IHSG Terkoreksi ke Bawah Level 6.000 pada Jumat Pagi, 362 Saham Melemah
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan Jumat (2/10/2026) pagi. Setelah dibuka di level 6.018,081, IH
EKONOMI
BITVONLINE.COM– Suku Batak dikenal sebagai salah satu suku terbesar di Indonesia yang mendiami wilayah Sumatera Utara.
Salah satu ciri khas utama masyarakat Batak adalah penggunaan marga sebagai identitas keturunan yang tidak hanya melekat kuat dalam kehidupan sosial, tetapi juga menjadi simbol warisan budaya turun-temurun.
Secara umum, suku Batak terbagi ke dalam enam sub-suku atau puak, yaitu Batak Toba, Karo, Pakpak, Simalungun, Angkola, dan Mandailing.
Masing-masing sub-suku memiliki perbedaan dalam bahasa, adat, dan tradisi, namun tetap bersatu dalam konsep marga sebagai penanda garis keturunan.
Asal Usul Marga: Dari Mitologi ke Struktur Sosial
Menurut legenda masyarakat Batak, asal mula marga dimulai dari kisah mitologis tentang Siboru Deak Parujar, seorang putri dari kayangan yang menikah dengan Raja Odap-odap.
Dari keturunannya inilah lahir Si Raja Batak, yang dipercaya sebagai leluhur utama orang Batak.
Si Raja Batak memiliki dua anak, yaitu Guru Tatea Bulan dan Si Raja Isumbaon, yang kemudian melahirkan berbagai marga yang dikenal hingga kini.
Dari cerita tersebut, terbentuklah sistem marga yang digunakan sebagai identitas utama setiap orang Batak, yang diturunkan secara patrilineal (dari garis ayah).
Fungsi Marga dalam Masyarakat Batak
Di tengah perkembangan zaman, peran marga dalam masyarakat Batak tetap sangat penting.
Setidaknya ada tiga fungsi utama marga dalam kehidupan sosial:
- Identitas Keturunan: Setiap individu Batak wajib menyebutkan marganya sebagai bentuk pengakuan terhadap leluhur.
- Hubungan Kekerabatan: Marga membantu mengidentifikasi hubungan darah dan garis keturunan, termasuk larangan pernikahan antar marga yang serumpun (dongan tubu).
- Struktur Adat: Dalam upacara adat seperti pernikahan, kematian, dan pesta adat lainnya, peran marga sangat menentukan urutan dan tata cara pelaksanaannya.
Lebih dari 500 Marga, Simbol Kekayaan Budaya
Saat ini, jumlah marga Batak tercatat mencapai lebih dari 500 marga yang tersebar di Sumatera Utara dan daerah-daerah lainnya di Indonesia.
Beberapa marga yang cukup dikenal antara lain Situmorang, Siahaan, Sinaga, Simanjuntak, Nasution, Harahap, Manurung, Silalahi, dan Siregar.
Setiap marga membawa cerita, filosofi, dan sejarahnya masing-masing, yang secara kolektif membentuk identitas dan kebanggaan etnis Batak.
Melestarikan Marga, Merawat Warisan Leluhur
Meskipun masyarakat semakin modern, peran marga tidak pernah luntur dalam budaya Batak.
Generasi muda Batak kini mulai kembali menggali akar budaya mereka, termasuk memahami asal-usul marga dan menjaga relasi kekerabatan antar marga.
Dalam berbagai acara adat, penggunaan marga tetap menjadi kunci dalam menyatukan komunitas dan menjaga kearifan lokal tetap hidup.
Dengan tetap menjaga keberadaan dan nilai-nilai dalam sistem marga, masyarakat Batak tidak hanya merawat warisan budaya, tetapi juga memperkuat identitas kolektif di tengah arus globalisasi.*
(km/a008)
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan Jumat (2/10/2026) pagi. Setelah dibuka di level 6.018,081, IH
EKONOMI
JAKARTA Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan perebutan gelar tersebut dijadwalkan berlan
OLAHRAGA
JAKARTA Luky Alfirman kembali menempati posisi strategis di Kementerian Keuangan. Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Wakil Ment
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara membongkar praktik judi online yang beroperasi di Kota Medan dan Tebing Tinggi. Polisi menangkap dua pelaku ber
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Asrama bidan di Institut Kesehatan Medistra (IKM) Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, terbakar pada Kamis (1/10/2026) sor
PERISTIWA
JAKARTA Persidangan perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait isu ijazah Joko Widodo (Jokowi) dengan terdakwa Tifauzia Tyassu
POLITIK
JAKARTA Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy&039ari mengungkap asalusul Pasal 18 ayat (3) Peraturan KPU (PKPU) Nomor 19
POLITIK
JAKARTA PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menyambut rencana pengambilalihan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), pemegang saham I
EKONOMI
JAKARTA Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat Kapolri setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta
NASIONAL
JAKARTA Sidang perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2024 terkait syarat pendidikan Gibran Rakabumi
POLITIK