BREAKING NEWS
Jumat, 20 Maret 2026

Mengapa Daging Jadi Hidangan Wajib Lebaran? Ini Sejarah dan Maknanya

Dharma - Jumat, 20 Maret 2026 10:07 WIB
Mengapa Daging Jadi Hidangan Wajib Lebaran? Ini Sejarah dan Maknanya
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Setiap Hari Raya Idulfitri atau Iduladha, hampir setiap keluarga di Indonesia menyiapkan hidangan istimewa berupa daging.

Mulai dari rendang Minang yang kaya rempah, opor ayam khas Jawa yang gurih, hingga sate Madura yang terkenal dengan bumbu kacangnya yang lezat—daging seolah menjadi simbol kemeriahan di setiap rumah.

Namun, tahukah Anda mengapa daging menjadi begitu penting dalam tradisi Lebaran?

Baca Juga:

Menurut catatan historis Snouck Hurgronje dalam bukunya Aceh di Mata Kolonialis (1906), daging sudah dianggap sebagai bahan makanan yang jarang dikonsumsi sehari-hari, bahkan sejak awal abad ke-20.

Pada masa itu, warga Aceh (dan umumnya masyarakat Indonesia) menganggap daging sebagai simbol kemewahan yang hanya bisa disajikan pada perayaan besar, termasuk Lebaran.

Pada masa lalu, hidangan daging menjadi ukuran keberhasilan seorang kepala keluarga.

Dalam banyak masyarakat tradisional Indonesia, kesuksesan seorang ayah diukur dari apa yang ia bawa pulang untuk keluarganya, dan daging adalah simbol dari kemampuan ekonomi serta kasih sayang yang tulus.

Dalam beberapa catatan, ayah yang bisa membawa pulang daging untuk anak dan istri dianggap sebagai pribadi yang berhasil dalam menafkahi keluarganya, sekaligus menyampaikan perasaan sayang melalui pemberian tersebut.

Namun, tradisi ini tidak lepas dari ketimpangan sosial.

Pada masa itu, banyak keluarga miskin, terutama yang ayahnya bekerja jauh sebagai penanam lada di pantai Timur dan Barat, sering merasa terpinggirkan karena tidak mampu menyajikan daging di meja makan mereka saat Lebaran.

Pada kondisi tersebut, solidaritas tetangga sering terlihat dalam bentuk pemberian sepotong daging, yang menunjukkan bahwa makanan bukan hanya kebutuhan fisik, tetapi juga simbol kebersamaan dan empati dalam masyarakat.

Selain menjadi simbol ekonomi dan kasih sayang, daging juga memainkan peran penting dalam ritual sosial masyarakat Indonesia, terutama saat Lebaran.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Apakah Wajib Salat Jumat Jika Sudah Melakukan Salat Id? Inilah Penjelasannya
Viral! Kericuhan Pemudik Motor di Pelabuhan Bakauheni, PT ASDP Angkat Bicara
Muhammadiyah Tegaskan Perbedaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H Bukan Bentuk Ketidaktaatan pada Pemerintah
Presiden Prabowo Serukan Konsep 'Pohon Industri' untuk Hilirisasi Komoditas, Heran Indonesia Punya Kopi dan Cokelat Terbaik Tapi Masih Impor
Presiden Prabowo Percepat Konversi PLTD ke PLTS untuk Hemat Energi di Tengah Krisis Minyak Global, Kurangi Ketergantungan pada Minyak dan Gas
Presiden Prabowo Instruksikan Efisiensi Energi di Sektor Spesifik Antisipasi Krisis Minyak Global
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru