BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

Rumah Bolon Purba, Istana 14 Raja Simalungun yang Penuh Makna dan Sejarah

Abyadi Siregar - Jumat, 19 September 2025 15:38 WIB
Rumah Bolon Purba, Istana 14 Raja Simalungun yang Penuh Makna dan Sejarah
Rumah Bolon Purba. (foto: pinterest)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
SIMALUNGUN Rumah Bolon Purba yang terletak di kompleks perumahan rumah adat masyarakat Simalungun, Desa Pematang Purba, menyimpan nilai sejarah yang kaya.

Gapura desa bertuliskan "Selamat Datang di Desa Adat Rumah Bolon Pematang Purba" menyambut para pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat rumah adat yang dulu menjadi tempat tinggal 14 raja Simalungun.

Mengutip laman resmi Kementerian Pariwisata RI, Rumah Bolon Purba merupakan kediaman raja-raja Purba yang juga bagian dari raja-raja Simalungun.

Baca Juga:
Keempat belas raja tersebut memerintah secara berurutan mulai dari Tuan Pangultop-ultop (1624-1648) hingga Tuan Mogang (1933-1947).

Sejarah dan Arsitektur Rumah Bolon Purba

Berdasarkan buku Rumah Bolon Istana Sang Raja Purba karya Wahidah Rahmadani, Rumah Bolon tidak hanya dikenal karena ukurannya yang besar, tetapi juga sebagai simbol kediaman raja.

Rumah panggung memanjang ini memiliki panjang 29,44 meter, lebar 7 meter, dan tinggi 5 meter dengan warna dominan coklat muda berpadu warna putih, merah, dan hitam.

Meskipun tanpa jendela, sirkulasi udara tetap terjaga berkat jeruji kayu di bagian dinding.

Keunikan lainnya, rumah ini dibangun tanpa paku, melainkan menggunakan pasak dan tali.

Kolong rumah setinggi dua meter berfungsi sebagai kandang hewan peliharaan, memperlihatkan kearifan lokal dalam pemanfaatan ruang.

Pengunjung yang ingin masuk ke dalam Rumah Bolon harus melewati anak tangga berjumlah ganjil, sebuah tradisi yang diyakini membawa keberuntungan.

Rumah Bolon Purba terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu ruang depan atau lopo untuk raja, dan ruang belakang yang diperuntukkan bagi istri dan anak-anak raja.

Ruang depan yang lebih kecil dilengkapi dengan hotak, tempat duduk khusus untuk raja berbincang dengan hulubalang, panglima, maupun tamu istana.

Sedangkan pattangan merupakan area di mana raja membicarakan urusan pemerintahan.

Terdapat tiang besar di tengah ruangan yang dihiasi sepuluh tanduk kerbau.

Jumlah tanduk kerbau ini melambangkan jumlah raja yang pernah dinobatkan.

Empat pasang tanduk tambahan dipasang di atas pintu penghubung antara ruang depan dan belakang.

Ragam Ukiran dan Filosofi

Ukiran khas Rumah Bolon Purba bukan sekadar hiasan, melainkan memiliki makna mendalam sebagai pelindung dari gangguan roh halus, termasuk roh jahat, yang diyakini dapat mengganggu penghuni rumah.

Beberapa motif ukiran yang menghiasi bangunan antara lain:

- Gorga Suleppat

- Halikkip

- Bohi-bohi

- Pinar Barospati

- Hambing Mardugu

- Pinar Appul-Appul

- Bodat Marsihutuan

- Pinar Sisikni Tanggiling

- Porkis Marodor

- Pinar Bulung Andudur

- Suhilni Rotak

- Pahu-Pahi Patundal

- Pinar Horishotala

- Sihilap Bajaronggi

- Pinar Pahu-Pahu

- Pinar Bunga Hambili

- Tali Siubar-Ubar

- Tukkot Matua

- Hail Putor

- Ipon-Ipon

- Bindu Matogu

- Pinar Dormani

- Pinar Uluni Horbou

Ukiran tersebut mencerminkan kearifan lokal dan spiritualitas masyarakat Simalungun, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang berharga.

Rumah Bolon Purba bukan hanya sebuah bangunan adat, tetapi juga saksi sejarah dan simbol kejayaan masa lalu kerajaan Simalungun.

Keberadaan rumah ini mengingatkan pentingnya pelestarian warisan budaya sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat setempat.

Dengan terus membuka akses bagi wisatawan dan peneliti, diharapkan Rumah Bolon Purba dapat menjadi media edukasi sekaligus memperkuat nilai-nilai kearifan lokal yang kaya akan sejarah dan budaya.*

(d/a008)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menteri Keuangan Purbaya Uji Layanan Kring Pajak, Tanyakan Soal Coretax
Ketua TP PKK Simalungun: Jadikan Mal Pelayanan Publik Sebagai Tempat Melayani dengan Hati
BPBD Simalungun Himbau Warga Waspada Longsor dan Banjir karena Hujan Lebat Sejak Awal September
Yurike Sanger: Istri Termuda Bung Karno yang Menikah di Tengah Krisis Politik
5 Kesalahan Penataan Rumah yang Bisa Menghambat Rezeki, Menurut Feng Shui dan Filosofi Jawa
P-APBD 2025 Simalungun Disetujui, Bupati Anton Saragih Tekankan Percepatan Pembangunan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru