Sergai – Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Serdang bedagai sejak beberapa minggu lalu membuat harga komoditas sayuran mengalami kenaikan.
Harga sejumlah sayuran mengalami kenaikan hingga mencapai tiga kali lipat.
Hal itu disampaikan sejumlah pedagang sayur yang ada di pasar tradisional di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang bedagai.
Asni menyebutkan, kenaikan harga sejumlah sayuran disebabkan karena banjir yang terjadi.
Turunnya pasokan sayur seperti mentimun saat ini berimbas dengan harga jual di pasaran mencapai Rp 17 ribu perkilogram, padahal pada hari biasa harganya hanya Rp 6 ribu perkilogram.
Selain itu manis juga mengalami kenaikan harga mencapai Rp 18 ribu dari harga sebelumnya hanya Rp 4 ribu perkilogram.
“Sudah hampir tiga minggu ini naik harganya. Kangkung juga naik dari biasa Rp 1000 perkilogram sekarang harganya 4000 perkilogramnya,” tambah Asni.
Sementara itu harga komuditas lainya seperti bawang, cabai merah, cabai rawit belum mengalami peningkatan harga.
Hal itu karena pasokan komoditas tersebut berasal dari daerah lain di luar Sergai.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sergai, Andarias Ginting mengakui akibat banjir pasokan sayur berkurang di pasaran dan membuat kenaikan harga.
“Ya memang karena banjir jadi beberapa pasokan sayur sayuran jadi berkurang khusus yang dari Sergai,” katanya.
Dia pun meminta untuk sementara waktu masyarakat beralih ke jenis mengkonsumsi sayuran yang lainnya.
Pemerintah Daerah katanya masih akan memantau peningkatan harga di pasar yang terjadi akibat banjir yang terjadi.
“Kita sarankan agar masyarakat beralih ke komuditas sayuran lainnya. Namun karena memang hanya beberapa yang mengalami kenaikan jadi dampaknya belum signifikan. Namun warga juga bisa menghemat untuk sementara waktu ini,” tutupnya. (Lbs)
Dampak Banjir, Sejumlah Harga Sayuran di Sergai Meroket, Naik Sampai Tiga Kali Lipat