dr. Ferdinand Lumban Tobing dari Tapanuli: Dokter, Pejuang Kemerdekaan, Gubernur Sumut, hingga Menteri RI
MEDAN Nama dr. Ferdinand Lumban Tobing mungkin tidak sepopuler sejumlah tokoh nasional lainnya. Namun, sosok kelahiran Tapanuli ini memi
SOSOK
YOGYAKARTA -Keputusan perayaan 1 Syawal 1445 Hijriah yang dilakukan oleh sekelompok jemaah Masjid Aolia di Gunungkidul, Yogyakarta, telah menjadi sorotan utama dalam ranah keagamaan. Fenomena ini mencuat setelah sebuah video viral menampilkan salah satu pemimpin jemaah yang mengaku berkomunikasi langsung dengan Allah SWT untuk menetapkan hari raya tersebut.
Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi, atau yang akrab disapa Gus Fahrur, mengeluarkan pernyataan tegas terkait kontroversi ini. Gus Fahrur menyampaikan kekhawatiran akan perlunya kehati-hatian dalam menanggapi klaim-klaim yang tidak didukung oleh dalil-dalil yang kuat dalam ajaran agama Islam. “Fenomena kelompok masyarakat Aolia di Padukuhan Panggang, Gunung Kidul, Yogyakarta, yang berhari raya hari Jumat kemarin dengan dalih tokoh panutan mereka berbicara langsung dengan Allah SWT, ini sungguh memprihatinkan, harus dicegah dan tidak boleh terulang kembali,” ujar Gus Fahrur.
Perkataan Gus Fahrur ini menjadi panggilan bagi seluruh tokoh agama untuk menjaga integritas ajaran Islam dan tidak membiarkan ajaran tersebut dimanipulasi oleh klaim-klaim yang tidak sah. Beliau menekankan pentingnya pengamalan ajaran agama yang didasarkan pada ilmu dan nalar syariat yang benar. “Kita berharap semua umat Islam khususnya tokoh agama harus beribadah sesuai ajaran agama Islam yang benar, menggunakan ilmu dan akal sehatnya, tidak boleh mempermainkan ajaran agama Islam dan berdalih telah berbicara langsung dengan Gusti Allah SWT,” katanya.
Menurut Gus Fahrur, Islam adalah agama yang mengedepankan ilmu dan akal sehat. Maka, klaim tentang komunikasi langsung dengan Allah SWT tanpa dasar yang kuat dalam syariat tidaklah sah dan tidak dapat diterima sebagai dasar penetapan suatu ibadah atau keputusan agama.
Selain itu, Gus Fahrur juga mengajak masyarakat umum untuk lebih waspada terhadap klaim-klaim yang tidak masuk akal atau bertentangan dengan ajaran Islam yang sudah disepakati secara luas. Dia juga menyebutkan pentingnya peraturan resmi pemerintah terkait penetapan awal Ramadan dan 1 Syawal, agar tidak terus menerus terjadi polemik di berbagai daerah.
Fenomena ini juga membuka ruang diskusi mengenai batas antara kebebasan berpendapat dalam ranah keagamaan dan perlunya landasan ilmiah serta syariat yang kuat dalam mengambil keputusan keagamaan yang memengaruhi masyarakat luas. Semoga perdebatan ini membawa pemahaman yang lebih mendalam dan menyatukan pandangan dalam menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran Islam yang sejati.
(K/09)
MEDAN Nama dr. Ferdinand Lumban Tobing mungkin tidak sepopuler sejumlah tokoh nasional lainnya. Namun, sosok kelahiran Tapanuli ini memi
SOSOK
JAKARTA Sejumlah laga menarik mewarnai matchday pertama fase grup Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026). Pertandingan Grup F antara Beland
OLAHRAGA
JAKARTA Platform pengujian performa perangkat AnTuTu kembali merilis daftar tablet Android flagship dengan performa tertinggi untuk peri
SAINS DAN TEKNOLOGI
OlehDr. Rika Hardani, M.Si. Dosen.BELAKANGAN ini, ada satu fenomena sosial yang terasa semakin nyata di tengah kehidupan masyarakat Indones
OPINI
JAKARTA Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih menjadi salah satu solusi pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
EKONOMI
JAKARTA Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Selain menandai awal Tahun Baru Hijriah, Muharram juga se
AGAMA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution berharap Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara tidak hanya
PEMERINTAHAN
SAMOSIR Ajang lari lintas alam internasional Trail of The Kings Ultra Trail du Mont Blanc (UTMB) 2026 resmi berakhir di Kabupaten Samosi
OLAHRAGA
BANDA ACEH Seorang pekerja pemasangan baliho meninggal dunia setelah tersengat listrik bertegangan tinggi saat bekerja di kawasan Jalan
PERISTIWA
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya mantan Gubernur Aceh periode
NASIONAL