JAKARTA – Elon Musk resmi memperkenalkan XChat, fiturpesan baru dari platform X yang digadang-gadang akan menjadi pesaing utama WhatsApp, Telegram, dan Signal.
Peluncuran ini menandai langkah ambisius Musk untuk menjadikan X sebagai "super app", yang tidak hanya berfungsi sebagai media sosial, tetapi juga sebagai pusat komunikasi mutakhir.
XChat dirancang untuk menggantikan fitur Direct Message (DM) lama, dengan sistem keamanan yang ditingkatkan dan fitur privasi modern.
Dibangun menggunakan Rust-based architecture, fitur ini mengadopsi keamanan yang terinspirasi dari teknologi Bitcoin, termasuk enkripsi end-to-end, pesan yang menghilang otomatis, serta panggilan audio dan video tanpa perlu nomor telepon.
Peluncuran XChat bersamaan dengan dihentikannya DM terenkripsi versi lama yang sebelumnya tersedia untuk pengguna premium sejak 2023.
Langkah ini disebut sebagai strategi untuk memberi ruang bagi XChat yang dianggap lebih siap dan komprehensif.
Pengguna yang ingin mengakses XChat harus mengaktifkannya secara manual. Di versi desktop, menu Chat dapat ditemukan di tab pesan, tepat di atas permintaan pesan.
Sementara pada aplikasi seluler, opsi ini tersedia di bilah navigasi utama sebelah kiri, di atas menu Komunitas.
Sebelum mengirim pesan, pengguna diminta membuat kode PIN empat digit sebagai lapisan keamanan tambahan.
Mekanisme ini serupa dengan fitur keamanan pada aplikasipesan terenkripsi lainnya seperti Signal.
XChat hanya dapat digunakan jika kedua pengguna telah mengaktifkan fitur tersebut.
Dengan peluncuran ini, Musk berharap XChat bisa menjadi alternatif komunikasi yang lebih aman, privat, dan fleksibel bagi pengguna yang selama ini mengandalkan aplikasipesan populer lainnya.*