Bulog Bidik Pasar Arab Saudi, Siap Ekspor 2.280 Ton Beras Premium
JAKARTA Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) mulai menjajaki ekspor beras premium ke Arab Saudi. Produk yang ditawarkan adalah
EKONOMI
MEDAN – Bagi masyarakat Batak Toba, alam bukan sekadar ruang hidup, melainkan bagian integral dari tatanan kosmis yang menghubungkan manusia, leluhur, dan kekuatan adikodrati.
Cara pandang ini, dikenal sebagai kosmologi Batak, membentuk adat, ritual, dan pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sistem kosmologi Batak Toba, alam semesta dibagi menjadi tiga lapisan utama: Banua Ginjang (dunia atas), Banua Tonga (dunia tengah), dan Banua Toru (dunia bawah).Baca Juga:
Pembagian ini bukan sekadar simbolik, tetapi menjadi dasar masyarakat Batak memahami kehidupan dan kematian.
Antropolog J.C. Vergouwen menjelaskan bahwa struktur kosmologi ini tercermin dalam tata sosial dan praktik ritual masyarakat Batak Toba.
"Pandangan kosmis orang Batak memengaruhi cara mereka mengatur kehidupan sosial, hubungan dengan alam, dan praktik ritual," tulis Vergouwen dalam kajiannya.
Alam Sebagai Penanda
Fenomena alam seperti pergerakan matahari, bulan, dan bintang dijadikan penanda waktu serta pertanda penting.
Pengetahuan ini tersimpan dalam pustaha laklak, naskah tradisional Batak yang ditulis di atas kulit kayu.
Filolog Uli Kozok mencatat dalam Surat Batak: Sejarah Perkembangan Tulisan Batak bahwa pustaha tidak hanya berisi mantra atau pengobatan, tetapi juga sistem pengetahuan kosmologis yang digunakan untuk menentukan waktu ritual, pertanian, hingga perjalanan jauh.
Peran Datu dan Parbaringin
Penafsiran tanda-tanda alam tidak dilakukan sembarang orang.
Datu atau parbaringin—tokoh adat yang menguasai pengetahuan kosmologi dan penanggalan—memegang otoritas moral dalam pengambilan keputusan.
Vergouwen menekankan, "Pengetahuan tentang alam dan kosmos memberi legitimasi adat bagi para datu dalam membimbing masyarakat."
Kosmologi Tercermin dalam Tata Ruang
Kosmologi Batak juga terlihat dalam tata ruang huta atau kampung.
Posisi rumah adat, lumbung, dan area ritual diatur menurut pandangan kosmis, bertujuan menjaga keseimbangan antara manusia dan alam sekitarnya.
Tata ruang ini bukan sekadar praktis, tetapi simbolis, mencerminkan hubungan harmonis antara dunia manusia dan dunia leluhur.
Jejak yang Masih Bertahan
Meski masuknya agama dan sistem pengetahuan modern perlahan menggeser praktik kosmologi tradisional, jejaknya masih tampak dalam ritual adat, simbol, dan penghormatan terhadap alam.
Kosmologi Batak Toba menunjukkan bahwa jauh sebelum ilmu pengetahuan modern berkembang, masyarakat lokal telah memiliki sistem pemikiran kompleks untuk memahami alam semesta dan menata kehidupan sosial.*
(d/ad)
JAKARTA Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) mulai menjajaki ekspor beras premium ke Arab Saudi. Produk yang ditawarkan adalah
EKONOMI
MEDAN Seorang pria yang diduga hendak mencuri mobil towing ditangkap warga di Jalan Sedap Malam, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serd
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menilai kinerja dua kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang me
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada 18 Februari 2026. Keputusan ini berpotensi berbe
AGAMA
MEDAN Lima pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengundurkan diri pada tahun pertama masa
PEMERINTAHAN
JAKARTA Meta berencana menambahkan fitur pengenalan wajah pada produk kacamata pintarnya, RayBan Smart Glasses, paling cepat tahun ini. F
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA TIMUR Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, resmi meluncurkan Gerakan Bersih Musala se
NASIONAL
BEKASI Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa gugatan perdata yang diajukan Kementerian Ling
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Para pemain Free Fire kembali disuguhi kesempatan mendapatkan hadiah menarik lewat kode redeem FF terbaru hari ini, 14 Februari 20
ENTERTAINMENT
JAKARTA Pemerintah menerbitkan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. SEB ini ditand
PENDIDIKAN