
Uya Kuya Sampaikan Permohonan Maaf Tulus untuk Masyarakat Indonesia
JAKARTA Anggota DPR RI, Uya Kuya, kembali mengunggah video permintaan maaf terkait polemik yang melibatkan dirinya beberapa waktu terakhir
Nasional
JAKARTA – Meningkatnya kasus cyberbullying di Indonesia menuntut perlindungan hukum yang mendesak bagi para korban. Harjuno Wiwoho, Pendiri dan Ketua SHW Center, menekankan peran krusial dari Satgas Anti-Cyberbullying dalam mitigasi dampak yang terus meningkat dari cyberbullying. Menurut data UNICEF 2020, 45% individu berusia 14-24 tahun di seluruh dunia mengalami cyberbullying pada tahun 2020, mencerminkan tren serupa yang ditemukan dalam penelitian Center for Digital Society (CfDS) di kalangan siswa Indonesia.
Wiwoho menyoroti sifat mengkhawatirkan dari cyberbullying, yang melampaui bullying tradisional karena dapat terjadi 24/7 melalui platform seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Seiring Indonesia mendekati puncak demografi pada tahun 2030, dengan 68% populasi merupakan usia produktif, prevalensi cyberbullying menjadi ancaman terhadap potensi generasi produktif.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong pendirian Satgas Anti-Bullying di sekolah, termasuk penanganan cyberbullying. Namun, Wiwoho menekankan perlunya merumuskan regulasi yang lebih jelas dan tegas bagi satgas untuk memastikan kepastian hukum dalam melindungi korban, khususnya di ranah siber.
Baca Juga:
### Kebijakan Non-Penal Diperlukan dengan Segera
Wiwoho menekankan bahwa cyberbullying, sebagai bentuk kejahatan online, memerlukan solusi berlapis yang melibatkan aspek hukum, pendidikan, dan psikologis. Penelitiannya menegaskan pentingnya kebijakan non-penal, fokus pada pencegahan dan pandangan masyarakat, sebagai langkah krusial dalam mengatasi cyberbullying.
Baca Juga:
Dalam konteks ini, Wiwoho menyarankan untuk meningkatkan efektivitas Satgas Anti-Cyberbullying sebagai kebijakan non-penal di bawah naungan KPAI. Pendekatan ini, katanya, seharusnya mengintegrasikan strategi non-penal dan langkah-langkah pidana, dengan pemahaman bahwa tindakan pidana menjadi langkah terakhir. Pendekatan komprehensif, mencakup kedua ranah tersebut, seharusnya menjadi aspek fundamental dari kemampuan satgas di sekolah.
Penelitian yuridis-normatif Wiwoho menekankan perlunya strategi yang holistik dan terpadu, dengan menekankan urgensi pemahaman bersama mengenai pendekatan non-penal dan pidana dalam Satgas Anti-Cyberbullying di sekolah.Z Arifin
JAKARTA Anggota DPR RI, Uya Kuya, kembali mengunggah video permintaan maaf terkait polemik yang melibatkan dirinya beberapa waktu terakhir
NasionalJAKARTA Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, mengeluarkan pernyataan mengejutkan terkait kondisi politik nasional terkini. Ia m
NasionalTAPSEL Kasus dugaan penganiayaan anak yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan kembali mencuat ke publik. Seorang ayah, Adil Syahputra B
Hukum dan KriminalJAKARTA Dalam langkah untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan penting dengan sejumla
NasionalJAKARTA Arus lalu lintas di kawasan Polda Metro Jaya, yang meliputi Jalan Gatot Soebroto hingga Sudirman, Jakarta Selatan, terpantau kemba
NasionalJAKARTA Meskipun fitur live dihentikan, pengguna TikTok masih dapat mengakses konten lainnya seperti video pendek yang tetap bisa diunggah
Sains & TeknologiCIKARANG Akhmad Munir, Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan
NasionalJAKARTA Netizen yang mengunggah foto tersebut menyebut Eko sedang berkeliling membeli barang palsu di China menggunakan uang pajak rakyat
NasionalACEH UTARA Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Korem 011/Lilawangsa untuk pertama kalin
NasionalJAKARTA Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, menyatakan bahwa fraksinya menyetujui penghentian tunjangan anggota
Politik