Pemkab Simalungun menerima kunjungan dari pengurus Yayasan Taman Budaya Semesta di ruang kerja Bupati Simalungun, Pamatang Raya, pada Selasa (21/10). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
SIMALUNGUN — Pemerintah Kabupaten Simalungun menerima kunjungan dari pengurus Yayasan Taman Budaya Semesta guna membahas rencana pembangunan taman iman keagamaan Buddha di wilayah tersebut.
Pertemuan berlangsung di ruang kerja Bupati Simalungun, Pamatang Raya, pada Selasa (21/10).
Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, didampingi Wakil Ketua DPRD Simalungun Jefra H. Manurung, menyambut langsung kunjungan tersebut bersama sejumlah pejabat daerah, antara lain Staf Ahli Bupati Debora DPI Hutasoit, Kadis PMPTSP Pahala R. Sinaga, Kabag Hukum Frengky Purba, dan Plt Inspektorat Rinton Damanik.
Dalam audiensi tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas rencana pembangunan taman iman yang akan berlokasi di Kecamatan Pamatang Silimakuta.
"Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar tanpa hambatan. Keberadaan taman iman ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menjadi daya tarik wisata baru di Kabupaten Simalungun," ujar Bupati Anton.
Ia juga menekankan pentingnya mengakomodasi unsur lokal dalam desain taman tersebut.
"Kami berharap ornamen dan nilai-nilai budaya Simalungun bisa diintegrasikan dalam pembangunan taman ini. Kolaborasi yang solid antara yayasan dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan," tambahnya.
Wakil Ketua DPRD Simalungun, Jefra H. Manurung, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut.
Ia menilai pembangunan taman iman bukan hanya berkontribusi pada aspek spiritual, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia dan pelestarian budaya lokal.
"DPRD Kabupaten Simalungun sangat berterima kasih dan mendukung program dari Yayasan Taman Budaya Semesta. Kami berharap taman ini bisa menjadi destinasi wisata religi yang unik, khususnya bagi umat Buddha, serta memuat ornamen khas Simalungun," ujar Jefra.
Ketua Yayasan Taman Budaya Semesta, Eric Pranolo, menjelaskan bahwa taman iman ini tidak hanya akan menjadi tempat ibadah, melainkan juga akan dilengkapi dengan perpustakaan, galeri seni, rumah adat Nusantara, dan gedung serbaguna.
Seluruh elemen ini dirancang untuk merepresentasikan keberagaman budaya Indonesia dalam harmoni.