Ferdinand Hutahaean Curiga Dakwaan Jaksa Direkayasa agar Jokowi Tak Hadir di Sidang
JAKARTA Praktisi hukum Ferdinand Hutahaean mempertanyakan penyusunan dakwaan jaksa dalam perkara dugaan penyebaran informasi terkait ijaz
POLITIK
JAKARTA - Setiap Hari Raya Idulfitri atau Iduladha, hampir setiap keluarga di Indonesia menyiapkan hidangan istimewa berupa daging.
Mulai dari rendang Minang yang kaya rempah, opor ayam khas Jawa yang gurih, hingga sate Madura yang terkenal dengan bumbu kacangnya yang lezat—daging seolah menjadi simbol kemeriahan di setiap rumah.
Namun, tahukah Anda mengapa daging menjadi begitu penting dalam tradisi Lebaran?Baca Juga:
Menurut catatan historis Snouck Hurgronje dalam bukunya Aceh di Mata Kolonialis (1906), daging sudah dianggap sebagai bahan makanan yang jarang dikonsumsi sehari-hari, bahkan sejak awal abad ke-20.
Pada masa itu, warga Aceh (dan umumnya masyarakat Indonesia) menganggap daging sebagai simbol kemewahan yang hanya bisa disajikan pada perayaan besar, termasuk Lebaran.
Pada masa lalu, hidangan daging menjadi ukuran keberhasilan seorang kepala keluarga.
Dalam banyak masyarakat tradisional Indonesia, kesuksesan seorang ayah diukur dari apa yang ia bawa pulang untuk keluarganya, dan daging adalah simbol dari kemampuan ekonomi serta kasih sayang yang tulus.
Dalam beberapa catatan, ayah yang bisa membawa pulang daging untuk anak dan istri dianggap sebagai pribadi yang berhasil dalam menafkahi keluarganya, sekaligus menyampaikan perasaan sayang melalui pemberian tersebut.
Namun, tradisi ini tidak lepas dari ketimpangan sosial.
Pada masa itu, banyak keluarga miskin, terutama yang ayahnya bekerja jauh sebagai penanam lada di pantai Timur dan Barat, sering merasa terpinggirkan karena tidak mampu menyajikan daging di meja makan mereka saat Lebaran.
Pada kondisi tersebut, solidaritas tetangga sering terlihat dalam bentuk pemberian sepotong daging, yang menunjukkan bahwa makanan bukan hanya kebutuhan fisik, tetapi juga simbol kebersamaan dan empati dalam masyarakat.
Selain menjadi simbol ekonomi dan kasih sayang, daging juga memainkan peran penting dalam ritual sosial masyarakat Indonesia, terutama saat Lebaran.
Selain beribadah salat Id, membeli baju baru, dan memberi hadiah, tradisi memasak daging saat Lebaran menjadi aktivitas wajib yang memadukan rasa syukur, kebersamaan, dan kemewahan yang diinginkan pada hari istimewa.
Perayaan Lebaran tidak hanya dilihat dari banyaknya makanan yang tersaji, tetapi juga dari kualitas hubungan yang dibangun melalui hidangan tersebut.
Bagi sebagian keluarga, memasak daging juga berarti melestarikan warisan budaya kuliner, yang terus diturunkan dari generasi ke generasi.
Dari sinilah lahir berbagai masakan khas Lebaran yang menjadi bagian integral dari perayaan besar ini.
Sebagai simbol ekonomi, kasih sayang, dan ikatan sosial, daging saat Lebaran bukan hanya sekadar hidangan untuk memanjakan lidah.
Ia menjadi media untuk berbagi kebahagiaan dan rasa empati antar sesama, terutama kepada mereka yang kurang mampu.
Seiring berjalannya waktu, tradisi ini terus bertahan, menghubungkan masyarakat dengan sejarah panjang perayaan yang menyatukan berbagai lapisan sosial di Indonesia.
Masakan daging di Lebaran bukan hanya soal cita rasa atau kebiasaan kuliner, melainkan simbol kuat dari nilai-nilai sosial yang terus dijaga hingga hari ini.
Seperti halnya baju baru dan hadiah Lebaran, daging juga mengingatkan kita akan pentingnya berbagi, saling memberi, dan menjaga hubungan kekeluargaan.*
(cb/ad)
JAKARTA Praktisi hukum Ferdinand Hutahaean mempertanyakan penyusunan dakwaan jaksa dalam perkara dugaan penyebaran informasi terkait ijaz
POLITIK
ACEH Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengakselerasi pemulihan ekonomi masy
EKONOMI
SIBOLGA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong Pemerintah Kota Sibolga untuk
PEMERINTAHAN
JAKARTA Tujuh orang yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi yang menj
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memilih tidak memberikan komentar terkait temuan dugaan pemborosan anggaran Program Ma
NASIONAL
MEDAN Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Joko Juliantono mengaku kini memiliki banyak pihak yang merasa terganggu sejak pemerintah menjalank
NASIONAL
MEDAN Lurah Paya Pasir, Syerly, menyampaikan permohonan maaf usai video dirinya yang diduga mengejek seorang warga saat menyampaikan kelu
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan penunjukan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru sepenuhny
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan aliran uang dalam perkara suap yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (K
NASIONAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan pembentukan Dewan Pengawas untuk memperkuat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG). D
NASIONAL