Buruh Soroti Kebijakan WFH ASN: Efisiensi atau Ganggu Pelayanan Publik?
JAKARTA Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh menanggapi wacana pemerintah mengenai penerapan kebijakan work
NASIONAL
Hakim Bismar dikenal dengan pendekatannya yang humanis terhadap hukum. Ia percaya bahwa hukum harus selalu berhubungan dengan konteks sosial. Dalam ceramah dan tulisannya, ia sering menekankan pentingnya "hukum yang hidup dalam masyarakat". Ini adalah sebuah pendekatan yang mengabungkan aturan tertulis, kebijaksanaan lokal, dan suara hati. Bagi Hakim Bismar, hukum bukan hanya soal peraturan yang berlaku, melainkan bagaimana hukum tersebut berfungsi dalam realitas sosial yang dihadapi masyarakat.
Setelah pensiun dari Mahkamah Agung pada 1995, semangat Hakim Bismar untuk mengabdi tidak pernah padam. Beliau tetap aktif menulis, memberikan kuliah, dan terlibat dalam berbagai kegiatan hukum. Salah satu kontribusinya yang penting adalah keterlibatannya dalam mendirikan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di pengadilan, sebuah inisiatif untuk memberikan akses keadilan bagi masyarakat yang kurang mampu. Selain itu, beliau menulis sejumlah buku yang menjadi warisan pemikirannya, seperti Membangun Hukum yang Hidup, yang membahas tentang pentingnya hukum yang adaptif dengan perubahan sosial dan Integritas dalam Hukum, yang mengajak pembaca untuk memandang hukum dari perspektif moral dan etika.
Di usia senjanya, Hakim Bismar tetap menunjukkan kepeduliannya terhadap keadilan. Beliau pernah datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ali Yafie untuk memberikan dukungan moral dalam kasus Bank Century. Tindakan ini menunjukkan bahwa komitmen beliau terhadap keadilan tak pernah surut, meskipun sudah pensiuan. Melalui seluruh kiprahnya, Hakim Bismar Siregar tak pernah benar-benar berhenti dari tugas moralnya. Terus berada di barisan depan dalam perjuangan menegakkan hukum yang adil,bersih, dan berpihak pada yang lemah.
Kini, tiga belas tahun setelah kepergiannya, warisan pemikiran dan semangat perjuangannya masih dikenang. Dalam dunia yang sering kali tergoda oleh kompromi, Hakim Bismar Siregar tetap menjadi mercusuar, mengingatkan kita bahwa keadilan sejati memerlukan keberanian, empati, dan integritas.
Jika Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dikenal memiliki Baharuddin Lopa sebagai jaksa dengan integritas yang sangat tinggi, Sumatra Utara pun memiliki Hakim Bismar Siregar yang memiliki integritas serupa sebagai hakim. Kedua sosok ini sering disandingkan sebagai figur terhormat dalam dunia peradilan Indonesia, dihormati bukan hanya karena kedudukan mereka, tetapi juga karena komitmnen mereka yang kuat dalam menegakkan keadilan.* (infomu.co)
*)Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar
JAKARTA Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh menanggapi wacana pemerintah mengenai penerapan kebijakan work
NASIONAL
JAKARTA Facebook, yang kini berada di bawah payung Meta, meluncurkan program baru bernama Creator Fast Track yang menawarkan bayaran hingg
SAINS DAN TEKNOLOGI
WASHINGTON D.C. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi pada Kamis (19/3/2026) bahwa dirinya telah memperingatkan Perda
INTERNASIONAL
ACEH BESAR Tiga doa Malaikat Jibril yang diaminkan oleh Nabi Muhammad SAW menjadi renungan mendalam bagi umat Islam di penghujung bulan Ra
AGAMA
OlehMarsudin Nainggolan.ADA satu jenis hukuman yang tidak pernah dijatuhkan di ruang sidang, tetapi dampaknya bisa jauh lebih panjang dari
OPINI
JAKARTA Jelang Lebaran 2026, para pemain FC Mobile dapat merayakan dengan hadiah spesial dari EA Sports melalui serangkaian kode redeem te
ENTERTAINMENT
DELI SERDANG Pemerintah Kabupaten Deli Serdang resmi mengubah pola pembayaran honor bilal mayit dan penggali kubur. Yang sebelumnya diba
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya perusahaan memandang mudik pekerja sebagai bagian dari upaya m
NASIONAL
SIMALUNGUN Mantan fungsionaris DPC PDIP Kabupaten Simalungun, Sarmuliadin Sinaga, mempertanyakan mengapa Konfercab (Konferensi Cabang) P
POLITIK
YOGYAKARTA Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengimbau para elite bangsa untuk menjadi teladan dalam menjaga p
NASIONAL