JAKARTA – Vivo dilaporkan tengah menguji smartphone dengan baterai single-cell berkapasitas raksasa, yang tipikalnya bisa menembus 12.000mAh.
Bocoran ini pertama kali muncul dari tipster Weibo Digital Chat Station, yang menyebut perangkat masih berada dalam tahap pengujian internal.
Menurut informasi, baterai silikon satu sel tersebut memiliki tegangan 4,53V dengan kapasitas nominal 10.000mAh, namun kapasitas tipikalnya diperkirakan mencapai 11.000–12.000mAh.
Jika terealisasi, langkah ini akan menjadi terobosan baru, mengingat tren smartphone saat ini mulai menormalkan baterai besar, dari standar 5.000mAh kini naik ke 7.000–8.000mAh, bahkan beberapa merek China seperti Honor dan Realme telah merilis ponsel dengan 10.000mAh.
"Teknologi silikon anoda memungkinkan kepadatan energi lebih tinggi dibanding grafit konvensional, sehingga kapasitas bisa meningkat tanpa membuat bodi perangkat terlalu tebal. Tantangannya tetap ada di stabilitas, siklus pengisian, dan manajemen panas," kata pengamat industri gadget.
Sub-brand Vivo, iQOO, disebut berpotensi menghadirkan perangkat flagship dengan kapasitas 9.000mAh tahun ini, sementara lini utama Vivo kemungkinan belum mencapai angka itu.
Kompetitor seperti Xiaomi juga dikabarkan tengah mempertimbangkan smartphone berkapasitas besar, meski masih dalam tahap perencanaan.
Jika smartphoneVivo dengan baterai 12.000mAh benar-benar masuk pasar, standar baru daya tahan bisa tercipta.
Tren ini menunjukkan pergeseran diferensiasi industri dari performa chipset menuju daya tahan dan efisiensi baterai.
Pengguna mungkin akan semakin jarang membawa charger, menandai era baru smartphone dengan ketahanan luar biasa.
Meski demikian, jadwal peluncuran belum bisa dipastikan karena perangkat masih diuji untuk memastikan keamanan dan performa optimal.*
(vo/ad)
Editor
: Raman Krisna
Vivo Siap Hadirkan Ponsel Baterai Raksasa 12.000mAh: Bisa Streaming, Main Game, dan Kerja Sehari Penuh!