BREAKING NEWS
Senin, 26 Januari 2026

Potensi Rp 14 Triliun! DPR Soroti Keterlambatan Game Online RI Menembus Pasar Global

Adam - Kamis, 22 Januari 2026 14:14 WIB
Potensi Rp 14 Triliun! DPR Soroti Keterlambatan Game Online RI Menembus Pasar Global
Anggota Komisi VII DPR, Muhammad Hatta(Tengah). (Foto: Dok. dpr)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR, Muhammad Hatta, menyoroti kondisi industri game online Indonesia yang dinilainya belum mampu menembus pasar global, padahal potensi ekonominya sangat besar.

Pernyataan itu disampaikan Hatta dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR bersama Menteri Ekonomi dan Kreatif Teuku Riefky Harsya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026).

"Dari game online yang ada di Indonesia, saya lihat tidak ada satu pun produk yang mendunia. Padahal market di Indonesia sangat besar," ujar Hatta.

Baca Juga:

Ia mencontohkan beberapa game populer di Indonesia, seperti Mobile Legends, PUBG, Free Fire, Roblox, FIFA, dan Subway Surfers, semuanya bukan buatan Indonesia.

Hatta menekankan potensi ekonomi industri ini sangat besar.

Menurut data yang dipaparkannya, Mobile Legends menyumbang pasar lebih dari USD 1 miliar di Indonesia, sementara game global lain, seperti Honor of Kings, menghasilkan pendapatan Rp 14 triliun per tahun, dan Monopoly Go mencapai Rp 10 triliun.

Selain itu, ia menyoroti penghasilan gamer profesional asal Indonesia yang kini bisa menembus angka fantastis.

Contohnya, Kenny Xepher menghasilkan Rp 5,8 miliar per bulan, sedangkan Matthew 'Whitemon' memperoleh Rp 5,2 miliar per bulan dari aktivitas bermain game.

Hatta menegaskan bahwa potensi ini jauh melebihi gaji anggota DPR, sehingga tidak boleh dianggap sebelah mata.

"Potensi bisnis game online luar biasa. Kalau kita serius, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi pemain global," ujar Hatta, menekankan pentingnya dukungan pemerintah untuk mendorong game lokal agar mampu bersaing di mancanegara.

Hatta berharap Kementerian Ekonomi dan Kreatif dapat lebih fokus pada pengembangan game online buatan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sekaligus menjadi sumber devisa baru bagi negara.*

(d/dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru