Bundaran HI Jadi Pusat Demo Hari Ini, Ini Isi Tuntutan 11+9 Mahasiswa!
JAKARTA Sejumlah organisasi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indone
PERISTIWA
YOGYAKARTA -Keputusan perayaan 1 Syawal 1445 Hijriah yang dilakukan oleh sekelompok jemaah Masjid Aolia di Gunungkidul, Yogyakarta, telah menjadi sorotan utama dalam ranah keagamaan. Fenomena ini mencuat setelah sebuah video viral menampilkan salah satu pemimpin jemaah yang mengaku berkomunikasi langsung dengan Allah SWT untuk menetapkan hari raya tersebut.
Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi, atau yang akrab disapa Gus Fahrur, mengeluarkan pernyataan tegas terkait kontroversi ini. Gus Fahrur menyampaikan kekhawatiran akan perlunya kehati-hatian dalam menanggapi klaim-klaim yang tidak didukung oleh dalil-dalil yang kuat dalam ajaran agama Islam. “Fenomena kelompok masyarakat Aolia di Padukuhan Panggang, Gunung Kidul, Yogyakarta, yang berhari raya hari Jumat kemarin dengan dalih tokoh panutan mereka berbicara langsung dengan Allah SWT, ini sungguh memprihatinkan, harus dicegah dan tidak boleh terulang kembali,” ujar Gus Fahrur.
Perkataan Gus Fahrur ini menjadi panggilan bagi seluruh tokoh agama untuk menjaga integritas ajaran Islam dan tidak membiarkan ajaran tersebut dimanipulasi oleh klaim-klaim yang tidak sah. Beliau menekankan pentingnya pengamalan ajaran agama yang didasarkan pada ilmu dan nalar syariat yang benar. “Kita berharap semua umat Islam khususnya tokoh agama harus beribadah sesuai ajaran agama Islam yang benar, menggunakan ilmu dan akal sehatnya, tidak boleh mempermainkan ajaran agama Islam dan berdalih telah berbicara langsung dengan Gusti Allah SWT,” katanya.
Menurut Gus Fahrur, Islam adalah agama yang mengedepankan ilmu dan akal sehat. Maka, klaim tentang komunikasi langsung dengan Allah SWT tanpa dasar yang kuat dalam syariat tidaklah sah dan tidak dapat diterima sebagai dasar penetapan suatu ibadah atau keputusan agama.
Selain itu, Gus Fahrur juga mengajak masyarakat umum untuk lebih waspada terhadap klaim-klaim yang tidak masuk akal atau bertentangan dengan ajaran Islam yang sudah disepakati secara luas. Dia juga menyebutkan pentingnya peraturan resmi pemerintah terkait penetapan awal Ramadan dan 1 Syawal, agar tidak terus menerus terjadi polemik di berbagai daerah.
Fenomena ini juga membuka ruang diskusi mengenai batas antara kebebasan berpendapat dalam ranah keagamaan dan perlunya landasan ilmiah serta syariat yang kuat dalam mengambil keputusan keagamaan yang memengaruhi masyarakat luas. Semoga perdebatan ini membawa pemahaman yang lebih mendalam dan menyatukan pandangan dalam menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran Islam yang sejati.
(K/09)
JAKARTA Sejumlah organisasi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indone
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belum memastikan adanya efisiensi anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah
EKONOMI
JAKARTA Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti kasus dugaan suap terkait hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyeret Bu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa ijazah perguruan tinggi kini tidak lagi menjadi satusatunya moda
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) masih mendalami peran mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, dalam kasus dugaan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memperluas penyelidikan dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan me
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung menyerahkan uang tunai hasil pemulihan aset dan lelang barang rampasan negara senilai Rp1.029.874.376.628 kepada K
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan akan menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam penanganan kasus dugaan koru
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Republik Federal Jerman FrankWalter Steinmeier tiba di Jakarta dalam rangka kunjungan resmi kenegaraan dan akan bertemu
NASIONAL
MEDAN Sejumlah elemen mahasiswa di berbagai daerah dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin, 15 Juni 2026. Aksi tersebut berlangsu
PERISTIWA