BREAKING NEWS
Senin, 19 Oktober 2026

MFCF 2026 Pamerkan Ulos Berusia hingga 80 Tahun, Rico Waas Dorong Warisan Budaya Medan Mendunia

Dharma - Sabtu, 17 Oktober 2026 20:34 WIB
MFCF 2026 Pamerkan Ulos Berusia hingga 80 Tahun, Rico Waas Dorong Warisan Budaya Medan Mendunia
Medan Fashion and Culture Festival (MFCF) 2026 di Atrium Sun Plaza Medan, Sabtu (17/10/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Medan Fashion and Culture Festival (MFCF) 2026 memamerkan beragam busana berbahan kain ulos yang telah berusia puluhan tahun hingga mendekati satu abad.

Pameran yang digelar untuk memperingati Hari Ulos 2026 ini menampilkan karya desainer lokal yang mengolah kain tradisional Sumatera Utara menjadi busana bernilai seni dan ekonomi.

Kegiatan tersebut berlangsung di Atrium Sun Plaza Medan, Sabtu (17/10/2026).

Baca Juga:

Sejumlah desainer, di antaranya Torang Sitorus dan Edward Hutabarat, turut menampilkan karya berbahan ulos yang diwariskan secara turun-temurun.

Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan, karya para seniman dan desainer yang menggunakan kain ulos memiliki nilai budaya tinggi.

Sebagian kain yang dipamerkan bahkan telah berusia puluhan tahun, dengan teknik pengolahan yang mempertahankan karakter tradisionalnya.

"Tadi disampaikan oleh Pak Edward Hutabarat tentang bagaimana seniman-seniman kita itu memiliki karya yang sangat luar biasa, bertahun-tahun, bahkan ada yang ratusan tahun, yang tentunya memiliki nilai yang baik sekali," ujar Rico Waas saat diwawancarai di lokasi MFCF di Atrium Sun Plaza Medan, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Rico, ulos sebagai kain tradisional khas Sumatera Utara perlu semakin dikenal masyarakat, termasuk generasi muda.

Selain menjadi identitas budaya, ulos juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk industri kreatif yang mampu memberikan nilai tambah bagi para pengrajin.


"Ini (kain ulos) perlu diketahui oleh masyarakat kita sendiri betapa berharganya, betapa sangat luar biasanya karya yang ada di negara kita, yang ada di daerah kita, dan tentunya perlu sekali dikembangluaskan, ya, dimulai dari kota ini," kata Rico.

Dalam MFCF 2026, sejumlah karya busana menggunakan kain ulos yang bahan asalnya telah berusia hingga 80 tahun.

Beberapa kain diolah menggunakan pewarna alami dan dijahit secara manual dengan tangan.

Pameran tersebut memperlihatkan bagaimana kain tradisional dapat diolah menjadi busana yang mengikuti perkembangan dunia mode tanpa meninggalkan nilai sejarah dan budaya yang melekat pada materialnya.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan, Airin Rico Waas, mengatakan MFCF tahun ini juga menghadirkan kegiatan talkshow yang melibatkan desainer dari Medan dan Jakarta.

Menurut Airin, pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi para pelaku industri mode untuk berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta mencari inspirasi dalam mengembangkan dunia fashion di Kota Medan.

"Dengan adanya talkshow yang narasumbernya dari Medan, dari Jakarta, kita bisa saling bertukar pengalaman dan tentunya pengalaman yang ada dari fashion desainer, fashion stylist dari Jakarta bisa menjadi inspirasi bagi dunia fashion di Kota Medan. Dan harapan saya dunia fashion di Kota Medan semakin berkembang di mana kita bisa maju ke tingkat nasional, bahkan kalau bisa ke tingkat internasional," ujar Airin.

Airin menekankan bahwa pelestarian wastra atau kain tradisional tidak hanya berkaitan dengan menjaga warisan budaya.

Meningkatnya minat masyarakat terhadap kain tradisional juga dapat membuka peluang ekonomi bagi para pengrajin.

Ia menilai kegiatan peragaan busana dan pameran seperti MFCF dapat mendorong masyarakat untuk lebih mengenal dan menggunakan kain tradisional dalam kehidupan sehari-hari.

"Dengan naiknya fashion di Kota Medan, para pengrajin pun naik. Pengrajin-pengrajin ulos, tenun Melayu, Uis Karo, di mana dengan naiknya keinginan masyarakat memakai wastra, di situ juga naik tingkat perekonomian para pengrajin ulos, pengrajin tenun Melayu, dan kain-kain tenun lainnya," kata Airin.

Menurutnya, meningkatnya permintaan terhadap produk berbahan wastra lokal berpotensi memberikan dampak positif bagi pengrajin ulos, tenun Melayu, Uis Karo, dan berbagai kain tradisional lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Odi Anggia Batubara, berharap Medan Fashion and Culture Festival dapat menjadi agenda tahunan dengan tema yang berbeda pada setiap penyelenggaraan.

Jika pada 2026 ulos menjadi tema utama, Odi menyebut Uis Melayu berpeluang diangkat sebagai tema pada tahun berikutnya.

"Yang mana ini menjadi salah satu agenda yang nanti karakternya akan berbeda setiap tahun. Tahun ini adalah ulos, mungkin tahun depan adalah uis Melayu," ujar Odi.

Odi juga berharap MFCF dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Medan dengan mempertemukan para desainer lokal dan membuka ruang bagi mereka untuk mengembangkan usaha.

Ia mengatakan, pengembangan desainer lokal diharapkan berjalan beriringan dengan pembinaan pelaku usaha kecil yang bergerak di bidang kerajinan dan fesyen.

"Jika para desainer lokal naik kelas otomatis yang dari bawah akan kita kumpulkan kembali dan ini juga mereka juga sudah punya wadah di Mal Pelayanan Publik yang sekarang ini berada di bawah Dekranasda, ini mereka bisa dibantu untuk menjual dan memasarkan karya-karyanya," tutupnya.

Melalui MFCF 2026, Pemerintah Kota Medan berharap kain ulos dan wastra khas Sumatera Utara semakin dikenal luas.

Selain menjaga warisan leluhur, pengembangan kain tradisional melalui industri mode diharapkan dapat memperkuat daya saing desainer lokal sekaligus meningkatkan peluang usaha bagi para pengrajin.* (d/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Genap Berusia 75 Tahun, Kemensetneg: Semoga Dikaruniai Kekuatan dalam Memimpin
Kabut Asap Paksa Siswa di Medan Belajar dari Rumah, DPR Usul MBG Tetap Jalan
Singapura Identifikasi 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Nama-namanya
Bansos PKH Terhenti karena Anak Terindikasi Judol, Pemko Medan Jelaskan Solusinya
Heboh Diisukan Pesta Ultah Prabowo di Istana Bogor, Bakom: Itu Jamuan Wakil PM Rusia
Kewajiban Sertifikasi Halal Mundur ke 2028, Cek Daftar Produknya di Sini
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru