BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

Barongsai: Simbol Keberuntungan yang Hidup di Perayaan Imlek

Abyadi Siregar - Senin, 16 Februari 2026 16:08 WIB
Barongsai: Simbol Keberuntungan yang Hidup di Perayaan Imlek
Barongsai. (foto: bigmall_smd/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Barongsai menjadi salah satu ikon paling dikenal dalam perayaan Imlek.

Dalam budaya Tiongkok, singa melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan keunggulan.

Pertunjukan barongsai kerap digelar saat festival atau acara besar untuk membawa keberuntungan sekaligus mengusir roh jahat, seperti dilansir China Daily.

Baca Juga:

Kostum dan Gerakan

Tarian barongsai dimainkan oleh dua penari dalam satu kostum singa.

Penari depan menggerakkan kepala dan kaki depan, sedangkan penari belakang mengendalikan punggung dan kaki belakang.

Kostum singa dibuat serasi dari kepala hingga kaki, kadang memanjang hingga menyerupai cakar.

Kepala singa biasanya besar menyerupai naga, lengkap dengan tabuhan drum, simbal, dan gong yang menambah semarak pertunjukan.

Dua Gaya Barongsai

Pertunjukan barongsai terbagi menjadi dua gaya utama:

- Barongsai Selatan: Berasal dari Guangdong dan populer di Hong Kong, Makau, serta komunitas Tionghoa perantauan.

Menekankan perilaku singa seperti menggaruk, menggoyangkan tubuh, menjilati bulu, dan kadang bersifat jenaka. Atraksi terkenal termasuk aksi bermain bola dengan singa.

- Barongsai Utara: Lebih akrobatik dan terkait dengan kungfu. Singa dewasa dimainkan dua orang, dengan gerakan berguling, meloncat, dan memanjat.

Pertunjukan ini dapat disaksikan di teater seni bela diri seperti Red Theater di Beijing atau Kuil Shaolin.

Sejarah dan Penyebaran

Asal-usul tari barongsai bermula dari mitos singa yang dibawa ke Tiongkok melalui Jalur Sutra sebelum Dinasti Han (202 SM–220 M). Pertunjukan awal meniru gerakan singa yang langka tersebut.

Tradisi ini berkembang pesat pada masa Tiga Kerajaan (220–280), Dinasti Utara dan Selatan (420–589), hingga Dinasti Tang (618–907) di mana barongsai menjadi tarian istana.

Hingga kini, tari barongsai tetap populer di seluruh dunia, dibawa oleh komunitas Tionghoa di Eropa, Amerika, dan Asia Tenggara.

Selain menjadi hiburan, pertunjukan ini juga diyakini membawa kemakmuran dan keberuntungan, terutama saat Tahun Baru Imlek.*


(di/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Patroli Presisi Polsek Blahbatuh Sambangi Vihara Amurva Bhumi, Polri Pastikan Perayaan Imlek Berlangsung Aman dan Khidmat
Daftar Harga Pangan 16 Februari 2026: Lonjakan Harga Beras dan Minyak Goreng, Sementara Bawang dan Cabai Mulai Melemah
Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan di Masa Ramadan dan Libur Lebaran, Ini Skema Penyesuaian BGN
Pelestarian Budaya Bali Jadi Fokus, Ibu Putri Koster Ingatkan Generasi Muda untuk Bangga dengan Aksara, Bahasa, dan Busana Lokal
Ny. Putri Koster Saksikan Drama “Blanjong” dalam Bulan Bahasa Bali ke-VIII, Hidupkan Jejak Sejarah Pulau Dewata
Ny. Putri Koster Dorong Seniman Bali Ajegkan Akar Tradisi, Pameran Aboedt Art Jadi Wadah Kebangkitan Seni
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru