JAKARTA — Barongsai menjadi salah satu ikon paling dikenal dalam perayaan Imlek.
Dalam budayaTiongkok, singa melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan keunggulan.
Pertunjukan barongsai kerap digelar saat festival atau acara besar untuk membawa keberuntungan sekaligus mengusir roh jahat, seperti dilansir China Daily.
Pertunjukan barongsai terbagi menjadi dua gaya utama:
- Barongsai Selatan: Berasal dari Guangdong dan populer di Hong Kong, Makau, serta komunitas Tionghoa perantauan.
Menekankan perilaku singa seperti menggaruk, menggoyangkan tubuh, menjilati bulu, dan kadang bersifat jenaka. Atraksi terkenal termasuk aksi bermain bola dengan singa.
- Barongsai Utara: Lebih akrobatik dan terkait dengan kungfu. Singa dewasa dimainkan dua orang, dengan gerakan berguling, meloncat, dan memanjat.
Pertunjukan ini dapat disaksikan di teater seni bela diri seperti Red Theater di Beijing atau Kuil Shaolin.
Sejarah dan Penyebaran
Asal-usul tari barongsai bermula dari mitos singa yang dibawa ke Tiongkok melalui Jalur Sutra sebelum Dinasti Han (202 SM–220 M). Pertunjukan awal meniru gerakan singa yang langka tersebut.
Tradisi ini berkembang pesat pada masa Tiga Kerajaan (220–280), Dinasti Utara dan Selatan (420–589), hingga Dinasti Tang (618–907) di mana barongsai menjadi tarian istana.
Hingga kini, tari barongsai tetap populer di seluruh dunia, dibawa oleh komunitas Tionghoa di Eropa, Amerika, dan Asia Tenggara.
Selain menjadi hiburan, pertunjukan ini juga diyakini membawa kemakmuran dan keberuntungan, terutama saat Tahun Baru Imlek.*
(di/ad)
Editor
: Raman Krisna
Barongsai: Simbol Keberuntungan yang Hidup di Perayaan Imlek