Pemko Medan Perluas Program Tebus Ijazah, Kini Jangkau Siswa Madrasah Swasta
MEDAN Pemerintah Kota Medan melanjutkan sekaligus memperluas Program Tebus Ijazah pada tahun anggaran 2026. Program yang menjadi salah s
PENDIDIKAN
BATU BARA— Kegiatan Batu Bara Bertanjak Jilid 6 yang seharusnya menjadi ajang pelestarian budaya Melayu, kini tengah diterpa isu miring di media sosial.
Sebuah video viral memperlihatkan seorang ibu mengeluhkan hadiah lomba yang belum diterima, hingga memunculkan berbagai spekulasi dan tudingan terhadap panitia.
Dalam video tersebut, bahkan muncul narasi yang menyudutkan Ketua Panitia Penyelenggara, MR, seolah-olah dirinya bertanggung jawab atas keterlambatan penyaluran hadiah peserta.Baca Juga:
Menanggapi isu yang kian meluas itu, MR akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi langsung kepada awak media, Kamis (23/10/2025).
"Kita tidak dalam posisi salah. Saya pribadi telah mewakafkan waktu, tenaga, dan pikiran demi terlaksananya kegiatan ini. Tidak ada satu rupiah pun uang hadiah yang kami tahan atau gunakan secara pribadi," tegas MR di Batu Bara.
*Kegiatan Swadaya, Bukan Dana Pemerintah*
MR menjelaskan, kegiatan Batu Bara Bertanjak Jilid 6 sepenuhnya digerakkan secara swadaya masyarakat dan tidak menggunakan dana hibah dari pemerintah daerah.
"Batu Bara Bertanjak ini murni hasil perjuangan kami. Semua biaya berasal dari proposal yang kami ajukan ke berbagai pihak. Kami bukan panitia yang menikmati dana hibah, tapi panitia yang berjuang agar budaya Melayu tetap hidup," jelasnya.
Ia menambahkan, bahkan banyak pengeluaran pribadi yang harus dikeluarkan agar kegiatan tetap berjalan.
"Saya justru keluar uang pribadi demi suksesnya acara ini. Kalau bicara soal hadiah, masyarakat perlu tahu, ini bukan dana pemerintah, tapi hasil jerih payah panitia di lapangan," ujarnya.
*Dituding Menahan Hadiah, MR: "Fitnah Takkan Menggoyahkan Niat Baik"*
MR menilai tudingan yang menyebut panitia menahan hadiah hanyalah kesalahpahaman akibat kurangnya informasi di publik.
"Kalau orang tahu kondisi sebenarnya, mereka tak akan menuduh. Saya tidak akan terpancing emosi. Saya ikhlas, karena niat kami hanya ingin menjaga marwah budaya Melayu," ungkapnya tenang.
Menurut MR, segala kekurangan yang terjadi dalam kegiatan telah disampaikan secara terbuka, bahkan panitia telah meminta maaf pasca penutupan acara.
"Setiap kegiatan pasti ada kekurangan, dan kami akui itu. Tapi yang terpenting, kegiatan sukses terlaksana dan mampu membangkitkan semangat Melayu di tengah masyarakat Batu Bara," tambahnya.
*Seruan: Bijak Bermedia Sosial, Jangan Asal Sebar Fitnah*
Dalam kesempatan itu, MR juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial agar tidak menimbulkan dampak hukum.
"Hati-hati dalam bermedia sosial. Menyebar fitnah bisa berujung pidana. Kalau ada masalah, datang dan bicarakan langsung. Saya terbuka untuk klarifikasi dan siap menunjukkan bukti," ujarnya.
MR bahkan menegaskan dirinya siap bertemu dengan siapa pun, termasuk pihak media, untuk menjelaskan seluruh proses penyelenggaraan Batu Bara Bertanjak dari awal hingga akhir.
"Silakan datang, biar terang benderang. Saya tidak takut seviral apa pun isu ini, karena saya tahu saya tidak salah," tegasnya.
*Harapan: Bertanjak Masuk Agenda Resmi Pemkab Batu Bara 2026*
Lebih jauh, MR menyampaikan harapan agar kegiatan Batu Bara Bertanjak dapat menjadi agenda resmi Pemerintah Kabupaten Batu Bara pada tahun 2026.
"Sudah saatnya pemerintah ikut menanggung tanggung jawab pelestarian budaya. Jangan biarkan kegiatan besar seperti ini terus bergantung pada swadaya masyarakat," katanya penuh harap.
Menurutnya, kegiatan ini berpotensi menjadi ikon budaya Batu Bara dan memperkuat identitas Melayu di Sumatera Utara.
"Bertanjak bukan sekadar kain di kepala, tapi simbol marwah, harga diri, dan kebanggaan Melayu. Generasi muda harus tahu dan bangga dengan budayanya sendiri," tutup MR.
*Penutup: Klarifikasi untuk Masyarakat Pecinta Budaya*
Dengan tenang, MR menyampaikan bahwa dirinya tidak gentar terhadap segala bentuk fitnah dan yakin masyarakat dapat menilai dengan akal sehat.
"Saya percaya kebenaran akan menemukan jalannya. Masyarakat Batu Bara pasti tahu siapa yang benar-benar berjuang demi budaya," pungkasnya dengan nada yakin.*
(M/006)
MEDAN Pemerintah Kota Medan melanjutkan sekaligus memperluas Program Tebus Ijazah pada tahun anggaran 2026. Program yang menjadi salah s
PENDIDIKAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan melalui Kecamatan Medan Amplas bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak gan
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Tanjungbalai menerima piagam penghargaan dari Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, atas dukunga
PEMERINTAHAN
BATAM Kasus dugaan ekspor ilegal mineral bernilai tinggi yang menyeret PT PMM terus menjadi perhatian publik. Polemik tidak lagi hanya b
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri kegiatan Penguatan Akses Bantuan Hukum sekaligus menerima Piagam Pe
PEMERINTAHAN
JAKARTA Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem dan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mencapai kesepakatan untuk merevisi Plan of Developm
PEMERINTAHAN
ASAHAN Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Asahan bersama Staf Ahli TP PKK Kabupaten Asahan melaksanakan rangkaian kunjungan kerja da
PEMERINTAHAN
ASAHAN Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, melakukan kunjungan kerja sekaligus peninjauan pelaks
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi pada 1525 Juni 2026
PENDIDIKAN
MEDAN Pengamat Kebijakan Publik dan Anggaran, Ratama Saragih, mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menindaklanjuti aduan yang disam
NASIONAL