Iskandar Muda Hasibuan: Pilpres 2029 Bukan Sekadar Elektabilitas, tetapi Ujian Kepercayaan Publik
BANDA ACEH Pemilihan Presiden 2029 dinilai tidak cukup dibaca melalui angka elektabilitas dan perubahan dukungan terhadap para tokoh pol
POLITIK
MEDAN — Medan Fashion and Culture Festival (MFCF) 2026 memamerkan beragam busana berbahan kain ulos yang telah berusia puluhan tahun hingga mendekati satu abad.
Pameran yang digelar untuk memperingati Hari Ulos 2026 ini menampilkan karya desainer lokal yang mengolah kain tradisional Sumatera Utara menjadi busana bernilai seni dan ekonomi.
Kegiatan tersebut berlangsung di Atrium Sun Plaza Medan, Sabtu (17/10/2026).Baca Juga:
Sejumlah desainer, di antaranya Torang Sitorus dan Edward Hutabarat, turut menampilkan karya berbahan ulos yang diwariskan secara turun-temurun.
Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan, karya para seniman dan desainer yang menggunakan kain ulos memiliki nilai budaya tinggi.
Sebagian kain yang dipamerkan bahkan telah berusia puluhan tahun, dengan teknik pengolahan yang mempertahankan karakter tradisionalnya.
"Tadi disampaikan oleh Pak Edward Hutabarat tentang bagaimana seniman-seniman kita itu memiliki karya yang sangat luar biasa, bertahun-tahun, bahkan ada yang ratusan tahun, yang tentunya memiliki nilai yang baik sekali," ujar Rico Waas saat diwawancarai di lokasi MFCF di Atrium Sun Plaza Medan, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Rico, ulos sebagai kain tradisional khas Sumatera Utara perlu semakin dikenal masyarakat, termasuk generasi muda.
Selain menjadi identitas budaya, ulos juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk industri kreatif yang mampu memberikan nilai tambah bagi para pengrajin.
"Ini (kain ulos) perlu diketahui oleh masyarakat kita sendiri betapa berharganya, betapa sangat luar biasanya karya yang ada di negara kita, yang ada di daerah kita, dan tentunya perlu sekali dikembangluaskan, ya, dimulai dari kota ini," kata Rico.
Dalam MFCF 2026, sejumlah karya busana menggunakan kain ulos yang bahan asalnya telah berusia hingga 80 tahun.
Beberapa kain diolah menggunakan pewarna alami dan dijahit secara manual dengan tangan.
Pameran tersebut memperlihatkan bagaimana kain tradisional dapat diolah menjadi busana yang mengikuti perkembangan dunia mode tanpa meninggalkan nilai sejarah dan budaya yang melekat pada materialnya.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan, Airin Rico Waas, mengatakan MFCF tahun ini juga menghadirkan kegiatan talkshow yang melibatkan desainer dari Medan dan Jakarta.
Menurut Airin, pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi para pelaku industri mode untuk berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta mencari inspirasi dalam mengembangkan dunia fashion di Kota Medan.
"Dengan adanya talkshow yang narasumbernya dari Medan, dari Jakarta, kita bisa saling bertukar pengalaman dan tentunya pengalaman yang ada dari fashion desainer, fashion stylist dari Jakarta bisa menjadi inspirasi bagi dunia fashion di Kota Medan. Dan harapan saya dunia fashion di Kota Medan semakin berkembang di mana kita bisa maju ke tingkat nasional, bahkan kalau bisa ke tingkat internasional," ujar Airin.
Airin menekankan bahwa pelestarian wastra atau kain tradisional tidak hanya berkaitan dengan menjaga warisan budaya.
Meningkatnya minat masyarakat terhadap kain tradisional juga dapat membuka peluang ekonomi bagi para pengrajin.
Ia menilai kegiatan peragaan busana dan pameran seperti MFCF dapat mendorong masyarakat untuk lebih mengenal dan menggunakan kain tradisional dalam kehidupan sehari-hari.
"Dengan naiknya fashion di Kota Medan, para pengrajin pun naik. Pengrajin-pengrajin ulos, tenun Melayu, Uis Karo, di mana dengan naiknya keinginan masyarakat memakai wastra, di situ juga naik tingkat perekonomian para pengrajin ulos, pengrajin tenun Melayu, dan kain-kain tenun lainnya," kata Airin.
Menurutnya, meningkatnya permintaan terhadap produk berbahan wastra lokal berpotensi memberikan dampak positif bagi pengrajin ulos, tenun Melayu, Uis Karo, dan berbagai kain tradisional lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Odi Anggia Batubara, berharap Medan Fashion and Culture Festival dapat menjadi agenda tahunan dengan tema yang berbeda pada setiap penyelenggaraan.
Jika pada 2026 ulos menjadi tema utama, Odi menyebut Uis Melayu berpeluang diangkat sebagai tema pada tahun berikutnya.
"Yang mana ini menjadi salah satu agenda yang nanti karakternya akan berbeda setiap tahun. Tahun ini adalah ulos, mungkin tahun depan adalah uis Melayu," ujar Odi.
Odi juga berharap MFCF dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Medan dengan mempertemukan para desainer lokal dan membuka ruang bagi mereka untuk mengembangkan usaha.
Ia mengatakan, pengembangan desainer lokal diharapkan berjalan beriringan dengan pembinaan pelaku usaha kecil yang bergerak di bidang kerajinan dan fesyen.
"Jika para desainer lokal naik kelas otomatis yang dari bawah akan kita kumpulkan kembali dan ini juga mereka juga sudah punya wadah di Mal Pelayanan Publik yang sekarang ini berada di bawah Dekranasda, ini mereka bisa dibantu untuk menjual dan memasarkan karya-karyanya," tutupnya.
Melalui MFCF 2026, Pemerintah Kota Medan berharap kain ulos dan wastra khas Sumatera Utara semakin dikenal luas.
Selain menjaga warisan leluhur, pengembangan kain tradisional melalui industri mode diharapkan dapat memperkuat daya saing desainer lokal sekaligus meningkatkan peluang usaha bagi para pengrajin.* (d/ad)
BANDA ACEH Pemilihan Presiden 2029 dinilai tidak cukup dibaca melalui angka elektabilitas dan perubahan dukungan terhadap para tokoh pol
POLITIK
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta seluruh kepala daerah kabupaten dan kota mempercepat pendataan calon penerima bantu
PEMERINTAHAN
JAKARTA Eks Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) periode 2025/2026 sekaligus mantan Ketua BEM Universi
NASIONAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban serta memperkuat kerukunan antarum
NASIONAL
MEDAN Persaingan mendapatkan pekerjaan di Kota Medan masih menjadi tantangan bagi para pencari kerja pada 2026. Dalam satu kegiatan rekr
NASIONAL
MEDAN Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kota Medan. Volume sampah yang dihasilkan setiap hari diperkirakan
NASIONAL
MEDAN Penanganan kriminalitas di Sumatera Utara sepanjang 2026 mencakup berbagai jenis tindak pidana, mulai dari peredaran narkotika hin
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menempuh upaya hukum kasasi setelah dua kali kalah dalam perkara gugatan pegawai
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presenter Ruben Onsu menceritakan kisah di balik keputusannya mengadopsi seorang bayi lakilaki yang kini diberi nama Thayaka Pu
ENTERTAINMENT
JAKARTA Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menilai kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto selama dua tahu
POLITIK