Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN – Dalam buku-buku sejarah sekolah, sering disebut bahwa Kerajaan Hindu tertua di Indonesia adalah Kutai.
Namun, penelitian terkini menunjukkan fakta berbeda: nama "Kutai" tidak tercatat dalam Prasasti Yupa, sumber utama informasi sejarah yang terkait Raja Mulawarman.
Prasasti Yupa, ditemukan di Muara Kaman, Kalimantan Timur, berbentuk tujuh tiang batu yang ditulis dalam bahasa Sansekerta dengan aksara Pallawa.
Baca Juga:
Prasasti ini menceritakan silsilah Raja Mulawarman, pemeluk Hindu penyembah Dewa Siwa, mulai dari kakeknya, Kudungga, hingga ayahnya, Aswawarman, serta dermawan sang raja di abad ke-5 Masehi.
Namun, nama "Kutai" sama sekali tidak disebutkan.
Peneliti sejarah C.A. Mees menegaskan bahwa koloni Hindu di Muara Kaman tidak pernah dinamai Kutai.
Nama Kutai justru muncul lebih dari tujuh abad kemudian, saat berdirinya Kerajaan Aji Batara Agung Dewa Sakti di hilir Sungai Mahakam, akhir abad ke-13.
Nama ini kemudian dikenal sebagai Kutai Lama dan menjadi bagian dari kerajaan Kutai Kertanegara Ing Martapura, yang mengalahkan Dinasti Martapura pada abad ke-17.
Berdasarkan kajian sejarah, kerajaan Hindu tertua di Nusantara adalah Martapura, yang berdiri di hulu Sungai Mahakam tepatnya di Muara Kaman.
Kerajaan ini didirikan oleh Aswawarman, putra Kudungga, dan eksistensinya tercatat sejak abad ke-5 Masehi hingga runtuh pada 1635 setelah dikalahkan pasukan Kutai Kertanegara di bawah komando Pangeran Sinum Panji Mendapa.
Dengan fakta ini, publikasi sejarah modern kini menekankan bahwa Martapura, bukan Kutai, adalah kerajaan Hindu pertama di Indonesia.
Sementara Kutai, yang muncul berabad-abad kemudian, lebih tepat disebut sebagai penerus yang merebut wilayah Martapura.*
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.