Aliran besi cair di inti dan dinamika mantel mengubah distribusi massa, memengaruhi kecepatan putaran planet.
- Perubahan gletser dan permukaan laut: Mencair atau menumpuknya es memengaruhi distribusi berat antara daratan dan laut.
- Atmosfer dan pola angin: Momentum udara yang bergerak di permukaan Bumi turut memengaruhi rotasi.
Proses-proses ini telah berlangsung selama miliaran tahun. Di masa dinosaurus, satu hari diperkirakan hanya berlangsung sekitar 23 jam.
Dampak Jangka Panjang Jika Hari Menjadi 25 Jam
Jika suatu saat hari di Bumi benar-benar mencapai 25 jam, sistem penanggalan dan jam akan membutuhkan penyesuaian.
Selain itu, ritme biologis makhluk hidup, termasuk manusia, juga akan terpengaruh.
Ritme sirkadian 24 jam yang mengatur siklus tidur, produksi hormon, dan metabolisme dapat terganggu, mirip kondisi jet lag atau pekerja shift malam.
Meski demikian, perubahan ini berlangsung sangat lambat, sehingga organisme hidup diperkirakan dapat beradaptasi melalui evolusi tanpa dampak signifikan bagi kehidupan manusia modern.
Para ilmuwan menegaskan bahwa fenomena ini lebih merupakan fakta ilmiah jangka panjang, bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan sekarang.*
(oz/ad)
JAKARTA Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai efisiensi anggaran pertahanan m
NASIONAL
BOYOLALI Seorang siswa sekolah dasar (SD) asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mencuri perhatian publik setelah berhasil menemukan cela
SOSOK
JAKARTA Rien Wartia Trigina atau yang dikenal dengan nama Erin, yang juga mantan istri artisAndre Taulany, kembali menghadapi gugatan da
ENTERTAINMENT
SABANG Ketua Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Aceh, Dr. Taqwaddin, menyebut pelantikan Pengurus
NASIONAL
BANDA ACEH Pemerintah Aceh terus mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025. Fokus u
NASIONAL
LHOKSEUMAWE Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa sekaligus Danrindam Iskandar Muda, Brigjen TNI Ali Imran, memimpin upacara Serah Teri
NASIONAL
MEDAN Seorang pria berinisial ET (39) diduga membakar ayah kandungnya yang telah lanjut usia di Jalan Wakaf II, Pinang Baris, Kota Medan
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan beruntun di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang,
PERISTIWA
MEDAN PSMS Medan kembali memperkuat skuadnya menjelang bergulirnya kompetisi Championship 20262027. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu re
OLAHRAGA
MEDAN Kawasan wisata Berastagi di Kabupaten Karo masih menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Sumatera Utara, terutama saat akh
PARIWISATA