BREAKING NEWS
Selasa, 27 Januari 2026

Pentas Budaya PWI Jakarta: Cuaca Ekstrem Tak Halangi Semangat di Gunung Padang

gusWedha - Jumat, 05 Desember 2025 19:42 WIB
Pentas Budaya PWI Jakarta: Cuaca Ekstrem Tak Halangi Semangat di Gunung Padang
Hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Padang pada Kamis malam, 4 Desember 2025, tidak menghalangi semangat PWI Jakarta dalam menggelar pentas budaya di situs prasejarah terbesar di Asia Tenggara tersebut. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

CIANJUR – Hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Padang pada Kamis malam, 4 Desember 2025, tidak menghalangi semangat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jakarta dalam menggelar pentas budaya di situs prasejarah terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Meski lokasi acara sempat dipindahkan dari area terbuka ke Pendopo Gunung Padang, seluruh rangkaian pertunjukan tetap berlangsung lancar, hangat, dan penuh makna.

Pentas budaya dimulai dengan alunan Sape, instrumen tradisional Dayak yang dimainkan oleh Ghodiel Sapeq dan Arke Nurdjatni Soedjatno.

Baca Juga:

Alunan musik tersebut menciptakan atmosfer sakral yang langsung menarik perhatian para penonton, meskipun acara sudah dipindahkan ke ruang tertutup.

Selanjutnya, penonton disuguhkan dengan Tari Bedhoyo Nawasena, karya Perkumpulan Arkamaya Sukma.

Tarian yang disusun oleh Martini Brenda ini diiringi oleh musik Lumbini Tri Hasto dan menampilkan tujuh penari, yakni Lina Agung, Ragil Endang Srimulyani, Elisabeth Kusuma Indreswari, Ipung Purwanti, Martini Brenda, Mustika Handayani, dan Tiana Poesponegoro Soeharto.

Gerak halus para penari menyampaikan pesan tentang keselamatan dan harapan masa depan bangsa.

Tari Rejang Sari, yang dibawakan oleh Komunitas SlarasBudaya, menjadi penampilan selanjutnya.

Tarian ini, karya I Ketut Rena, menampilkan nilai-nilai kebersamaan, ketulusan, dan kesetaraan melalui gerakan para penari seperti Grantyartha, Nurmadelina, Sri Utami P., dan lainnya.

Tarian ini semakin memperkuat esensi dari pentas budaya yang digelar di Gunung Padang.

Dar Edi Yoga, penanggung jawab kegiatan, menegaskan bahwa perubahan lokasi akibat cuaca buruk tidak mengurangi esensi acara.

"Pentas seni ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan ikhtiar untuk merawat kebudayaan sekaligus meneguhkan jati diri bangsa," ujarnya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Baru Dibuka, SlarasBudaya di Bogor Langsung Viral: Harmoni Seni, Alam, dan Kuliner Nusantara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru