BREAKING NEWS
Minggu, 31 Agustus 2025

Ketua Koperasi Maju Lestari Sejahtra PT.Socfindo Kebun Aek Loba Diduga Raub Keuntungan Pribadi

BITVonline.com - Kamis, 09 November 2023 13:56 WIB
Ketua Koperasi Maju Lestari Sejahtra PT.Socfindo Kebun Aek Loba Diduga Raub Keuntungan Pribadi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Asahan, 7 Nop 2023 – Ketua koperasi Maju Lestari Sejahtera PT Socfindo Kebun Aek Loba kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan, Kamirin, sekarang tengah menjadi perbincangan hangat dikalangan anggota koperasi itu sendiri.Pasalnya koperasi yang bergerak di bidang jasa simpan pinjam diduga dalam prakteknya meraup keuntungan pribadi sang ketua.

Adapun modus yang dipràktekkan kamirin, saat anggota meminjam uang, beliau terkesan mempersulit dan selalu mengatakan tidak ada uang agar anggota berupaya mengambil barang barang elektronik berupa Handpon atau lainya.

Beberapa anggota peserta RAT saat ditemui Newspoldasu di acara RAT (Rapat Anggota Tahunan) di gedung pertemuan milik perusahaan swasta PT.Socfindo kebun Aek Loba selasa 7/11/2023 menuturkan ketua koperasi Maju Lestari saat anggota ingin meminjam uang selalu mengatakan tidak ada, dan anehnya saat kami mengambil barang berupa HP atau Laptop ketua langsung menyetujui.

Baca Juga:

Karena kami lagi butuh uang akhirnya kami ambil dan menjual barang yang kami hutang dijual kembali supaya dapat uang kontan. Hal itu tentu sangat merugikan anggota koperasi karena harga barang hutang tersebut pasti jauh lebih mahal ketimbang membeli secara cash ditoko toko. praktik praktik seperti itu sepertinya lazim terjadi dikalangan karyawan perusahaan PT Socfindo kebun Aek Loba.

Praktik tersebut tentu ilegal, sebab berdasarkan kesepakatan anggota sebelumnya koperasi hanya melayani simpan pinjam yang cara pembayaranya diangsur selama sepuluh bulan yang dipotong langsung dari gaji anggota sebagai karyawan perusahaan itu.

Baca Juga:

Dari pantauan awak media dan perbincangan dengan anggota kopkar menceritakan pengalamannya. Seperti yang di alami SP, 41, salah seorang anggota kopkar dari devisi IV yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan ” Saya pernah mengalami hal itu, saat saya ingin meminjam uang, Pak Kamirin mengatakan tidak ada uang, tapi kalau jenis barang berupa HP atau Laptop beliau mengatakan ada, padahal koperasi hanya melayani simpan pinjam.

Barang yang saya terima cara pembayaranya juga dipotong kantor” ujar SP . Lain lagi dengan penuturan Wgn,34 karyawan devisi III mengatakan, ” Sebaiknya ketua koperasi diganti saja,saya nilai tidak layak lagi sebab beliau kita amanahkan untuk mengurus uang anggota, tapi saat berurusan dengan pinjam meminjam beliau selalu acuh,padahal saya mau meminjam uang koperasi, bukan uang pribadinya.saya rasa sebaiknya diganti saja, lagian beliau entah sudah berapa tahun jadi pengurus koperasi.” tutur Wgn.

Sementara itu ketua Kopkar Maju Lestari Sejahtra Kamirin saat dikonfirmasi awak media terkait berita ini via aplikasi whatsApp tidak bersedia memberikan tanggapanya walau terdapat tanda dua centrang biru. Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia unit kebun Aek Loba M.Safri Nasution saat di konfirmasi mengaku tidak bisa berbuat banyak,padahal yang dirugikan itu adalah anggotanya.

“kopkar Maju Lestari Sejahtra di lingkungan perusahaan PT.Socfindo Aek Loba sudah memiliki AD/ART sendiri dan kami tidak bisa ikut campur. Sebaiknya konfirmasi langsung kepada ketua kopkar ” tulisnya pada aflikasi tersebut.

Menyikapi jawaban ketua SPSI unit kebun Aek Loba, salah sorang anggota kopkar dan juga anggota SPSI merasa kecewa, seharusnya ketua SPSI dapat merespon dan menindaklanjuti temuan ini, sebab kami ini adalah anggotanya.

” kami ini anggotanya, mengapa ketua SPSI tidak merespon, padahal yang dirugikan juga kami sebagai anggotanya, jangan hanya mau uang iyuranya saja tapi tidak mampu menàmpung keluhan anggota “. ujar salah seorang anggota berinisial Din,42.

Pak Pur

 

0 komentar
beritaTerkait
Uya Kuya Sampaikan Permohonan Maaf Tulus untuk Masyarakat Indonesia
Amir Hamzah: Prabowo Berisiko Terjebak Skema Politik Geng Solo, Mirip Skenario Jatuhnya Orde Baru 1998
Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Tapanuli Selatan, Kuasa Hukum Percaya Polres Tapsel Akan Bertindak Tegas
Ormas Islam Siap Sinergi dengan Prabowo untuk Ajak Warga Tenang dan Jaga Kondusifitas Pasca-Kericuhan
Arus Lalu Lintas di Kawasan Polda Metro Jaya Kembali Lancar Pasca Demonstrasi BEM UI dan BEM SI
TikTok Hentikan Fitur Live di Indonesia Terkait Kondisi Keamanan Nasional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru