BREAKING NEWS
Rabu, 08 April 2026

Tradisi Mangalahat Horbo, Kurban Kerbau yang Menyatukan Masyarakat Batak Toba

Adelia Syafitri - Rabu, 08 April 2026 08:46 WIB
Tradisi Mangalahat Horbo, Kurban Kerbau yang Menyatukan Masyarakat Batak Toba
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Tradisi mangalahat horbo masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Batak Toba.

Ritual ini berupa penyembelihan kerbau jantan sebagai bentuk persembahan tertinggi kepada Mulajadi Na Bolon, yang dimaknai sebagai ungkapan syukur, permohonan berkat, hingga penguatan identitas sosial dan budaya.

Prosesi tersebut umumnya digelar dalam upacara adat besar seperti horja bius atau saurmatua, dan diiringi dengan tari tortor, gondang, serta doa adat.

Baca Juga:

Dalam tradisi ini, kerbau dipandang sebagai simbol kemakmuran, kekuatan, dan penghormatan tertinggi.

Akademisi Universitas Sumatera Utara, Robert Sibarani, mengatakan bahwa mangalahat horbo memiliki makna spiritual sekaligus sosial dalam masyarakat Batak Toba.

"Ini adalah kurban persembahan kepada Tuhan sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur. Kerbau yang disembelih melambangkan pengorbanan dan kebersamaan," kata Robert, Selasa, 7 April 2026.

Ia menjelaskan, rangkaian prosesi diawali dengan musyawarah adat yang melibatkan raja parhata, tokoh adat, serta keluarga besar.

Kerbau yang akan dikurbankan dipilih secara khusus, kemudian didoakan sebelum disembelih.

Setelah prosesi penyembelihan, daging kerbau dibagikan kepada seluruh hadirin sesuai aturan adat.

Pembagian tersebut tidak dilakukan sembarangan karena setiap bagian memiliki makna tersendiri dalam struktur sosial masyarakat Batak Toba.

"Di situ terlihat nilai keadilan, persatuan, dan penghormatan terhadap tatanan sosial," ujar Robert.

Tradisi mangalahat horbo biasanya dilaksanakan dalam berbagai momen penting, seperti pesta adat besar, peresmian rumah adat, hingga acara syukuran yang melibatkan banyak masyarakat.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kapolda Aceh Hadiri Mubes Majelis Adat, Dorong Peran Adat di Tengah Dinamika Sosial
Tak Mau Sekadar Seremonial, Medan Kembangkan Budaya Melayu Lebih Kreatif
Pj Sekdaprov Sumut Tegaskan One Day No Car Bukan Hanya Gerakan Simbolis, Tapi Transformasi Budaya ASN
Kolaborasi RI-Turki: Rumi Therapy Hadir di Paramadina, Diskusi Psikologi dan Spiritualitas
Bunda Literasi Asahan Tinjau Layanan Perpustakaan Keliling di Aek Ledong, Antusiasme Siswa Tinggi
Makna Mendalam Tradisi Tepung Tawar dalam Budaya Melayu: Simbol Kehidupan, Perlindungan, dan Spiritual
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru