Gapura desa bertuliskan "Selamat Datang di Desa Adat RumahBolonPematang Purba" menyambut para pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat rumah adat yang dulu menjadi tempat tinggal 14 rajaSimalungun.Mengutip laman resmi Kementerian Pariwisata RI, RumahBolonPurba merupakan kediaman raja-rajaPurba yang juga bagian dari raja-rajaSimalungun.
Keempat belas raja tersebut memerintah secara berurutan mulai dari Tuan Pangultop-ultop (1624-1648) hingga Tuan Mogang (1933-1947).Sejarah dan Arsitektur RumahBolonPurba
Berdasarkan buku RumahBolon Istana Sang Raja Purba karya Wahidah Rahmadani, RumahBolon tidak hanya dikenal karena ukurannya yang besar, tetapi juga sebagai simbol kediaman raja. Rumah panggung memanjang ini memiliki panjang 29,44 meter, lebar 7 meter, dan tinggi 5 meter dengan warna dominan coklat muda berpadu warna putih, merah, dan hitam.
Meskipun tanpa jendela, sirkulasi udara tetap terjaga berkat jeruji kayu di bagian dinding. Keunikan lainnya, rumah ini dibangun tanpa paku, melainkan menggunakan pasak dan tali.
Kolong rumah setinggi dua meter berfungsi sebagai kandang hewan peliharaan, memperlihatkan kearifan lokal dalam pemanfaatan ruang.Pengunjung yang ingin masuk ke dalam RumahBolon harus melewati anak tangga berjumlah ganjil, sebuah tradisi yang diyakini membawa keberuntungan.
RumahBolonPurba terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu ruang depan atau lopo untuk raja, dan ruang belakang yang diperuntukkan bagi istri dan anak-anak raja. Ruang depan yang lebih kecil dilengkapi dengan hotak, tempat duduk khusus untuk raja berbincang dengan hulubalang, panglima, maupun tamu istana.
Sedangkan pattangan merupakan area di mana raja membicarakan urusan pemerintahan.Terdapat tiang besar di tengah ruangan yang dihiasi sepuluh tanduk kerbau.
Jumlah tanduk kerbau ini melambangkan jumlah raja yang pernah dinobatkan. Empat pasang tanduk tambahan dipasang di atas pintu penghubung antara ruang depan dan belakang.
Ragam Ukiran dan Filosofi
Ukiran khas RumahBolonPurba bukan sekadar hiasan, melainkan memiliki makna mendalam sebagai pelindung dari gangguan roh halus, termasuk roh jahat, yang diyakini dapat mengganggu penghuni rumah.Beberapa motif ukiran yang menghiasi bangunan antara lain:
- Gorga Suleppat- Halikkip
- Bohi-bohi- Pinar Barospati
- Hambing Mardugu- Pinar Appul-Appul
- Bodat Marsihutuan- Pinar Sisikni Tanggiling
- Porkis Marodor- Pinar Bulung Andudur
- Suhilni Rotak- Pahu-Pahi Patundal
- Pinar Horishotala- Sihilap Bajaronggi
- Pinar Pahu-Pahu- Pinar Bunga Hambili
- Tali Siubar-Ubar- Tukkot Matua
- Hail Putor- Ipon-Ipon
- Bindu Matogu- Pinar Dormani
- Pinar Uluni HorbouUkiran tersebut mencerminkan kearifan lokal dan spiritualitas masyarakat Simalungun, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang berharga.
RumahBolonPurba bukan hanya sebuah bangunan adat, tetapi juga saksi sejarah dan simbol kejayaan masa lalu kerajaan Simalungun. Keberadaan rumah ini mengingatkan pentingnya pelestarian warisan budaya sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat setempat.
Dengan terus membuka akses bagi wisatawan dan peneliti, diharapkan RumahBolonPurba dapat menjadi media edukasi sekaligus memperkuat nilai-nilai kearifan lokal yang kaya akan sejarah dan budaya.*(d/a008)
Editor
: Abyadi Siregar
Rumah Bolon Purba, Istana 14 Raja Simalungun yang Penuh Makna dan Sejarah