Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Rp17.769 Pagi Ini
JAKARTA Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis terhadap rupiah pada perdagangan Rabu (2/9/2026) pagi. Mata uang Paman Sam be
EKONOMI
KUANTAN SINGINGI – Tradisi pacu jalur yang merupakan warisan budaya khas dari Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, kembali menjadi sorotan usai ramai diklaim oleh sejumlah warganet Malaysia sebagai budaya milik Negeri Jiran.
Klaim tersebut memicu perdebatan di media sosial dan mendapat tanggapan serius dari pemerintah daerah.
Gubernur Riau Abdul Wahid menegaskan bahwa berdasarkan fakta sejarah dan realitas di lapangan, pacu jalur merupakan tradisi yang telah mengakar kuat di Bumi Lancang Kuning sejak berabad-abad silam.
"Setiap peristiwa orang berhak saja klaim karena kita negara serumpun. Asimilasi budaya itu pasti terjadi," ujar Wahid saat dikonfirmasi, Senin (7/7/2025).
"Tapi ini sudah lama, dan siapa yang mengembangkan serta mempertahankan? Baru Riau yang terus menjaga dan melestarikannya."
Pacu jalur merupakan lomba perahu panjang tradisional yang rutin digelar setiap tahun di Sungai (Batang) Kuantan.
Tradisi ini awalnya berkembang pada abad ke-17 dan digunakan sebagai moda transportasi antarkampung di sepanjang aliran sungai.
Seiring waktu, pacu jalur menjadi bagian dari upacara keagamaan, perayaan besar Islam, hingga akhirnya ditetapkan sebagai event budaya tingkat nasional menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada masa kolonial Belanda, pacu jalur bahkan pernah dijadikan festival untuk memperingati ulang tahun Ratu Wilhelmina.
Sejak 2014, tradisi ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat, juga angkat bicara terkait polemik tersebut.
Ia membantah klaim bahwa pacu jalur berasal dari luar Indonesia dan menegaskan bahwa sejarah, bukti, serta rangkaian ritual panjang yang mengiringi tradisi ini jelas berasal dari Kuantan Singingi.
"Salah besar kalau diklaim orang. Kan bukti-bukti sejarah ada. Pacu jalur bukan sekadar lomba, tapi ada upacara dan proses panjang sejak zaman nenek moyang," tegas Roni.
"Kalau dari sisi sejarah sudah terdaftar dan jadi warisan budaya tak benda. Itu saja sudah jelas bahwa ini warisan budaya Riau, khususnya Kuantan Singingi," tambahnya.
Meski demikian, Gubernur Wahid tidak mempermasalahkan klaim dari negara tetangga tersebut secara berlebihan.
Ia justru mengajak masyarakat untuk melihat dan memahami fakta sejarah secara objektif.
"Ya itu sah-sah saja, tapi mari kita lihat fakta dan realitanya. Pacu jalur itu ada dan tumbuh di Kuantan Singingi, dan hingga kini tetap lestari," pungkas Wahid.*
(d/a008)
JAKARTA Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis terhadap rupiah pada perdagangan Rabu (2/9/2026) pagi. Mata uang Paman Sam be
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Rabu (2/9/2026) pagi. IHSG bergerak di level 6.600an setelah dibuka d
EKONOMI
JAKARTA Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini mendorong Nahdlatul Ulama (NU) menjadikan momentum pascaMuktamar sebagai ti
POLITIK
JAKARTA Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Laksamana Muda TNI (Purn.) Soleman B. Ponto menilai Wakil Ketua Ombudsman Repub
NASIONAL
MEDAN Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara mempertanyakan dugaan kebocoran air bersih dari jaringan pipa PD
PERISTIWA
MEDAN Sejumlah pria yang diduga komplotan mata elang (matel) atau debt collector disebut merampas sepeda motor milik pengemudi ojek online
PERISTIWA
JAKARTA Desakan agar DPR RI membuka draf terbaru Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset kepada publik kembali menguat. Sejumlah kel
NASIONAL
SERDANG BEDAGAI Dua pekerja pemotong rumput tewas setelah ditabrak truk Hino di Tol MedanTebing Tinggi, tepatnya di KM 52800 Jalur A, De
PERISTIWA
JAKARTA Sejumlah media asing menyoroti keputusan DPR RI menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru. Destry
NASIONAL
SIDOARJO Sebanyak 431 santri dan santriwati Pondok Pesantren Manba&039ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo,
PERISTIWA